
Aiko dan Yuta berjalan dengan rasa gembira, yang mengendarai motor ialah Yuta karena kalau yang mengendarai Aiko bakalan gak nyampe ke sekolah. Saking pelannya Aiko mengendarai motor.
"Yuta kalau ke sekolah nanti jangan suka ajak ribut sama anak kelas lain, biarin aja tuh si Dave cari keributan biar dia kena hukuman sama gurunya." Perintah Aiko
Yuta yang mengendarai motor itu langsung kaget tiba tiba Aiko bilang gitu padahal dia gak pernah ajak ribut orang sama sekali.
"Heyy Aiko aku gak pernah ya ajak ribut sama orang! Aku aja malas kok kalau berantem ama anak lain, gini nih aku anaknya sering diem di kelas paling nggak aku mainnya sama Jeno atau gak Sohyun." Yuta menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah berantem atau melakukan kekerasan terhadap orang ataupun teman sendiri.
"Maaf Yuta. Maksudku si Alice kan dia tukang onar takutnya kamu pukuli dia biar gak bikin keonaran lagi habis gitu kamu tinggalin begitu aja." Aiko salah sebut nama Alice menjadi Yuta dan menyarankan Yuta untuk tidak menghajar habis habisan si Alice saat melakukan keonaran di kelasnya nanti.
"Iya gpp" ucap singkat
Lalu Aiko gak membuka pembicaraan hingga sampai ke sekolahan.
Yuta yang melihat itu merasa gak enak, jadi dia ingin membawa Aiko ke suatu tempat agar tidak tutup mulut lagi gara gara masalah Alice.
"Aiko kamu jangan sedih ya gara gara aku ngomongnya agak sedikit ngebentak kamu, gara gara kamu ngebicarain Alice jadi salah ucap dan menyebutkan nama aku jadi kamu diam gara gara aku kan." kata Yuta dan merasa bersalah.
Aiko yang mendengar ucapan Yuta itu tidak digubris sama sekali olehnya.
Aiko cuman diam gak mau ambil pusing takutnya aku sedikit posesif gitu saat mendengar nama yaitu Alice di pikiran Aiko saat ini.
Yuta yang melihat wajah Aiko dibalik spion sedikit tersenyum saat melihat Aiko sedikit cemberut melihat Yuta mengucapkan satu nama yaitu Alice.
Pada akhirnya Aiko dan Yuta yang sedang berbonceng di motornya itu, akhirnya sampai juga di sekolahan.
Aiko yang melihat ia sudah sampai di sekolahannya lalu turun dari motornya.
__ADS_1
"Aku tungguin ya disini kamu parkir sana motor kamu" Aiko menyuruh Yuta untuk memarkirkan motornya di parkiran
"Okay tapi kamu jangan di dekat motor banyak anak makir disitu, jadi agak jauhan ya Aiko." suruh Yuta agar sedikit minggir di kawasan parkiran.
Aiko pun menuruti perkataan Yuta lalu agak sedikit menghindar di pimggiran taman sampai menunggu Yuta keluar dari kawasan parkiran.
Tak berselang lama Aiko menunggu 10 menit akhirnya Yuta keluar dari parkiran.
"Kok lama Yuta dari parkiran? Emang disana rame banget atau gimana tuh sampai kamu gak bisa keluar dari kawasan parkiran." tanya Aiko
"Enggak cuman tadi ada kendala kayak ada anak berantem di kawasan parkiran karena rebutin cewek doang, jadi aku yang misahin tuh anak berdua." akhirnya Yuta menjelaskan satu persatu.
"Oo tapi kamu gak luka kan" Aiko sedikit perhatian kepada Yuta.
"Nggak kok cuman rambut aku kelihatan gak bagus karena habis jatuh dari parkiran gara gara nolongin anak yang jatuh dari jalanan parkiran." Yuta tidak ada luka namun ia lebih perhatian dengan rambutnya yang sedikit berantakan gara gara menolongin satu anak.
"Ya kalau gitu lebih baik hati hati aja Yuta masalahnya kan kita tuh tujuannya nolongin eh malah kena juga imbasnya sehabis nolongin." Kata Aiko
Lalu dua orang ini berjalan dengan senada, namun Aiko merasa kayak ada yang ikutin dia dari belakang firasat pun mulai gak enak dan hal itu pun terjadi kepada Yuta.
