
Aku kaget saat melihat kebelakang, dan ternyata yang menyetuh pundakku adalah suamiku sendiri.
Ray : Kamu mau bikin kopi apa bikin anak ?lama banget! ( sambil terukir senyum jahilnya)
Me : Apaan sih kamu... (ku cubit perutnya)
Ray : Aduh sakit sayang,... ( dengan memegang tanganku)
Me : Biarin ... ( aku kesal dan malu karena suamiku yang semakin hari, semakin aneh)
Ray : Lihat deh muka kamu kayak habis ditonjok, merah banget pipi gembulnya... ( dengan seenak hatinya dia mencubit pipiku seperti mencubit boneka aja)
Me : Ih kamu.... Sakit tau lepasin.. ( aku melepas tangannya )
Ray : Hahahaaaa bener omongan mama kalau kamu itu gemesin....
Me : Udahlah ini kopi kamu...
Akupun langsung berlari kekamar dan tak lupa mengunci pintunya. Saat aku kekamar mandi aku melihat pantulan cermin yang disitu memang terlihat pipi aku yang memerah karena omongan suamiku tadi.
Me : Ya.. Ampunnn malu - maluin banget sih, kok bisa merah gini muka aku cuma gara - gara omongan ray tadi...
Aku membasuh muka ku agar menghilangkan warna merah itu, saat mengambil handuk tiba - tiba teleponku berbunyi dan ternyata sebuah nomor baru yang menelponku. Aku engan untuk mengangkatnya tapi orang yang menelponku tak henti - hentinya menelpon, karena itu aku memutuskan untuk mengangkatnya...
Me : Hallo... (dengan nada kesal dan ketus ku)
Arya : Hallo cantik....
Me : Siapa ini?..
Arya : Calon imam kamu suatu hari nanti....
Me : kalau gak ada hal penting saya matiin...
Arya : jangan dong... Ini aku arya mei!
Me : Hisss kamu nih ar, aku kita orang jahil tau!
Arya : hahahaa aku senang deh dengar omongan ketus kamu lagi....
Me : Iya kamu juga senang kan kalau aku cepat tua gara - gara ulah kamu.
Arya : hahaa.... Jangan dong kamu tuanya harus sama aku sampai kita menutup hayat nanti.... ( penuh lulucon yang di bicarakan arya )
Me : maksutnya? ( pertanyaan polos yang ku lontarkan malah membuat arya tambah ketawa)
Arya : hahahaa kamu ini polos banget sih mei.... Maksud aku itu kamu tua nya nanti setelah kita menikah dan memiliki cucu. ( gombalan arya lagi )
Me : Ada - ada aja kamu Ar.... Siapa juga yang mau nikah sama kamu?
__ADS_1
Arya : Kamulah .... Tapi aku tahu kalau mengejar hati kamu agak sulit dan penuh pengorbanan hahhha....
Me : hahhahaaaa tau aja kamu ini...
Saat aku dan arya sedang mengobrol dengan penuh canda tawa, tiba - tiba aku dikagetkan sesorang yang tak lain suamiku sendiri.
Ray : Kamu ngomong sama siapa ? ( dengan pandangnya yang tajam melihat telepon yang masih aku taruh didepan telinga ku)
Me : Em... Itu aku tutup dulu ya bye... ( ucapku pada arya yang langsung menutup telepon tanpa menunggu jawaban arya terlebih dahulu)
Ray : Aku tanya siapa yang kamu telepon ( dengan nada agak keras )
Me : Teman aku.
Kamu kok bisa masuk ? kan pintunya udah aku kunci.. ( karena melihat suasana yang agak tegang jadi aku mencari topik bicara yang lain).
Ray : Cowok apa cewek ( masih dengan tatapan tajamnya )
Me : Cewek kok ( aku terpaksa berbohong karena aku takut membuat suamiku marah pada saat itu)
Ray : Oh .... Syukurlah kalau gitu ( terlihat wajah leganya dengan mengelus dadanya)
Me : Aku tanya kamu kenapa bisa masuk kesini?
Ray : Bisa dong kan aku punya kunci cadangannya ...
Tanpa menjawab omongan dia aku langsung merebahkan badanku dikasur dan berharap bisa cepat terlelap dalam mimpi.
Me : Kamu aja yang selingkuh gak takut dosa ...( ucapku dengan nada kecil bahkan mungkin dia tidak mendengarnya)
Tak lama suamiku juga ikut berbaring di sebelahku dan ikut terlelap juga.
