Suami Dan Perselingkuhan

Suami Dan Perselingkuhan
bertemu lagi..


__ADS_3

Dinda sudah siap meluncur menggunakan mobil miliknya, usia Dinda memang terbilang sangat muda sekali untuk berkendara roda empat , tapi dia tidak pernah di tilang, karena dia memiliki otak mulus,,


dulu Dinda pernah di tilang, oleh polisi yang sedang bertugas, polisi curiga tapi karna penampilan Dinda yang seperti wanita dewasa, polisi pun percaya.


beberapa saat Dinda mengelilingi kota, Dinda menetapkan tujuan nya di sebuah restoran mewah, Dinda turun dengan gaya Coll nya, semua mata yang ada di restoran itu tercengang melihat Dinda berjalan, Dinda memilih meja no 65, dan langsung duduk. Dinda masih enggan memesan makanan, dia lebih memilih memainkan ponselnya,


semua laki² yang ada disana melongo, dapat melihat gadis muda yang sangat cantik dan seksi itu. tak henti² nya meraka melirik ke arah Dinda, Dinda pun tersadar karna sedang diperhatikan, Dinda melirik tajam ke arah orang² yang melihati dirinya, semua orang pun kembali seperti semula,


Dinda mulai lapar, dan memesan makanan seafood, Dinda melahap makanannya sampai tak tersisa..Dinda pun menyerahkan beberapa lembar uang merah dan menaruhnya di meja,


Dinda meninggalkan meja itu dan berlalu pergi keluar, biar pun Dinda sudah keluar tetap saja dia jadi pusat perhatian, Dinda hanya cuek saja,


Dinda meluncur lagi untuk jalan² sepuasnya, tak henti² nya Dinda bergembira, tujuan Dinda sekarang adalah Mall, Dinda pun turun dari mobil nya ketika sudah sampai, Dinda memasuki Mall. dan Dinda tetap saja jadi pusat perhatian, ada sebagian wanita yang iri melihat Dinda, tapi berbeda ketika laki² yang melihatnya, langsung melongo dan bahkan menganga melihat kemolekan tubuh Dinda, apalagi wajah nya yang membuat siapapun yang melihatnya, pasti akan mendambakan dirinya, dan seperti biasa Dinda hanya cuek saja,


Dinda masuk ke dalam ruang khusus Make Up, Dinda membeli semua peralatan Make Up, padahal dia jarang menggunakannya, dia hanya menggunakan ketika Weekend atau acara penting saja, "ludes kagak ya ni kartu" gumam Dinda,


setelah selesai Dinda memutuskan untuk memasuki restoran yang ada disana. Dinda duduk manis sambil menunggu pesanan makanannya, padahal dia baru saja makan, "Maafkan anakmu Bu,, karna kesempatan ini jarang aku dapatkan, jadi aku boros yah hehehe" Dinda berbicara sendiri sambil cekikikan, dan pesanan Dinda pun datang,


Dinda melahap makanan nya, tanpa sadar dari tadi ada orang yang memperhatikan dirinya, Dinda melirik sekilas dan terkejut. orang yang dari tadi memperhatikan Dinda sepertinya orang yang dia kenal, "EHHH ITU KAN?? AAAAAAAA" jerit Dinda dalam hati. Dinda menatap orang itu lekat², sambil tersenyum. tapi orang itu kembali memalingkan wajah nya, Dinda yang sudah selesai makan, seperti biasa membayar di meja nya,


orang itu keluar duluan tanpa melihat Dinda, Dinda sebagai manusia kepo pun, mengikuti orang itu dari belakang. dia tak sadar sama sekali dengan keberadaan Dinda, ketika sudah di parkiran, "Heiiii tunggu!!!" teriak Dinda sambil menenteng paper bag belanjaan nya.


lelaki itu pun menghentikan langkahnya, dan melihat keberadaan gadis itu yang sudah ada di depan nya. mereka saling menatap, Deg..Deg..! debaran jantung Dinda yang sangat kuat, Dinda pun menjadi gugup saat di tatap oleh lelaki yang sangat tampan, ya lelaki itu adalah FAHRI' tanpa basa-basi Dinda memulai pembicaraan,