Yuta yang melihat itu langsung dapat hantaman besi baseball itu mengenai pundak dan lehernya membuat Yuta meringis kesakitan, lalu Yuta mulai tak sadarkan diri hingga akhirnya pingsan di pinggir taman.
Aiko yang melihat kejadian itu lalu ia melihat sosok pelaku yang berlarian di luat gerbang dengan mengendarai motor gedenya alias motor sport.
Dan pada akhirnya Aiko lupa bahwa ia harus bawa cepat cepat Yuta ke UKS agar dapat pertolongan pertama dari pihak kesehatan disana.
Sehingga Aiko berlarian menuju ruang guru dan memanggil salah satu guru yang berada di luar ruang guru sambil ngos ngosan sih Aiko.
__ADS_1
"PAK!!!!" teriak Aiko dari arah lapangan dan berlarian menuju ruang guru agar ditolong Yuta dari kecelakaan tadi.
"Aiko kamu kenapa nak?" tanya guru tersebut.
"Pak, diarah taman si Yuta pingsan karena ada yang memukul dia menggunakan tongkat baseball dan sekarang Yuta berada di area taman. Ayo Pak cepatt tolongin dan selamatin Yuta sekarang Pak." Aiko menyuruh guru tersebut untuk menggotong Yuta agar dilarikan ke UKS secara langsung.
Lalu guru itu panik mendengar muridnya sedang pingsan gara gara ada yang memukul muridnya itu menggunakan tongkat baseball lalu seorang pelaku melarikan diri menggunakan motor sport kearah jalan raya yang sudah tidak diketahui jejaknya berada dimana?
Aiko pun menarik guru tersebut ketempat kejadian dimana Yuta dipukul hingga pingsan diarea taman.
Dan akhirnya Aiko sampai di taman lalu melihat Yuta yang berdarah di area jidat dan memar di leher serta bahu yang lumayan kelihatan memarnya besar dan mulai sedikit meringis ketakutan Aiko saat melihat luka dan memar yang ada pada Yuta.
Guru yang ditarik oleh Aiko langsung shock melihat muridnya seperti itu, lantas ia panggilkan petugas UKS yang ada di sekolahan dengan cara menyuruh murid yang lain untuk panggilkan salah satu petugas UKS yang ada di sana.
Tak menunggu lama akhirnya Yuta di bopoh menggunakan tempat tidur lalu di dorong sampai berada di ruangan UKS serta ada alat bantu berupa alat pernafasan agar Yuta bisa bernafas lewat tabung oksigen.
Akhirnya Aiko pun lega kalau Yuta dapat pertolongan pertama, semisal Yuta sudah tidak sadar lewat UKS maka akan dilarikan ke Rumah Sakit agar dirawat secara intensif disana.
Tapi didalam hati Aiko rasanya ia sangat khawatir lihat Yuta pingsan demi nyelamatin dirinya.
Dia mikir bahwa tadi pas dijalan ia hiraukan perkataan Yuta masalah salah sebut nama, sekarang dirinya bersalah banget karena tidak memaafkan Yuta yang membentaknya gara gara salah ucap nama. Sekarang ia tidak bisa langsung memaafkan di hadapan Yuta, Yuta nya berada di ruang UKS.
Aiko berjalan dengan wajah nesu dan kurang semangat saat menaiki anak tangga satu persatu, dia masih khawatir dengan Yuta yang ingin dimaafkan olehnya namun sekarang ia lagi kritis gara gara nolongin dirinya.
Aiko merasa bersalah atas kejadian ini kalau begini maka yang celaka dirinya tidak mungkin Yuta sampai sekritis ini. Aiko merasa tidak enak dengan hatinya sekarang mau memaafkan tetapi orangnya sedang kritis.
Akhirnya sampai juga di depan kelas, Aiko langsung memasuki kelas dan meletakan tasnya di bangku sejajar dengan Yuta. Namun Yuta sekarang tidak bersebelahan dengan dirinya sekarang ia lagi sakit dan berada di ruang UKS.
__ADS_1
Aiko sekarang berada di luar kelas karena ia ingin melihat dari kejauhan sambil melihat ruang UKS yang sekarang ditempati oleh Yuta. Aiko melihat ruang UKS itu langsung menitihkan air mata karena gak sanggup melihat Yuta kesakitan tetapi dirinya bisa belajar dengan tenang.
Jangan lupa vote dan komen yang ada di bawah, dan jangan lupa stay di novel ku ini atau di novel yang lain. Terimakasih/Arigatou/Gomawo/XieXie βΊβΊβΊπ€π€π€π