Suami Anehku

Suami Anehku
Eps 9


__ADS_3

Saat aku membuka mata, aku melihat jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan jam 6 sore. Akupun langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan badan serta membenarkan penampilanku saat ini agar terlihat cantik dideoan suamiku. Setelah selesai dengan ritual mandi, aku melakukan kewajibanku yang tak pernah ku tinggalkan. Entah mengapa air mataku selalu ingin menetes saat mengingat semua ini, tapi aku selalu menutupi semuanya agar tidak membuat diriku lemah dimata orang.


Me : Aku gak boleh lemah..... Aku pasti bisa membuat rumah tanggaku harmonis seperti rumah tangga pada umumnya..... ( Aku mengusap wajahku ) Lebih baik aku membantu bik inah menyiapkan makan malam.


Bik Inah : Nona udah bangun... Baru saja bibik mau bangunin non... ( dengan senyum ramah saat melihatku turun dari tangga)


Me : Makasih ya bik, Maaf mei tadi ketiduran jadi gak bisa bantu bibik masak makanan....


Bik Inah : Gak papa non..... Ayo non silahkan makan,...


Me : Baiklah bih.... Oh iya apa bibik sudah makan?


Bik Inah : Bibik makannya nanti non ....


Me : kok nanti, sekarang aja bik barengan aku...


Bik inah : Gak usah non....


Me : Baiklah...


Bik inah : silakan duduk non ( dengan memundurkan salah satu kursi dimeja makan itu dan pergi menyajikan makanan)


Me : Gak usah repot - repot bik. Mei bisa sendiri kok...... (akupun tersenyum padanya)


Bik Inah : Gak papa non ini udah jadi kewajiban bibik buat ngelayani majikan ....


Me : Gak usah ngomong gitu bik... kita ini sama - sama makhluk tuhan...


aku berhenti makan saat menyadari suamiku belum pulang.


Me : Oh .... Iya bik, Suami saya belum pulang ? ( seraya pandanganku mencari keberadaan suamiku dirumah makan itu)


Bik Inah : Belum non, Tuan biasanya kalau sudah pergi jarang pulang non... ( dengan takut - takut dia berbicara )


Me : Berarti rumah ini jarang dihuni bik?


Bik Inah : Jarang non, biasanya tuan hanya hari libur menginap dirumah ini non...


Me : Bik... Apakah selain saya, suami saya pernah membawa perempuan kesini? (karena rasa penasaran dan was - was ku yang tinggi)


Bik Inah : Ada non... Biasanya seketaris tuan yang kesini...

__ADS_1


Me : Cowok apa cewek bik ?


Bik Inah : Cewek non..


Me : Seketaris yah bik ? Apa dia cantik?.... ( udah tambah penasaran dan panas hati aku)


Bik Inah : Cantik non... Orangnya juga ramah...


Me : Masih muda apa udah tuan???


Bik Inah : Masih muda non... Tapi masih cantikkan non kok... ( bibik seperti mengetahui raut wajahku yang sudah mulai kesal)


Me : Yaudah makasih bik informasinya..


Bik Inah : Non jangan marah dulu non, kan yang dicintai tuan non dan yang dipilih jadi istri tuankan non.... ( penuh keyakinan)


Aku menjawabnya dengan anggukan saja .. Dalam hatiku ingin rasanya menjawab omongan bibik bahwa kami ini NIKAH PAKSA bik, mana mungkin hati suamiku itu milikku dengan sangat mudah.


Me : Bibik bisa duduk disini bik temenin mei makan ( dengan menujuk kursi didepanku).


Bik Inah : Tapi non..... ( terlihat wajah takutnya lagi)


Bik Inah : Baik non...


Kamipun makan dengan suasana canggung karena jujur kami juga baru kenal.


Me : Bik kalau boleh tau suami saya itu sering bawa teman pulang gak??


Bik Inah : Ada non tapi itu udah lama kejadiannya dan setelah itu gak pernah kagi....


Me : Siapa bik cowok apa cewek ???


Bik Inah : Cewek non, dan dia waktu itu kesini dengan seorang anak kecil... ( dengan ucapan polos dan tanpa ada yang ditutup- tutupi yang kulihat )


Me : Anak kecil??


