Suami Anehku

Suami Anehku
Eps 11


__ADS_3

Saat turun dari tangga aku melihat ada bik Inah disana yang menghampiriku tapi aku tak menghiraukannya karena sara sakit ini.


Wanita mana yang tidak sakit hatinya saat suaminya sendiri menyentuhnya dengan menyebut nama orang lain dan bahkan dengan mudahnya meminta maaf tanpa merasakan bagaimana perasaan hati istrinya.


Aku berjalan menusuri arah keluar komplek, Saat aku melihat kebelakang ternyata hanya sebuah hayalanku saja yang terlalu tinggi.


"Mana mungkin dia mengejarku sampai sejauh ini, Bodoh dia itu gak ada perasaan sama kamu! Jangankan mengejar, dia bahkan tidah menelponmu"


Dengan secara tidak kusangka saat aku sedang menangis ada seseorang yang memberiku tisu dari sampingku.


Me : Terimakasih ( aku mengambil tisu itu tanpa melihat siapa yang memberinya)


Arya : Sama - sama cantik....


Me : Arya... ( aku kaget karena ternyata arya yang sudah memberiku tissu)


Arya : Kamu kenapa kok dipinggir jalan nangis - nangis ? Jelek tahu kalau kamu nangis tu! ( dengan menghapus air mataku menggunakan ibu jarinya dan terlihat senyum ramah yang selalu dia lihatkan)


Me : Terima kasih .... ( aku langsung memeluk arya dengan erat )


Arya : Kamu bisa nangis lagi sepuas - puasnya dipelukanku mei...( dia mengelus ramputku dengan lembut)


Tanpa kami sadari ada sepasang mata yang memperhatikan kami...


Arya : Udah nangisnya?...


Me : Udah... ( aku melepas pelukan arya)


Arya : Berangkat sama aku aja ya...


Me : Iya ( Aku mengangguk kan kepala dan mengikuti arya masuk mobil)


Saat arya melajukan mobil aku melihat dari spion mobil, Ada Ray suamiku dibelakang kami tidak jauh dari tempat kami berpelukan.


Sebegitunya kah kamu tidak merasakan marah ketika aku dipeluk orang, bahkan kamu terlihat santai tanpa ada reaksi ray.


Aku merasakan air mataku menetes kembali saat melihat suamiku yang tidak memiliki hati nurani itu.


Arya : Kok nangis lagi ( dengan melirik ke arah ku)


Me : Gak papa .... ( aku menghapus air mataku dan mencoba untuk tegar menghadapi semua ini)


Aku harus kuat untuk menghadapi semua ini bagaimanapun caranya aku akan membuat suamiku mencintaiku.


Tidak terasa aku dan arya sudah sampai dikantor. Karena takut menjadi gosib baru dikantor ku, aku memilih untuk duluan masuk.


Me : Makasih ya... Tapi aku masuk duluan ya takut dibuat gosib....


Arya : Oh yaudah .....


Aku memasuki kantor dan langsung menuju tempat kerjaku . Aku berharap dengan bekerja aku bisa menghilangkan semua beban pikiran yang ada di otakku.

__ADS_1


Me : Mbk tin, ada pekerjaan yang belum selesai gak ? kalau ada biar aku aja yang ngerjain, soalnya aku pengen lembur nanti malam.... ( aku bertanya pada teman seruanganku)


Mbk Tina : Ada mei tunggu nanti aku kasih ke kamu....


Me : Makasih ya mbk...


Mbk Tina : Iya sama - sama....


Aku memilih lembur karena aku sangat engan untuk pulang kerumah itu.. Apalagi jika harus bertemu dengan orang yang berstatus Suamiku itu.


Aku nanti malam mending tidur dikantor aja lah dari pada pulang kerumah mewah tapi banyak pisau yang menancam dihatiku.


Aku kira aku akan lembur hingga malam tapi ternyata salah karena pekerjaan yang Mbk Tina kasih hanya sedikit dan hal itu membuatku tidak bisa bermalam dikantor saat ini.


Me : Aku harus kemana lagi?... Aku gak mau pulang kerumah dia! Apa aku kerumah Nadia aja ya... ( ya dalam benakku hanya ada nama nadia lah saat ini)


Aku langsung menelpon nadia dan berharap dia mau memberiku tumpangan untuk malam ini.


Me : Hallo nad..


