
Saat Nadia ingin melanjutkan omongannya tadi , bunyi teleponku berdering dan tenyata bik Inah mencoba menghubungiku. Dab ternyata Bik innah ingin memberitahuku tentang suamiku yang ternyata juga tidak pulang rumah. Entah dia dimana sekarang tapi bik Inah menghubungiku untuk menanyakan keberadaanku dan hanya bik inahlah orang yang memperdulikanku dirumah itu.
Bik Inah : No... Nona kemana?
Me : Oh saya sedang dikantor bik, Lembur... ( ucapku berbohong karena takut bik Inah memberitahu keberadaanku pada ray)
Bik Inah : Nona tidak bersama tuan ray non ?
Me : Tidak bik kenapa memangnya?
Bik Inah : Tuan juga belum pulang non, dari pagi tadi hingga sekarang...
Me : Oh... mungkin dia lembur bik..
Bik Inah : Non apa ada masalah sama tuan? Tuan pagi tadi mengurung diri dikamar non saat kembali dari mengejar non tadi! ( dengan nada khawatir yang bisa aku dengar )
Me : Bukan masalah besar kok,....
Bik Inah : Syukurlah non ... bibi lega mendengarnya...
Me : Baiklah saya tutup ya bi...
Bik Inah : Tunggu non, kalau bibik boleh sarankan. Nona jangan buat tuan kacau ya non soalnya bibik takut penyakit tuan kambuh non....
Me : Penyakit ?... penyakit apa....
Bik Inah : Bibik belum tau non penyakitnya tapi dulu saat kambuh tuan mencoba bunuh diri...
Me : Baiklah bik....
Bik Inah : baiklah non... bibik tutup dulu ya...
Timbul rasa khawatir dibenak ku saat bibik menceritakan penyakit suamiku yang aneh menurutku.
Apa mungkin lebih baik besok aku kerumah orang tua ray aja ya, tapi apa yang harus aku ucapkan saat ditanya keadaanku bersama ray nanti.
Nadia : kamu kenapa ngelamun lagi ?
Me : Gak papa kok...
Nadia: Jadi gimana mau dilanjutkan gak yabg tadi ?.....
Me : Iya jadi dia punya kelainan apa ?...
Nadia: Setahu ku dulu dia pernah di rumorkan menjadi orang gila me....
Me : Apa gila ?.. ( aku kaget bukan main )
Nadia : Iya saat itu, Pak Ray sedang mengemudi mobil dengan pacar nya dan mobil yang mereka kendarai ternyata rem nya rusak, setahuku saat kecelakaan terjadi pacar pak ray meninggal ditempat dan pak ray sampai saat itu menjadi orang gila....
Me : Tapi dia waras - waras aja nad sama aku...
Nadia : Aku gak tahu itu nyata atau cuma berita hoax aja tapi kalau aku gak salah dengar berita itu masuk dalam berita kota lima tahun lalu...
Me : Apa namanya tia ya ?....
Nadia : Entah yang pasti saat ini kamu harus hati - hati aja, jangan sampai dia kumat gila nya..... hahahha....
Me : Kampret ya kamu.....
Nadia : Oh yaudah kalau kamu lapar kamu ambil makanan dilemari seperti biasanya aja ya. Aku mau tidur dulu ... ( saat nadia pergi, aku mulai mencari informasih tentang suamiku tapi naas aku bahkan tidak kenal satu orang pun yang dekat dengan suamiku itu)
__ADS_1
Apa kah ada istri seperti aku yang bahkan tidak tahu tentang kehidupan suaminya dan bahkan tidak mengetahui rumah mertuanya sendiri....
Aku kembali mengingat siapa tahu bik Inah mengetahui rumah mertuaku itu. Akupun langsung mengirim pesan pada bik Inah dan mulai beristirahat.
Β
Me : Bik tolong kirimkan alamat rumah orang tua suami saya ya...
Bik Inah : Baik non. Jalan xxx no xxxx....
Me : Terimakasih...
Β
Saat pagi hari aku berangkat kekantor terlebih dahulu sebelum kerumah mertuaku. Dan sama seperti kemaren Arya selalu datang dimana pun aku berada dan selalu membuatku tersenyum saat bersamanya.
Arya : Pagi... Nona cantik..
Me : Eh kamu kok ada disini? ngikutin aku ya! ( karena merasa curiga pada arya yang selalu muncul didekatku)
Arya : Nggak kok.. Cuma ngikutin kata hatiku yang selalu mendekati hatimu..... ( seperti biasa dia menggodaku)
Me : Kamu ni kalau udah tau aku istri orang baru berhenti ya godaiinnya....
Arya : Gak mungkin kamu istri orang karena kamu itu istri Aku Arya Saputra hahhaha....
Me : Udalah ayo berangkat...
Arya : Baik nyonya arya.....
Aku tidak meladeni ucapan arya saat itu karena menurutku itu hanya candaan arya saja. Saat aku dengan arya akan melajukan mobil tiba - tiba ada orang berterikan memanggil ku..
Nadia : Tunggu meiiiii......
