STORY LOVE SMART GIRL

STORY LOVE SMART GIRL
33


__ADS_3

"yah Aiko mau berangkat ke sekolah sendiri aja supaya jadi anak mandiri, gak kayak dulu manja yang di Jepang." Aiko menyuruh ayahnya untuk tidak mengantarnya karena ia ingin berangkat sendiri.


"yaudah kalau gitu kamu berangkat sekarang takutnya nanti telat lagi." Ucap Ayah menyuruh Aiko untuk berangkat lebih cepat supaya gak telat karena ia berangkat sendirian.


"makasih Yah kalau gitu Aiko berangkat dulu, Sayonara." Aiko peluk Ayahnya dan pergi keluar dari rumah dan berjalan menuju Halte Bus.


"sama sama nak, hati hati ya di jalan" Ayah bicara ke Aiko yang udah jalan ke depan rumah.


Aiko berjalan menuju Halte dan sampai juga di Halte bus untuk berangkat ke sekolah.


"ih mana sih kok gak dateng Busnya dari tadi aku udah nungguin dari 30 menitan tadi." Aiko ngeluh karena Busnya yang ia ingin tumpangi gak kunjung datang.


"gak usah nunggui Bus mendingan bareng sama aku aja daripada nanti kamu telat." ucap Jeno yang meyuruh Aiko berangkat bareng ke sekolah dengannya.


"beneran nih, gak ngerepotin" Aiko merasa gak enak karena ia ditumpangi oleh Jeno untuk berangkat bareng.


"gak ngerepotin kok yuk buruan nanti makin telat kalau gak jalan sekarang" Jeno menyuruh Aiko naik ke motornya supaya gak telat ke sekolah.


"ok aku berangkat sama kamu, daripada aku telat gak ada bus yang datang." Aiko pun naik ke motor Jeno dan memeluk pinggang Jeno.


Seketika Jeno kaget karena Aiko tiba tiba peluk pinggang Jeno yang ia gak nyuruh untuk megang.


"Aiko kamu kok gak bareng sama ayah kamu sih, biasanya kan bareng sama ayah kamu." Jeno bicara di jalan raya sambil nyetir.


"aku gak mau jadi anak manja,  jadi aku mau anak mandiri kayak yang lainnya." Aiko menjawab dengan simple kepada Jeno.


"oh ok jadi kamu mau jadi anak mandiri kayak yang lainnya." Jeno bicara lagi kepada Aiko.


"iya, Jeno kamu jangan ngomong dong kamu fokus aja sama yang didepan kamu itu kita ini lagi di jalan raya." omel Aiko karena Jeno mengajak bicara terus.

__ADS_1


"iya" jawab singkat Jeno


Aiko dan Jeno udah sampai di sekolah, Aiko melihat Sora sedang menunggu seseorang di satpam.


"Sora kamu lagi nungguin siapa? Emangnya belum bel masuk." Aiko tanya ke Sora karena ia bingung kok Sora gak masuk ke kelas.


Tetapi gak ada sahutan dari Sora akhirnya Aiko pun masuk ke kelas dan meninggalkan Sora sendirian.


Sesampainya di kelas Aiko melihat Dave dan temannya menghalangi jalan Aiko untuk masuk ke kelas.


"Hai Aiko udah datang kesekolah hari ini tumben jam segini biasanya kan Pagi, apa karena sekarang udah menang lomba jadi seenaknya aja kalau ke sekolahnya ya?" Dave memegang wajah Aiko yang hendak ia tampar pipi Aiko tapi di tepis oleh Aiko.


Dave tidak tau kalau di ialah ahli beladiri jujutsu di Jepang.


Aiko dengan cepat menangkis tangan Dave dan memutarnya ke belakang hingga kesakitan si Dave.


"mau apa loh ganggu gue, loh itu jangan ganggu gue ya meskipun gue itu orang baik kalau digangguin kayak gini gue gak segan segan bikin tangan loh itu patah hingga remuk." Aiko marah kepada Dave karena ia beraninya ganggu disaat yang gak tepat.


