Suami Dan Perselingkuhan

Suami Dan Perselingkuhan
Pingsan Saat Upacara


__ADS_3

hari ini adalah hari Senin, hari yang akan cukup melelahkan bagi Dinda. hari ini Dinda harus berangkat pagi² agar tidak telat lagi, karna hari ini upacara.


Dinda memasuki kelas sambil memasang wajah lesu, karna tadi pagi tidak sempat untuk sarapan. Rizky yang melihat kondisi Dinda langsung menghampiri nya,


(Rizky) "Lu baik² aja din?" tanya Rizky cemas


(Dinda) "baik" jawab Dinda tanpa menoleh, karna sedang memainkan ponselnya.


(Rizky) "muka Lu pucet?? kita makan dulu yuk, pasti Lu belum sarapan kan?" tanya Rizky lagi


(Dinda) "Lu aja sih, gue emang belum sarapan, tapi ntar makan juga kok abis upacara" jawab Dinda


(Rizky) "gak usah banyak alasan. ayo iku gue" jawab Rizky sambil menarik tangan Dinda


(Dinda) "eh...ehhhh Lu mau bawa gue kemana??" ucap Dinda sambil menarik tangannya kembali. tapi Rizky memegang nya dengan kuat, sehingga Dinda hanya pasrah mengikuti nya.


ketika sudah hampir sampai kantin.


Ting..Ting..🔔"ayo semua kumpul kelapangan, upacra akan dimulai sebentar lagi" suara dari kantor, Dinda segera melepaskan tangannya,


(Dinda) "Tuh kan apa gue bilang, upacra tuh" ucap Dinda sambil pergi meninggalkan Rizky. upacara pun segera di mulai. semua murid berbaris rapi dan mengikuti upacara bendera. lain dengan dinda, sudah 5 menit upacara dia mulai hilang tenaga, badan nya sangat lemas. keringat dingin mengucur deras di seluruh tubuhnya. mata nya mulai agak kabur, tapi dia berusaha agar tetap seimbang.


Fahri juga mengikuti upacara bendera hari ini, padahal dia sedikit enggang, tapi dia juga menghormati para siswa dan guru yang juga mengikuti upacara, jadi mau tidak mau di juga ikut menghadiri. Fahri sejak tadi celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang, dan dia melirik ke barisan paling depan hujung, ada seorang gadis yang sangat lesu wajahnya sangat pucat, Fahri memerhatikan nya, dan ada sedikit rasa kasihan dalam hati Fahri. Dinda tidak menyadari kalau dia sedang diperhatikan.


beberapa saat kemudian, Dinda sudah tidak kuat dan langsung pingsan, semua siswa mengerumuni dan kaget. Fahri yang melihatnya juga sangat khawatir, ketika Fahri ingin berlari menghampirinya nya, tiba² langkah Fahri terhenti. karna sudah ada seseorang yang menggendong dinda di tengah² rumunan siswa disana, Fahri menyerngitkan dahi nya, karna melihat pria yang menggendong Dinda itu, terlihat sangat histeris ketakutan dan kekhawatiran nampak di wajah pria itu. semua siswa pun disuruh bubar.


*****


di ruang UKS. terlihat Dinda sudah berbaring dengan kondisi lemah, Rizky terus menggenggam tangan Dinda. sesekali Rizky mencium tangan Dinda dengan lembut, "semoga lu baik² aja din" lirih Rizky, tak berapa lama seorang dokter datang, dan melihat wajah Rizky sangat kahwatir dokter itu tersenyum, Rizky yang melihat dokter segera menghampiri

__ADS_1


(Rizky) "dok bagaimana keadaan dia. dia sakit apa dok?? apa dia baik² aja?? dia gapapa kan dok??" tanya Rizky bertubi tubi. dokter itu hanya tersenyum.


(Dokter) "tenang aja pacar nya baik² saja. dia mungkin lupa sarapan" jawab dokter itu sambil tersenyum, Rizky yang mendengar jawaban dari dokter itupun tersenyum malu. "amin" dari dalam hati Rizky.


(Rizky) "terimakasih ya dok" jawab Rizky sambil menyodorkan tangan nya, dan di balas dokter itu. dokter itupun meninggalkan ruangan itu.


