
Dinda pulang ke rumah dengan wajah muram dan suram. dia langsung menaiki tangga menuju ke kamar, tanpa menyapa ibu nya,
ibu nya menyerngitkan dahi nya "kenapa lagi dengan dia" gumam sarah.
Dinda pun merasa lelah dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size nya, "ahhh...empuk empuk deh, eh gua kok kek kenal ya guru tadi?? hummm sapa ya" Dinda bertanya pada dirinya sendiri,
Tok..Tokk..! suara pintu kamar Dinda dari luar, ternyata Sarah memanggil anak nya untuk siap² makan malam "nak bentar lagi turun makan" ucap bu Sarah dari luar pintu.
(Dinda) "iya dong mom bentar ya am coming" ucap Dinda tanpa membuka pintu
(Bu Sarah) "mom mom apanya, biasanya juga panggil ibuk" tegas Bu Sarah lalu berlalu pergi
"aish...sapa ya??..gue mau inget² humm" ucap Dinda dalam hati, Dinda pun menuruni tangga dan menuju dapur, ketika melihat makanan berjejer di meja, Dinda jadi tak berselera entah kenapa dirinya begitu, biasa nya juga makan sebakul
(Bu Sarah) "Din makan dong jangan diliatin aja"
(Dinda) "kok gak nafsu gini ya Bu,,,ga laper" jawab Dinda
ibunya berpikir ada sesuatu yang tidak beres, tidak biasanya Dinda menolak jika di tawari makan, jika di tawari makan apa saja pasti Dinda makan, asal bisa masuk ke dalam mulutnya.
(Dinda) "Bu Dinda mau tidur aja" sambil berdiri dari kursinya,
(Bu Sarah) "yaudah tapi besok kamu sarapan pagi² ya.. sebelum ke sekolah ya Din??" tanya sarah lembut
(Dinda) "hahahaha...besok kan Minggu Bu, ya kali Dinda sekolah hari Minggu emang ada guru yang ngajar?? hahaha kalau cicak iya ada Bu yang mau ngajarin" Dinda tertawa dengan hal yg tak lucu, bagi ibunya. "garing Din" ucap Sarah kepada dinda
(Dinda) "Dinda kan bukan pelawak Bu" jawab Dinda sambil ngakak meninggalkan ibunya,
Dinda memasuki kamarnya, dan langsung berbaring, "eh kek nya yang tadi itu???....hummmm OHHHH IYA ITU KAN COWOK GANTENG YANG GUE TEMUI KEMARIN AAAAAAAAAAAA OMG" teriak Dinda sangat nyaring dan sampai terdengar di dapur, ibu nya pun menutup telinga nya, dan langsung menaiki tangga menuju kamar Dinda,
Tok..Tokk!!!! suara pintu keras dari luar, Dinda segera membukakan pintu, dan ibunya langsung menerobos masuk,
__ADS_1
(Dinda) "ngapain si Bu" tanya Dinda
(Bu Sarah) "kamu tadi teriak apa??" tanya Bu Sarah kepo
(Dinda) "gak tadi ada cicak jatuh di kepala Dinda, makanya Dinda teriak" alasan Dinda
(Bu Sarah) "ibu. denger kamu teriak cowok ganteng tadi?? cyeeee" ledek ibunya
Dinda sangat heran apa maksud ibunya, bukan kah selama ini, ibunya menyuruh nya agar jangan terlalu dekat dengan lelaki, pasal nya Dinda masih sekolah, dan sekolah adalah masa² yang harus memfokuskan diri untuk belajar bukan pacaran.
(Bu Sarah) "hayoooo siapa" ucap Sarah makin kepo
(Dinda) "ga ada Bu" alasan Dinda
ibunya hanya menarik nafas, dan mengucapkan selamat malam pada anak nya dan keluar dari kamar Dinda. "huuhh lega" dalam hati Dinda
Dinda pun tidak mengingat lagi perkataannya tadi, karna memang dia sudah sangat mengantuk
kesoakan harinya, Dinda masih belum bangun dari tidurnya, jam di meja pun berbunyi sangat nyaring menunjukkan pukul 10.17,
Dinda bangun kesiangan, beberapa saat. dia bangkit dan duduk di samping ranjang ketika dia melihat jam, Dinda sangat kaget karena sudah siang dan bergegas berlari menuju kamar mandi, na'as nya dia terpeleset di lantai kamar mandi karna buru². "auhhhhh!!! OMG sakit banget pinggang gue huhu.." rintih Dinda, Dinda berusaha bangkit namun sangat sulit, dia berusaha sampai harus ngesot di lantai menuju bath tub, dan akhirnya Dinda berendam sambil menegakan badannya yang sakit,
beberapa saat kemudian Dinda keluar dari kamar mandi dengan langkah yang sangat hati² "kok sial banget gue" gerutu dinda
dia pun berpakaian rapi, dan segera menuju dapur untuk sarapan, Sarah melihat anaknya itu sangat murung,
(Bu Sarah) "kenapa kamu cemberut gitu Din?"
