Suami Dan Perselingkuhan

Suami Dan Perselingkuhan
BAB 15


__ADS_3

bertemu lagi _


Dinda sudah sampai di sebuah Mension mewah, dia tidak tau dan tak berniat ingin tahu.


mengembuskan napas kasar dinda memencet tombol di depan pagar, tak seberapa lama keluar seorang satpam membuka gerbang dan menyambut Dinda dengan ramah.


"non Dinda ya?" tanya satpam itu, dan di balas Dinda hanya dengan anggukan kepala.


satpam langsung mempersilahkan Dinda memasuki rumah utama, Dinda sudah sampai didepan pintu dan ingin mengetuknya. namun belum sempat mengetuk, pintu langsung terbuka dan nampaklah seorang lelaki tampan yang menjulang tinggi dari nya. dinda sampai harus menatap ke atas dan terkejut sampai terjelungkang kebelakang saling kagetnya, sedangkan yang di tatap hanya cuek dan kembali masuk ke rumah.


Dinda masuk syok ditempat dan tak tahu harus berbuat apa lagi, fikiran nya menerawang jauh "gak mungkin kan" batin Dinda meyakinkan


"Gak mungkin kan calon laki gue dia?? huaaaaa!!" teriak dinda sangat nyaring, sampai-sampai orang yang ada di dalam rumah keluar semua karena mendengar teriakkan Dinda. Sarah sampai mempelototi dinda bagiamana tidak itu sangat memalukan untuk orang tua dinda, dinda berdiri dari duduk nya yang semula sedang drama duduk di lantai sambil merenungi nasibnya itu hanya terjadi di iklan"


"mama" ucap dinda canggung


*


semua sudah ada di meja makan dalam keadaan hening, di meja yang besar terisi enam orang.


"ehem" fahri berdehem sambil menyantap makanannya, tanpa memperdulikan tatapan maut dari helen. "anak malu maluin" batin Helen kesal melihat tingkah laku putranya.


"Ah ya kusuma, ini dia putriku" ucap Hendra memecah keheningan, dan semua orang menatap dinda. yang di tatap pun jadi salah tingkah, dia menyibak rambut nya kesamping telinga.


"anak yang manis, jadi cocok untuk Fahri yang pahit" celetuk kusuma yang membuat semua yang ada di meja makan tertawa, sementara dinda dan fahri hanya diam seribu bahasa.


"Dinda" ucap sarah memberi kode kepada putrinya yang sejak tadi hanya diam saja, sedang kan fahri makin malas berada disana karena sejak kemarin fahri tau yang akan dia nikahi adalah muridnya sendiri. Fahri sudah mencoba menolak namun apa daya orang tua nya selalu memaksa, fahri tidak mau berdebat dan hanya menerimanya dengan lapang dada.


"jadi calon suami saya emang beneran Fahri om?" tanya dinda yang masih tidak terima, dinda sampai menatap sinis fahri yang ada di sampingnya. "najis gue sama es batu" tentu saja itu di ucapkan dinda dalam hati


"Ya cuma hanya dia anak yang om punya" jawab Kusuma sambil terkekeh geli melihat raut wajah dinda yang pucat, dan helen hanya tersenyum.


sementara Hendra dan Sarah hanya pasrah, karena mereka malu dengan sikap ketidak sopanan Dinda.


"bacot" gumam fahri yang hanya didengar oleh dinda, karena dinda duduk di sampingnya. sedangkan dinda hanya melongo tidak percaya dengan apa yang fahri katakan barusan, dan dinda menginjak kaki fahri yang ada di bawah meja dengan kuat.


"aww!" ringis kusuma memegangi kaki nya yang sakit, sontak dinda melebarkan mata nya gugup dan meremas gaun nya saking takutnya. apa dia salah menginjak kaki? aduh ****** ajalah


"kenapa?" tanya helen khawatir melihat suaminya kesakitan, Kusuma hanya menggeleng sambil menatap dinda. dinda di buat mati kutu dan tersenyum kaku dan kusuma kembali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana pernikahan ini kita percepatan satu Minggu lagi" usul hendra yang di angguki oleh sarah istrinya, sementara dinda melemas dan berengut pasrah.


"sangat setuju" timpal helen kegirangan, fahri hanya menonton tanpa berkomentar.

__ADS_1


"Ide bagus. akan aku urus semua" ucap Kusuma sambil menjabat tangan calon besan nya.


*


Butik *


"lama sekali" gerutu Fahri yang sejak tadi menahan kesal karena menunggu dinda sangat lama mencoba beberapa gaun, dinda menahan tawa melihat calon suami nya itu terus menggerutu.


eh apa barusan? calon suami? dinda sampai terkikik geli


fahri sudah mencoba beberapa jas pengantin yang akan dia gunakan nanti, hanya tinggal menunggu wanita yang super ribet satu ini saja membuatnya sangat jengah dan lebih memilih memainkan game online di ponselnya.


"Fahri" panggil dinda tapi terdengar seperti teriakan yang membuat fahri menghentikan kegiatannya, dan kembali menatap Dinda.