"entah kenapa gue khawatir banget sama Lo" gumam Rizky sambil tersenyum dan masih menggenggam tangan Dinda. Dinda pun mulai sadar dan mengerjapkan matanya perlahan, dia melihat ruangan yang begitu asing baginya. dengan cepat Rizky melepaskan tangannya agar tidak diketahui oleh Dinda.


(Rizky) "Lu udah sadar Din??" tanya Rizky lembut, Dinda pun menatap heran pada Rizky.


(Dinda) "Lo kok ada disini" tanya Dinda asal


(Rizky) "Lo tu bukannya terimakasih, tadi Lo tu pingsan di saat upacara" jawab Rizky ketus. Dinda menatap lembut pada Rizky, dan memegang pipi Rizky sambil mengelus nya, Rizky kaget. matanya membulat ketika merasakan sentuhan hangat tiba² dari Dinda, jantung Rizky berdebar kencang, ada sesuatu perasaan yang aneh bagi rizky.


entah setan apa yang merasuki Dinda, tiba² dia bangkit dari tempat berbaring nya, dan masih memegang wajah Rizky, Rizky Hanya mematung sekaligus Kaget. Dinda mendekati wajah Rizky sehingga wajah mereka kini sangat dekat sekali. Rizky bisa merasakan hembusan nafas Dinda. dan hidung mereka sudah bersentuhan, bukan main debaran Rizky seperti lari maraton, Rizky bingung sekaligus ada rasa senang dihatinya.


dan suara berisik tadi ternyata adalah teman mereka yang nyeleneh, yaitu Dandy ckckck...


Dandy segera masuk dan membawa beberapa makanan untuk si Dinda, Dandy menatap Dinda yang sedang tersenyum. dan dia melirik kearah Rizky yang sedang memasang wajah datar,


(Dandy) "Beib iky kenapa sih??" tanya Dandy kepada Dinda, Dinda hanya mengidikan bahu nya tanda tak tau'


(Rizky) "Din gue keluar duluan ya" Rizky berpamitan pada Dinda dan menepuk pelan bahu Dandy, dan segera meninggalkan mereka berdua.


beberapa saat kini teman² akrab Dinda sudah datang, Alfi. Fika, dan Vino pun masuk bersamaan untuk menjenguk Dinda.


(Fika) "Din lu baik² aja kan" tanya fika segera menghampiri Dinda,


(Dinda) "baik kok. makasih ya udah mau jenguk" jawab Dinda

__ADS_1


(Alfi) "Din tadi Lu udah gue absenin kok, jadi Lo gak bolos, kan tadi guru² juga tau Lu pingsang" ucap Alfi yang ingin memegang tangan Dinda, tiba² segera di tepis oleh Vino.


(Vino) "Gak usah udah modus Lu" geram Vino


(Alfi) "kok Lu yang sewot sih?? dasar pentol bakso" ledek Alfi


(Vino) "IYA..gue pentol nya. Lo Pak lek nya Hahahahahah!!!! " jawab Vino tertawa keras


(Alfi) "Jgn ketawa" ucap Alfi dengan wajah serius


(Vino) "kenapa?" tanya Vino pura² penasaran


(Alfi) "kayak kuntilanak tau?? hahahahahha" jawab Alfi tertawa garing


Dinda. Dandy. Vino bahkan Fika hanya menganga, mereka heran?? apa hal yang lucu sedang ditertawakan oleh Alfi itu, Alfi yang tersadar bahwa candaannya tadi tidak lucu, segera menghentikan tawanya. dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


beberapa saat kemudian di ruangan itu hening. mereka berempat' masih mencerna perkataan dari Alfi tadi, Krikk.....Krikk....... Suara jangkrik 😂


Alfi pun pura² bersiul. dan Dinda. Fika, Dandy bahkan Vino menahan tawanya. mereka menahan ketawa bukan karna gurauan Alfi lucu. tapi melihat ekspresi dari Alfi yang sangat absuard, Alfi pun meloncat loncat seperti orang yang sedang main karet tali, Dinda tak kuasa menahan tawanya, dan ngakak


(Dinda) "Whahahaha...Lu sakit ya Fi??" tawa Dinda sambil memegangi perutnya yang kram karena tertawa, Vino hanya tersenyum,


mereka pun sudah keluar dari ruangan itu.


tak butuh waktu lama, bell sudah berbunyi tanda pulang🔔🔔


*****"


happy reading 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2