
Hari keesokan harinya Aiko pun berangkat kesekolah untuk menemui Yuta apakah dia bawa tugas kelompok yang ia buat kemarin.
"Pak agak cepat ya soalnya ada tugas yang harus saya selesaikan dengan teman saya kemarin di rumah saya" Aiko suruh Pak supir merpecepat perjalanan di sekolah
Sesampainya di sekolah Aiko pamit kepada Pak supir lalu memasuki gerbang sekolah dan beserta guru yang ada di gerbang untuk menyapa muridnya tersebut.
Aiko memasuki kelas untuk menunggu Yuta dengan pekerjaan kemarin yang ia buat, Aiko pun tidak pekerjaan akhirnya Aiko ingat sesuatu tentang surat yang dikasih Jeno kemarin.
"Aku penasaran dengan surat yang Jeno kasih ke aku, tapi kenapa suruh Aku untuk buka suratnya disekolah aja makin penasaran aja" Aiko sambil surat dari Jeno
" Dear untuk Aiko"
Aiko kamu itu sangat cantik dan paling berharga buat aku, karena kamu itu sangat manis pada semua orang bahkan suka membantu kepada siapapun maka dari itu aku memutuskan untuk kamu mau jadi pacarku aku udah jatuh cinta kepada kamu.
" hai Aiko kamu udah baca surat yang kemarin gimana kamu mau gak jadi pacar aku" Jeno yang sedang meminta kepada Aiko untuk jadi pacarnya.
Aiko marah dan melempar kertas yang dikasih oleh Jeno dengan mengatakan sesuatu kepada Jeno
"Jeno kamu ngapain sih kasih surat yang gak jelas ini sama aku, kamu itu ya aku udah bilang aku gak mau pacaran sama kamu. Kamu kan udah tau kemarin aku dicium sama Yuta lansung aku marah gitu loh. Mulai sekarang kamu jangan dekati aku lagi ngerti" Aiko sambil marah dan keluar kelas sambil nangis.
Dan Aiko pun menabrak orang yang gak disengaja itu, Aiko langsung meminta maaf kepada orang itu.
"maaf gak sengaja aku buru buru keluar dari kelas karena penting." Aiko sambil usap wajahnya karena nangis dan tidak melihat wajah anak tersebut.
__ADS_1
Aiko pun meninggalkan anak itu lalu pergi ke taman sekolah yang ada dibelakang sekolah. Untuk menenangkan diri disana.
"dor kamu kenapa di taman sendirian kamu lagi ngapain" kata Yuta sambil lihat Aiko yang sedang nangis itu.
"kamu kenapa nangis, kamu diapain sama siapa sampai kamu nangis Aiko, jawab pertanyaanku" Yuta sambil menenangkan pikiran Aiko yang ada di bangku taman tersebut.
Aiko pun memeluk Yuta dengan wajah yang sangat sedih dengan muka yang sembab.
"Aku gak papa kok cuman.." kata Aiko sambil ditutup mulut sama Yuta.
"ssttt kamu jangan bohong kamu diapain sama siapa kok bikin kamu jadi nangis gini hah" kata Yuta sambil mengusap air mata Aiko.
"Aku nangis gini gara gara Jeno soalnya dia mau aku jadi pacarnya" kata Aiko sambil senyum kepada Yuta yang sedang menenangkan dia sangat nangis tadi.
Dan bel pun berbunyi tanda masuk sekolah untuk memasuki pelajaran yang akan datang tersebut.
"heh ngapain kamu bikin Aiko nangis, emangnya kamu layak jadi pacaranya Aiko. Enggakan makanya jangan halu deh jadi pacarnya Aiko" kata Yuta sambil tarik kerahnya Jeno
"emangnya kamu siapa ngatur ngatur aku segala hah! Kamu itu iri kan sama aku karena aku udah tembak Aiko dan Aiko pun menolaknya. Aku gak masalah kalau Aiko gak mau aku jadi pacarnya" kata Jeno sambil marah kepada Yuta.
"oh oh ada yang bangga diri nih kalau dia bisa rebut Aiko dari gue, gue peringatkan sekali lagi kalau loh masih deketin Aiko aku gak akan segan segan untuk tonjok muka loh yang masih mulus itu" sambil gebrak mejanya Jeno.
"bugh" rasain itu kamu udah bikin aku emosi gak usah gebrak meja segala emangnya ini meja milik loh ini meja milik sekolah paham" kata Jeno sambil tertawa sinis kepada Yuta.
__ADS_1
Jeno dan Yuta pun saling adu jotos di kelas sampai wajah mereka luka memar yang sangat parah itu.
Alice pun mendengar dari anak lain kalau di kelasnya Yuta ada yang berantem dengan Jeno katanya ngerebutin cinta katanya.
Alice pun langsung keluar dari kelas dan memarahi Aiko.
"heh sini ngapain kamu bikin Yuta sama Jeno berantem hah! Oh aku tau kamu ingin seperti putri yang direbutkan oleh pangeran iya!! Dasar cewek gak punya harga diri loh" kata Alice sambil jambak rambutnya Aiko.
"Loh itu gak ada urusan ya sama gue jadi loh itu gak di undang ke kelas gue bikin kerusuhan loh jadi loh tinggalin kelas gue sekarang" kata Aiko sambil dorong Alice keluar dari kelasnya tersebut.
"heh loh gak berhak usir gue dari sini emangnya kelas ini milik loh hah! Loh itu anak baru disini gak usah sok belagu jadi orang, mikir dong kalau loh bukan siapa siapa nya Yuta jadi loh berhenti deketin Yuta deh karena loh gak pantas ada dusamping Yuta ngerti." kata Alice sambil keluar kelas dan memasuki kelasnya tersebut.
"udah cukup gak usah berantem lagi kamu itu udah SMA jangan kayak anak kecil lagi! Sekarang kita fokus untuk belajar disini untuk menuntut ilmu bukan untuk main adu jotos kayak gini ngerti, oh ada satu hal lagi yang kalian ngerti. Kamu itu udah dewasa harusnya ngerti mengajarkan hal baik kepada adik kelas atau siapa kepada semua orang yang ada disini kita disini mencari ilmu." kata Aiko sambil memutuskan Jeno dan Yuta untuk saling adu jotos.
Akhirnya pembelajaran dimulai dan Aiko pun maju dengan Yuta untuk memberikan PR yang dikerjakan kemarin lalu Guru itu melihat wajah Yuta yang sedang memar karena adu jotos tadi.
"Yuta kamu kenapa kok muka kamu lebam semua kamu habis berantem apa gimana nih?" kata Guru tersebut sambil memegang muka Yuta tersebut.
"Saya tadi itu berantem Pak tapi saya dihentikan sama Aiko karena dia mengatakan kalau saya sudah dewasa Pak bukan kayak anak kecil lagi gitu Pak." sambil mengumpulkan tugas yang dikerjakan kemarin.
Akhirnya Guru tersebut memaafkan kepada Yuta karena udah jujur kepada dia dan dia diperbolehkan duduk dari hadapannya tersebut.
Bel pulang tiba Aiko membereskan Buku yang ada di meja dan memakai tas untuk keluar dari kelasnya tersebut.
__ADS_1
Aiko pun sampai di gerbang sekolah lalu menelepon ke Pak supir untuk menjemputnya.
Akhirnya mobil pun sampai dihadapan Aiko, Aiko lalu masuk kedalam mobilnya itu dan melaju menuju ke rumahnya untuk tidur siang dan makan malam bersama ayahnya dan tidur malam untuk sekolah besok dengan datang pagi untuk piket kelas 2 kali yang ada dikelasnya tersebut.