Bik Inah : Iya non, anaknya sangat imut dan kelihatannya tuan juga sangat menyukainya. Menurut bibik kalau non bisa ham....


Secara tiba - tiba ray datang dan menyauti ucapan bibik dengan raut wajah marah.


Ray : Apa lagi yang mau kamu bicarakan bik???.... Kamu udah gak betah ya kerja disini! ( dengan nada tinggi )

__ADS_1


Bik Inah : Ti..tidak tuan... Saya minta maaf tuan ( sembari bibik berdiri dari kursi duduknya dan berlari menghampiri suamiku untuk berlutut dihadapan nya)


Ray : Pergi kedapur dan jangan pernah ulangi ucapan tadi... ( setelah mendengar itu bibik langsung pergi kedapur dengan tergesa - gesa )


Saat bik Inah sudah tidak ada suamiku langsung pergi kekamar tanpa memperdulikan keberadaanku. Sehingga hal itu membuat nafsu makan ku hilang, dan memilih menyusulnya kekamar.


Me : Kok gak ada orangnya ( saat masuk kedalam kamar aku sama sekali tidak melihat suamiku didalam ) Apa mungkin dia mandi, lebih baik aku membuatkan dia minuman .


Saat ingin pergi kedapur, langkahku terhenti karena sebuah suara telepon di atas laci sebelah kasur. Saat aku melihatnya ada tulisan nama yang sama persis dengan kemaren yaitu " Tia sayangku" . Sewaktu aku ingin menjawab tiba - tiba, aku dikagetlan suara seseorang dari dibelakangku.


Ray : Kamu mau ngapain... (dengan lilitan handuk dipinggangnya)


Me : Nggak ngapa - ngapin kok ( sambil menaruh telepon itu kembali ) ...


Ray : Kamu jangan pernah pegang telepon aku lagi!


Me : Kenapa... ( dengan sangat kesal aku menoleh kebelakang dan menatap suamiku dengan tatapan tajam)


Ray : Gak papa sih... cuma takut kamu cemburu aja ( ucapnya santai tanpa memperhatikan penampilannya yang telanjang dada dengan lilitan handuk kecil dipinggangnya saja )


Me : Kamu gak bisa apa pakai baju dulu (aku menutup mataku dan berjalan arah pintu )


Ray : Kenapa kamu terpesona ya.... ( ucapnya tepat ditelingaku dan menghalangi pintu)


Me : A... aku gak??? Minggir aku mau buat minum kamu ( sumpah wajahku sudah merah padam )


Aku langsung menggeser tubuhnya dengan cepat dan pergi berlalu ke dapur.


Saat sampai didapur, Aku tudak langsung membutkan suamiku kopi. Karena jujur aku masih deg - degan karena ulah konyol nya tadi, bisanya dia begitu mudahnya memuji diri dia sendiri dan menggodaku dengan tubuhnya. Masih teringat dalam otakku bagaimana bentuk tubuhnya yang begitu bagus, ada lipatan diperutnya yang membentuk otot dan dada bidangnya yang ditumbuhi beberapa bulu halus. Sunggu Semua itu sangat menggoda imanku untuk menyentuh dan memeluknya terus.


Me : Tubuh dia kok bisa begitu yah? bagus banget.. kayaknya kalau dipegang keras deh tapi kalau dipeluk kayaknya hangat,


Eh... kok aku aku jadi mesum gini sih....


Aku langsung menyalakan api kompor untuk membuatkan suami mesumku itu kopi.


Dan saat aku membuat kopi tiba - tiba ada tangan yang menyentuh pundakku...


authur :" Penasaran yah kak? aku juga penasaran siapa yang menyentuh pundah mei dan bagaimana kisah cerita selanjutnya"


# Yuk kak kasih aku Semnagat dengan Vote dan Like yang kakak berikan. Ceritanya akan tambah seru lagi kak untuk dikepoin terus😁😁😁 Dan jangan bosan - bosan buat mampir dinovel aku yaπŸ’•πŸ’•πŸ’•. Terima kasihπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2