Tunggu dulu ar.... ( aku turun dan menghampiri nadia)
Nadia : Tunggu... Aku bisa ikut kamu gak berangkatnya? mobil aku mogok.... ( dengan keringat yang bercucuran didahinya)
Me : Yaudah ayo....
Aku menyuruh Nadia untuk duduk disamping arya karena aku bisa melihat tatapan mata Nadia yang berbeda saat melihat arya.
Me : Kamu duduk didepan aja aku dibelakang...
Arya : Gak bisa gitu dong me... kamu yang harus disampingku...
Nadia : Yaudah ok mei.. ( tanpa memperdulikan ucapan arya nadia langsung duduk disamping arya)
Arya : Orang Kok gak tau malu... ( dengan menatap nadia )
Nadia : Biarin kan aku mau berdampingan sama calon suamiku... ( tanpa rasa malu lagi nadia merangkul tangan arya )
Arya : Lepasin Gak....
Nadia : Gak akan aku lepasin sampai kita menutup usia hhehehe....
Arya : Awas aja sampai minta lebih....
Dan tanpa menunggu lama nadia mengambil hp arya yang ada di sakunya...
Arya : Kembalikan Hp saya.... ( penuh tatapan tajam yang diberikan arya pada nadia)
__ADS_1
Nadia : Jangan galak - galak hubby.... Aku cuma mau nyimpan nomor kamu kok...
Ya begitulah mereka sepanjang perjalanan hanya terdengar suara mereka yang selalu ribut....
Aku hanya melihat mereka dengan tersenyum karena mereka memiliki hubungan yang hangat walaupun tidak memiliki status tapi mereka bisa berkomunikasi dengan mudahnya. Sedangkan aku memiliki hubungan erat tapi tidak saling mengenal dan bahkan tidak ada komunikasi dalam hubungan .
Arya : Sutttt jangan rewel lagi.... ( dengan menutub mulut nadia dan mengelus kepalanya)
Nadia : Habisnya kamu diajak kenalan aja susah, malah ngancem akukan sakit hati hiks... hiks..
Arya : Iya .. iya kita kenalan yah...
Dengan mudahnya mereka bermesraan dalam waktu dekat setelah perdebatan yang panjang, Aku tahu sifat nadia yang manja dan mudah bergaul dengan orang lain.
Me : Kalian jadian aja deh soalnya cocok....
Nadia : Kita gak akan jadian me tapi kita akaan langsung nikah ...
Arya : Siapa juga yang mau menikah dengan kamu...
Nadia : Hiks.. Hiks... kamu kok jahat sih...
Arya : Eh ... jangan nangis lagi dong. ( dengan meletakkan kepala nadia di pundaknya).
Me : Kalian memang cocok...
Tanpa terasa kami sampai dikantor, Tetapi aku lebih dulu turun didepan kantor dan arya mengantarkan nadia kekantor terlebih dahulu.
Saat bekerja aku tidak bisa fokus pada pekerjaanku karena memikirkan keadaan suamiku itu.
Apakah ray sudah pulang? apakah dia sudah makan ? apakah dia baik - baik saja ?
Dalam benakku saat ini hanya dipenuhi rasa takut akan keadaan suamiku itu. Aku memutuskan untuk pulang lebih awal dan pergi mengunjungi rumah mertuaku. Saat diperjalanan aku mengingat bahwa aku tidak membawa buah tangan untuk mertua ku, jadi aku terlebih dahulu membeli buah tangan di super market terdekat. Tanpa disengaja aku melihat suamiku berada disebuah Cafe bersama dengan wanita cantik didepannya dan seorang pria di sampingnya.
Me : Siapa mereka ??
Karena rasa curigaku aku memutuskan untuk mengambil gambar mereka dan akan bertanya pada mertuaku nanti....
Me : Assalammualaikum.... ( dengan mengetuk pintu rumah mertuaku)
Ibu Pratama : Waalikumussalam.... (dengan membukakan pintu untukku)
Aku langsung mencium tangan beliau dengan senyuman diwajahku yang kubuat.
Me : Gimana kabarnya ma....
Ibu Pratama : Baik sayang... Ayo masuk...
Aku melihat ada banyak foto masa kecil suamiku disana dan yang menjadi sorotanku adalah foto suamiku dengan seorang wanita cantik.
Apakah ada banyak wanita didalam hatinya bahkan wanita ini berbeda dengan wanita yang ditemuinya tadi.
Ibu Pratama : Kamu kesini sendiri sayang...
Me : Iya bu.. Tadi Ray masih banyak pekerjaan.. ( kebohongan yang aku ucapkan ).
Ibu Pratama : Kamu pasti lagi berantem ya sama ray....
Me : Nggak kok buk...
Ibu Pratama : Ibu tau kok tadi malam Bik Inah memberitahu ibu semuanya. Tapi ada yang mau ibu sampaikan sama kamu tentang keadaan ray.....
__ADS_1
# Jangan lupa kasih Vote , Like , dan Share kakak biar aku tambah semngat up nyaπππ