(Dinda) "Eh elu kan yang kemarin??" tanya Dinda sambil tersenyum simpul,


(Fahri) "YA" jawab Fahri cuek, Fahri menatap wajah Dinda lekat². Fahri sebelumnya, tidak yakin bahwa gadis yang di lihatnya di restoran tadi, adalah gadis yang dia temui waktu itu. karena wajah gadis yang di lihatnya sekarang nampak sangat berbeda, Fahri menatap Dinda dari atas sampai bawah, dan melongo "Gila seksi banget" ucap Fahri dalam hati. Dinda heran kenapa Fahri hanya diam,


(Dinda) "Woyy kesembet???" teriak Dinda


(Fahri) "ah enggak" jawab Fahri gugup, dia pun mengalihkan pandangannya ke arah lain jantung nya berdebar entah kenapa,


(Dinda) "lu pak guru gue kan?? hehe" tanya Dinda cengengesan


(Fahri) "Hem"


(Dinda) "panggil pak guru, atau panggilan Lo gue aja ni???" tanya Dinda ceplas-ceplos


(Fahri) "terserah" jawab Fahri singkat


Fahri pun meninggalkan Dinda, dan langsung masuk ke dalam mobil sport nya. Dinda tidak terima karna di cuekin, Dinda pun nekat masuk ke dalam mobil Fahri, Fahri pun terkejut apa yang di lakukan oleh Dinda, Dinda hanya tersenyum manis,

__ADS_1


(Fahri) "ngapain Lu disini?? Turun!!" tegas Fahri


(Dinda) "gak Ahh.."ucap Dinda santai, sambil menaikan kaki nya ke atas, Fahri terkejut Bukan Main, Dinda tidak sadar atas perlakuan nya itu, Fahri melihat paha mulus Dinda di balik celana bolong² jeans ketat nya itu, Fahri bengong dan menelan Silva nya dengan susah payah, Dinda pun tersadar dan segera menurunkan kakinya, Dinda sangat malu bukan main,


(Dinda) "ah..ya hahaha..gue lupa bawa mobil sendiri, gue turun dulu ya haha" ucap Dinda tertawa yang di buat² untuk menutupi malu nya, Dinda segera turun cepat² dan langsung masuk ke dalam mobil miliknya sendiri, "Sialan malu banget gue, ya ampun...ni kaki sialan kenapa lagi pake di naikin ke atas segala" gerutu Dinda menyalahkan dirinya sendiri.


tiba² Tok..Tok..Tok..! suara kaca mobil Dinda dari luar, Dinda segera membuka kaca mobil nya, dan dia sangat terkejut,


(Fahri) "nih belanjaan Lo ketinggalan di mobil gue" ucap Fahri ketus sambil menyerahkan paper bag milik Dinda. Dinda pun meraihnya, dan Dinda tak bersuara sama sekali.


"Lu bisu??" tanya Fahri


(Dinda) "kagak" jawab Dinda sambil merenung, tatapan nya kosong


(Fahri) "Lu kesembet ya" tegas Fahri


(Dinda) "kagak"


(Fahri) "Oh ya gue lupa nama Lu siapa ya??" tanya Fahri lagi


(Dinda) "kagak" jawab Dinda tatapan nya pun masih kosong.


(Fahri) "apa lu Tuli ya??" tanya Fahri lagi


(Dinda) "kagak"


(Dinda) "ah maaf gak sengaja' Lu sih ngagetin gue..emang tadi Lu ngmong apa??" tanya Dinda tanpa merasa bersalah


(Fahri) "nama Lu gue lupa" jawab Fahri berusaha menahan amarahnya,


(Dinda) "ohhhh..gue Dinda. Lu siapa gue juga lupa nama Lu??" tanya Dinda balik


(Fahri) "FAHRI" jawab nya tegas dan jelas, segera meninggalkan Dinda, dan masuk ke dalam mobil sport nya, mobil Fahri sudah menghilang. dan Dinda tetap saja merenung, entah apa yang di rasakan Dinda saat ini, dia pun tak mau berlarut larut. dan segera menuju pulang, padahal masih banyak waktu untuk jalan².