Nadia : Hallo ada apa malem - malem nelpon aku ( dengan suara khas orang yang terganggu tidurnya)


Me : aku boleh numpang tidur ditempat kamu gak ?


Nadia : Oh... Kalau itu tentu saja boleh.... ( dengan nada penuh semangat yang ku dengar)


Me : Yaudah aku kesana sekarang...


Kami langsung menutup telepon tapi sebelum aku melangkah, aku penasaran apakan ray menelponku atau mencariku...


Tidak ada notifikasi dan telepon darinya... Bodoh mengapa kamu masih berharap dengan dia mei....


Sungguh ingin rasanya saat sudah berada dirumah nadia nanti aku menceritakan semuanya padanya dan aku sangat ingin mendapat saran darinya.


Me : Hallo nad aku udah didepan rumah kamu.... ( tanpa menjawab omonganku ditelpon dia langsung membukakan pintu untukku.)


Nadia : Ayuk masuk udah sepi ini... ( dengan menggeretku masuk kerumahnya)


Me : Nad..... ( aku langsung memeluknya setelah pintu tertutup).


Nadia : Ada apa...


Me : Hik... hik.. ( aku menumpahkan air mataku kembali dipelukan nadia )


Nadia : Kamu kenapa nangis me... Cerita sama aku kenapa kamu bisa kacau kayak gini....


Me : Aku udah gak tahan nad... ( aku melpas melukanku)


Nadia : Maksutnya...


Me : Ak..ku.... ( belun selesai dia sudah pergi meninggalkanku dan membawakan air minum untukku)

__ADS_1


Nadia : Ini diminum dulu...( dengan menyodorkan segelas air minum padaku)


Aku langsung meminum semua air digelas itu tanpa tersisa. Dan aku langsung menyuruh nadia untuk duduk disampingku.


Nadia : Sekarang kamu ceritain semua masalah kamu ke aku....


Me : Aku udah gak tahan nad sama dia.... Aku mau pisah aja.. dia selalu menyakiti hatiku bahkan dia tak pernah menganggapku ada ....


Nadia : Siapa yang kamu maksud mei...


Me : Aku sudah menikah nad....


Nadia : Apa ? Kapan kamu nikahnya kok aku gak tahu....


Me : Aku juga nikahnya dadakan kemaren nad kemaren....


Nadia : Terus kamu sekarang kenapa mau pisah..?...


Me : Aku gak tahan nad... aku sama dia nikah karena paksaan orang tuanya.. Dan sekarang aku tahu kalau dia udah memiliki kekasih bahkan dia selalu menyebut nama kekasihnya saat bersama ku nad.. hik... hiks


Nadia : Laki - laki mana yang udah ngelakuin ini sama kamu.?..


Me : Aku belun terlalu lama kenal dia tapi aku bisa ketemu dia karena pergi kekantormu...


Nadia : Pergi kekantorku ? Kemaren itu yang kamu jemput aku?


Me : Iya waktu itu aku lagi nunggu kamu dilobi tapi tiba - tiba aku dibawa orang kesuatu ruangan dan disanalah aku ketemu sama suamiku itu....


Nadia : Siapa namanya....


Me : Hik... hiks.. Ray Pratama nad .... Dia yang udah buat aku kayak gini....


Nadia : Ray Pratama ?... ( dengan tatapan penuh keheranan)


Me : kamu kenapa??


Nadia : Kamu gak salah sebut nama nya kan mei?? Dia itu CEO di perusahaanku!.... ( dengan raut wajah kagetnya)


Me : Iya aku bener emang dia suamiku sekarang .....


Nadia : Oh.... pantesan kamu jadi kayak gini !!! Gak heran aku!....


Me : Kamu kenal sama suami aku ?...


Nadia : Ya kenalah dia itu bos yang paling mengerikan dikantor, tapi setahuku dia gak pernah dekat sama wanita mei, kecuali buk heni seketarisnya .....


Me : Iya aku tahu tapi wanita yang disebut dia bukan buk heni itu tapi Tia wanita yang selalu disebut olehnya....


Nadia : Tapi setahuku Pak Ray itu rumornya dia itu ada kelainan....


Me: Kelainan apa ???

__ADS_1


#Kelanjutannya di bab selanjutnya yah kak... Jangan bosen - bosen baca novel ini😊 Dan biar aku tambah semangat nulisnya bantu vote sama like nya yaπŸ’•


__ADS_2