"apa?" tanya fahri malas


"aku sudah selesai, kau belum di ukur" ucap dinda berusaha bersikap sopan


"gue nanti aja" jawab Fahri cuek dan kembali memainkan ponselnya, dinda menggeram kesal bagiamana tidak? dia sudah bersikap sopan tapi fahri malah memakai kata "Lo dan Gue" itu sangat tidak di sukai dinda.


dinda lantas menghampiri fahri dan merampas ponsel yang sedang fahri pegang, fahri menyerngit dan membuang nafas pelan.


"apa" tanya fahri malas


setelah selesai urusan butik, tujuan mereka sekarang pulang.


"huft" dinda membuang nafas lelah sambil menyadarkan kepalanya di sandaran, fahri yang sedang mengemudi di sebelahnya hanya menatap sebentar lalu fokus kembali pada jalanan.


"Lo berhenti sekolah?" tanya fahri memecah keheningan, dan masih fokus mengemudi.


"Ya iyalah" jawab dinda kesal sambil memejamkan matanya, tanpa mau melihat kearah Fahri.


"kenapa?" tanya fahri penasaran, padahal jika mereka sudah menikah dia tidak mempermasalahkan jika dinda ingin tetap sekolah karena itu memang hak dinda. lalu mengapa dia memilih berhenti kan sayang?


"banyak nanya lagi lo" ketus dinda


"loh gue kan nanya baik-baik ya" ujar fahri tak mau kalah


"disuruh bokap gue yang gak adil itu tau gak!" ucap dinda kesal bercampur sakit mengingat ancaman ayahnya, dinda sangat kesal ketika ayah nya sudah memberhentikan dinda sekolah tanpa sepengetahuannya.


"sorry ini gara-gara kemauan orang tua kita" ucap fahri merasa bersalah, dan dinda juga tidak ingin menyalahkan fahri karena semua memang bukan sepenuhnya kesalahan fahri. dinda hanya mengangguk menahan air mata


"terus kalau lo berhenti sekolah mau ngapain?" pertanyaan nyeleneh dari fahri yang membuat dinda ingin menonjok kepala fahri saat itu juga, dinda menatap luar jendela karena enggan menjawab pertanyaan yang tidak penting buatnya.

__ADS_1


"kok diem?" tanya fahri


"males" jawab dinda


"suami nanya itu di jawab" ucap fahri kelepasan dan menutup mulutnya setelah berbicara seperti itu, fahri nyengir ketika melihat dinda menatap nya dengan bingung.


"maksud gue calon suami" kembali membenarkan kata-katanya, dan dinda mengangguk faham.


"Ya ngurusin elo lah!!" ucap dinda kesal


"ohhh"


"Umur gue baru mau 17 tahun ya tuhan" ucap dinda mengeluh sambil menjambak rambutnya, fahri menahan tawanya melihat tingkah lucu dinda.


"Yang sabar ya" ucap fahri dengan nada ledakan, dinda menatap sengit kearah fahri sehingga yang di tatap pun nyalinya menciut.


"a_apa?" tanya fahri hati-hati


"Lo kalau udah jadi suami gue jangan berani macem²!!" tegas dinda memperingati, fahri meneguk Saliva nya dan fikiran nya menerawang pada kekasihnya yang ada di bandung.


Fahri memang memiliki kekasih baru² ini, sewaktu dulu mereka telah menjalin hubungan sangat lama sampai ada sedikit masalah di dalam hubungan mereka, Fahri memilih memutusi pacar nya yang bernama kayla itu dan saat sekarang ketika mereka bertemu lagi, mereka menjalin kasih kembali setelah sekian lama memutuskan hubungan.


Fahri sudah menceritakan tentang perjodohan nya kepada Kayla , awal nya Kayla sangat marah tapi karena janji manis yang fahri berikan Kayla terpaksa menyetujuinya. Kayla rela menjadi yang kedua di antara rumah tangga fahri nanti.


"tidak lah" ucap fahri tegas berusaha menutupi kegugupannya, dan mobil pun sudah sampai di depan gerbang rumah dinda.


"awas aja" ucap dinda yang telah turun dari mobil dan diikuti fahri juga turun dari mobil menatap waspada pada dinda, dinda menatap curiga kepada fahri.


"aku pulang duluan ya masih ada urusan salam buat om dan Tante" ucap fahri buru-buru dan segera ingin pergi dari tempat itu tetapi belum sempat melangkah tangan nya sudah di tarik oleh dinda, fahri panas dingin.


"Lo kenapa?" tanya dinda heran, fahri tak berani menatap matanya.


"Gue ada urusan, duluan ya" ucap fahri melepaskan tangan dinda yang masih memegang tangannya, dan langsung masuk mobil dan tancap gas meninggalkan dinda yang masih terbengong di tempat.


"ada yang gak beres" batin dinda


*


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN NYA YA... :)


KARENA LIKE ITU GRATISS DAN JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN NYA


JARANG UP AKU TUH KALAU LEMOT GINI

__ADS_1


__ADS_2