(Dinda) "Dinda kepleset Bu..huhu..." jawab Dinda memelas dan tangis yang di buat²
Bu Sarah hanya senyum, dan menyuruh Dinda makan, "sepi deh"gumam Dinda
__ADS_1
(Bu Sarah) "yaudah kamu jalan² aja kan ini weekend" seperti mendapat kabar gembira Dinda loncat² karena kegirangan mendapatkan ijin ibunya tanpa harus Dinda membujuk, dan ketika senang Dinda kembali murung, Bu Sarah jadi heran mengapa Dinda jadi terlihat lesu setelah bahagia barusan,
(Dinda) "Bu..uang jajan nya abis"
(Bu Sarah) "ini pake kartu kredit ibu tapi jangan di abisin" ujar Bu Sarah sambil menyodorkan kartu kredit miliknya, wajah Dinda seketika kambali ceria bagai menang lotre, wajahnya ber binar² dan tak menyangka apa yang di berikan ibunya, "apa ibu lagi gak sadar" dalam hati Dinda sambil senyum²
(Dinda) "ya Allah hamba mu beruntung memiliki ibu yang sangat baik" puji Dinda sambil menekan Suaranya,
(Bu Sarah) "ya dong" balas Bu Sarah sambil tersenyum manis, dan berpamitan pada anaknya, karna Bu Sarah dan art nya ingin belanja keperluan rumah tangga, kini di rumah hanya tinggal Dinda sendiri, Dinda kembali menuju kamar, dan membaringkan tubuh nya sambil memandangi kartu milik ibu nya, dia berkali-kali menciumi kartu itu karna sangat bahagia, sambil menyanyikan lagu
'***di suatu hari tanpa sengaja, kita bertemu..
ku yang dulu pernah terluka,
kini kembali mengenal cinta..:)
hati ini kembali temukan senyum yang hilang.
semua itu karna dia....
" oh tuhan...ku cinta dia. ku sayang dia, rindu dia inginkan dia....utuhkanlah rasa cinta di hatiku...
hanya padanya..
untuk dia***... "
Dinda tanpa sadar telah menyanyikan lagu romantis milik musisi Anji, dia heran kenapa harus menyanyikan lagu itu, dia kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan lelaki tampan kemarin, Jantung Dinda langsung berdebar, entah kenapa.. senyum tersungging di bibirnya,
Dinda segera siap² untuk jalan², dia tak akan menyiakan kesempatan ini, apalagi memegang kartu emas di tangan nya Dinda sibuk memilih baju yang ada di lemari besar nya itu, ketika beberapa saat Dinda memilih pakaian yang sesuai dengan gayanya, Dinda memilih baju kaos putih polos bertuliskan 'Sweet' menurutnya itu baju kesukaan nya dan baju kaos itu di ikat sampai kelihatan perutnya, dan di padukan celana jeans hitam ketat yang Dinda robek dari lutut sampai paha, terlihat Bar bar dan sedikit seksi, karna Dinda memiliki tubuh yang sangat sempurna, dengan lekukan yang besar, memiliki bagian belakang yang sangat montok, dan kulit yang putih mulus, tapi sayangnya Dinda hanya berdandan seperti itu ketika dia hanya jalan² sendiri, kalau di kelas atau dengan temannya, Dinda bergaya seperti biasa yaitu sedikit tomboy dan khas dengan ceplos nya,
Dinda memoles fondation khusus untuk kulit glow, sedikit memakai maskara dan eyeliner, tak lupa softlens biru no 4 yang sedikit mencolok, di tambah lip cream berwarna mauve yang terlihat sangat seksi, terlihat matanya bak boneka, penampilan wajah Dinda bak model yang sangat cantik, dinda memandangi Dirinya di cermin, puas akan hasil dandanan nya, Dinda bersiap² untuk Weekend sendirian, karena memang itu hobi nya
__ADS_1
happy reading 🌹🌹