Kami memang tidur satu ranjang tapi tetap saja ada guling yang memisahkan kami.
Saat masih dalam mimpi tidurku aku merasakan ada tangan yang memelukku dari belakang dan ada sebuah kaki yang menindih kakiku. Sebenarnya aku engan membuka mata tapi rasa takutku tumbuh kalau itu adalah ulah suamiku.
Me : Berat banget sih ( saat aku membuka mata aku melihat tangan suamiku yang memelukku dari belakang)
Ray : Jangan bangun dulu sayang ... ( dengan suara serak khasnya )
Aku mencoba memindahkan tangan kekar suamiku itu, tapi tanpa disengaja malah membuat tangan itu berpindah tempat ..
Ray : Aku masih rindu kamu.. ( dengan gerakan tangan menyentuh bagian dadaku)
Me : Em... ( entahlah saat itu suara itu muncul dari mana saat suamiku menyentuh salah satu dadaku)
Ray : Aku masih rindu kamu tia... ( dengan meremas kuat milikku)
Sunggun sakit milikku tapi masih lebih sakit lagi saat mendengar suamiku berbicara nama orang lain dengan menyentuhku. Tanpa sadar air mataku menetes karena hal itu,.
__ADS_1
Me : Minggir Aku mei bukan tia (dengan kasar aku menghempaskan tangannya dan dengan cepat aku belari kekamar mandi tanpa melihatnya)
Saat menutup pintu aku langsung menghidupkan shower dan menangis sekuat - kuatnya....
Ray : Meii.......( dengan berteriak dan menggedor pintu kamar mandi)
Aku tidak mejawabnya karena sungguh ini sangat menyakitkan, Bagaimana bisa suamiku sendiri menyebut nama orang lain saat bersama ku.
Ray : Mei... aku bisa jelasin tolong buka pintunya ... Meii...
Me : Iya tunggu sebentar aku buka ... (dengan suara yang sebisa mungkin aku buat tegar)
Ray : Baiklah aku tunggu....
Aku sebenarnya engan untuk membuka pintu ini dan sangat malas untuk bertemu dengan orang yang berstatus suamiku itu sekarang. Tapi aku harus mencoba tegar menghadapi keadaan ini karena status peenikahanku yang terpaksa ini.
Aku keluar dengan mengunakan kimono yang ada dikamar mandi, karena tadi aku lupa membawa baju ganti.
Arya : Mei aku bisa jelasin... kalau... ( ucapannya yang terhenti melihat aku dari bawah keatas)
Me : Kamu keluar dulu... aku mau ganti baju.. ( aku berjalan ke arah lemari tanpa melihat suamiku )
Ray : Ba.. Baiklah ( entahlah kenapa dia menjawab dengan gugup saat itu)
Sebenarnya malu untukku berpenampilan seperti ini karena bisa saja akan membuat siang tidur terbangun.....
Me : Masuklah.. (dengan membukakan pintu untuk suamiku setelah selesai perpakaian)
Saat Ray masuk dia langsung menghapiriku yang saat itu sedang memoles beberapa cream untuk wajah polosku.
Ray: Aku minta maaf karena kelakuanku tadi... dan jujur aku tidak bermaksud menyentuh badanmu, hal itu terjadi karena faktor ketidak sengajaan...
Me : Oh... ( aku hanya menjawab singkat karena ternyata suamiku sangat jijik menyentuhku)
Ray : Kamu maafin aku kan... (memegang tanganku)
Me : Iya.. Sekarang aku cuma mau ijin... hari ini aku berakat kerja lagi ( dengan melepas tangannya dari tanganku )
Ray : Kenapa harus kerja lagi ???
Me : Aku udah ijin kamu, Mau kamu ijinin ataupun nggak aku akan tetap berangkat kerja... ( dengan nada kesal yang aku lontarkan)
Aku langsung beranjak dari dudukku dan mengambil taskku untuk segera pergi dari rumah mennyakitkan ini.
Ray : Tunggu....
Aku tetap pergi dan berlari untuk menjahui dia karena aku takut akan lebih menyakitkan lagi jika berlama - lama berada disamping nya.
# Kasih aku semangat ya kak untuk up nya dengan Vote dan lake yang kakak kasih....
__ADS_1
Semakin banyak Vote dan Like semakin banyak juga aku upnyaπππ
TERIMA KASIHπππ