"ok gue kesana sekarang juga, gak pakek lama." Aiko langsung lari dari kelasnya menuju ke lapangan sekolah.


Aiko dan Dave melihat satu sama lain, hingga membuat siswi lain melihat Aiko yang Dave mengajaknya bertarung di lapangan terbuka.


"yuk gak usah pakek lama langsung aja kita berantem sekarang." Dave gak sabar ingin menghajar wajah Aiko yang masih mulus.


"ok bentar, gue mau pemanasan dulu. Nanti badan gue remuk kalau gak pemansan dulu" Aiko menyuruh Dave menunggu karena ia ingin pemanasan terlebih dahulu.


Aiko dan Dave pun bertarung hingga Dave pun terjatuh dari tendangan Aiko yang sangat menyakitkan itu, keadaan Aiko sekarang ia memiliki luka lebam dan sedikit berdarah diarea bibir.


Aiko melihat Dave pingsan di dalam lapangan, Aiko hiraukan Dave yang pingsan tersebut dan Aiko pun masuk ke kelas sambil dilihatin semua siswa yang ada di kelasnya.

__ADS_1


"woy lihat tuh anak baru, bisa ngalahin Dave loh! Padahal Dave kan anak beladiri Taekwondo kok kalah sama anak baru sih. apa dia juga ikut beladiri." ucap seorang anak yang membicarakannya di belakang Aiko.


"woy loh ngapain bisik bisik loh mau kayak Dave sini maju kalau berani." Aiko yang marah karena di bicarain dari belakang.


"maaf Aiko gue gak sengaja ngomongin loh dari belakang, gue mau hidup gak mau mati duluan." Ucap Anak itu memohon ke Aiko tetapi Aiko hiraukan lalu duduk dibangkunya.


"ko loh wajah loh kenapa kok pada lebam semua, apa loh berantem tadi sama siapa." Yuta khawatir karena ia belum pernah melihat Aiko berantem dengan siswa lain.


"gue berantem sama Dave, ia cari masalah sama gue karena gue cuekin di pas waktu lomba kemarin. Dan halangi jalan gue pas gue mau masuk ke kelas." Aiko yang masih kesal karena Dave yang membuatnya marah.


"apa loh berantem sama Dave? Kok bisa sih secara dia itu kan mantan beladiri Taekwondo dan kok loh bisa ngalahin dia sih." Yuta kaget, dan mengetahui kalau Aiko berantem dengan Dave salah satu siswa paling pintar dalam beladiri di kelasnya.


"kok loh kaget sih, gue ya juga mantan beladiri Jujutsu di Jepang jadi gue bisa ngalahin dia, secara dia kurang jago dalam hal beladiri jadi dia sekarang pingsan." Aiko tidak mau kalah kalau Yuta mengatakan Dave paling pintar dalam hal beladiri.


"loh masih gak percaya sini gue buktiin ke loh" Ucap Aiko dan mempraktekannya ke Yuta hingga Yuta kaget dan menahan Aiko supaya gak buat kelasnya makin ketakutan karena Aiko mau ngajak berantem satu kelas.


Skipp


"yuk pulang bareng gue aja mumpung gue baik nih." Yuta menawari ke Aiko untuk pulang bareng.


"ok tapi loh jangan ngebut ya, awas loh gue penggal kepala loh sampai putus." Aiko menakuti Yuta supaya gak ngelakuin hal yang bodoh ingin ngebut saat pulang sekolah.


"iya tapi loh jangan penggal gue dong, nanti gue mati dong terus keluarga gue nangis karena gue mati karena hal konyol." ucap Yuta ketakutan dengan ucapan Aiko.


Aiko pun sudah sampai dirumah dan membiarkan Yuta di luar.


"turunin gue disini, makasih ya udah nganterin gue dan loh udah nurutin omongan gue yaitu jangan ngebut waktu pulang sekolah tadi." Aiko sambil ngelus kepala Yuta yang tadinya diam aja.


"iya, kalau gitu gue pulang ya. Dah" ucap Yuta lalu pergi dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Jangan lupa vote ya yang ada di bawah terimakasih.


__ADS_2