********


di rumah


"Ibu..............! ibu dimana aku kangen!!" teriak Dinda yang sangat nyaring, ibu nya segera menghampiri Dinda, dan langsung membekap mulut Dinda yang sangat berisik itu.


(Bu Sarah) "kenapa sih harus teriak²," tegas Bu Sarah

__ADS_1


(Dinda) "gpp Bu kangen ajah..." jawab Dinda manja


Bu Sarah menyerngitkan dahi nya, ada yang aneh dengan putri ajaib nya ini, "Mana kartu kredit ibu Hem??" sambil menyodorkan tangan meminta kartu nya kembali


(Dinda) "ini Bu..aku gak belanja banyak kok, ini buktinya aku pulang cepat kan" jawab Dinda sambil memberikan kartu milik ibunya. ibu nya yang lugu hanya percaya begitu saja, dan langsung pergi ke dapur untuk memasak.


"YeSss" gumam Dinda sambil tersenyum sangat manis, prasaan bahagia karena belanja Make Up mahal hihi


Dinda sengaja menaruh belanjaannya di ruang tamu, agar ibunya tak mengetahui, Dinda segera berlari dan menenteng belanjaannya ke kamar, "akhirnya..." ucap Dinda


******


Dinda segera turun kebawah untuk makan Malam bersama dengan ibunya. Dinda duduk di meja makan, dan segera meraup lauk yang dia inginkan, ibu nya melotot melihati Dinda, Dinda sadar ibunya memperhatikan dirinya segera menoleh ke depan, "ada apa Bu?" tanya Dinda polos


(Bu Sarah) "belanja apa aja kamu hah" ucap Bu Sarah menekan suara nya. Dinda pun menghentikan makannya, dan wajah nya yang ceria tadi berubah menjadi pias, degup jantung nya tak beraturan, "mati gue" ucap Dinda dalam hati.


(Dinda) "an..anu..Bu" jawab Dinda gugup


(Bu Sarah) "kamu tu Din ga pernah mau berubah, ini semua gara² papah kesayangan mu terlalu memanjakan mu!!" ucap Bu Sarah masih melotot


(Dinda) "Bu Dinda janji ga akan ulangi lagi" Dinda masih gugup


Sarah hanya menari nafas dalam² dan menurunkan nada Suaranya, dia tahu ini semua juga karna suaminya, yang selalu memberikan apapun yang Dinda inginkan, sehingga Dinda menjadi manja, Bu Sarah bukan nya pelit kepada anaknya, tapi dia hanya ingin Dinda lebih menghargai uang, karna Dinda sekali belanja tidak tanggung² jumlahnya,


(Bu Sarah) "abis makan, tidur besok kamu sekolah" ucap Bu Sarah sambil meninggalkan meja makan dan menyuruh Art untuk membereskan meja ketika Dinda sudah selesai makan.


"ini emang salah" gumam dinda. tiba² Bu Sarah datang lagi dan mencium kening anaknya itu, Dinda kaget, "maafkan ibu nak..ibu sudah marah²" tegas Bu Sarah lirih


(Dinda) "ibu ga salah, ini salah Dinda, Dinda janji akan berusaha berubah menjadi seperti yang ibu mau" ucap Dinda tulus


(Bu Sarah) "iya nak makasih" sambil memeluk anaknya itu,


(Dinda) "Dinda yang berterima kasih kepada ibu, karena udah membesar kan Dinda sampai sekarang" Bu Sarah tak kuasa menahan air matanya,


(Bu Sarah) "tidur sana besok pagi kamu harus sekolah" sambil melepaskan pelukan nya. Dinda pun menurut dan langsung menuju ke kamar nya untuk istirahat.


*****


di dalam kamar Dinda merenung, apa yang terjadi hari ini melelahkan, dan segera ia menarik selimut untuk tidur, tak lupa matikan lampu kamar, dan menyalakan lampu tidur,,


Dinda sudah berada di alam mimpi..

__ADS_1


Happy reading 🌹🌹


__ADS_2