Suami Dan Perselingkuhan

Suami Dan Perselingkuhan
Pulang sekolah penuh drama 2


__ADS_3

POV AUTHOR


Dinda pun menyusuri taman sekolah sebelum pulang, setelah puas melihat-lihat dia memutuskan untuk langsung pulang,


(Dinda) "males banget deh gue pulang" gerutu Dinda


setiba nya dia pertengahan jalan dinda ingin memesan taxi online, dan membuka aplikasi,


tak butuh waktu lama taxi nya pun datang, dan dinda segera masuk


(Dinda) "pak anterin saya ke komplek mawar" kata dinda yg memberi tahu tempat dan nomor rumah yang ingin dia tuju. yaitu jalan rumah nya sendiri.


(pak supir) "baik" jawab supir taxi online itu singkat,


ketika beberapa saat dan Dinda memperhatikan supir itu yang sedari tadi memandangi Dinda di balik kaca mobil, Dinda yang merasa risih pun memalingkan wajah nya ke jendela mobil


(pak supir) "non sendirian aja??" tanya supir


"Ya" jawab Dinda singkat karena dinda mulai sebal melihat tingkah supir taxi itu. supir itu hanya senyum² genit pada Dinda


(Dinda) "pak bisa gak jangan ngeliatin orang kayak gitu" kesal dinda, lalu supir itu hanya senyum², karna kesabaran Dinda mulai habis dia meminta di turunkan di tengah jalan saat itu juga.


(pak supir) "jangan non kasian ini bentar lagi sampai kok" jawab supir itu, tetapi Dinda tetap ngotot ingin turun, supir itu hanya pasrah dan memberhentikan mobil nya. Dinda langsung memberi ongkos pada supir itu


(Dinda) "pak lain kali kalo nyupir yang becus jangan liatin orang Mulu" marah Dinda sambil turun dari mobil dan menghempaskan pintu mobil. supir itu hanya membalas tingkah Dinda dengan senyuman nya, dan berlalu pergi


(Dinda) "Tu supir gimana sih kata nya rumah gue bentar lagi nyampe?? ini masih jauh kali" keluh dinda. dinda yang merasa haus mampir ke kedai kopi untuk membeli minuman yang kebetulan ada di depan nya, dari luar sampai ke dalam kedai Dinda mengomel tentang supir genit tadi, semua mata tertuju pada Dinda


(Dinda) "mbak minuman kopi satu botol" ucap Dinda pada pelayan kedai


(pelayan) "ini mbak" sambil memberi botol kopi pesanan Dinda, dan dinda segera membayar nya dan langsung keluar dari kedai


(Dinda) "panas banget cuyy,,ini nih enak nya tidur di bawah kipas angin nih" gerutu Dinda sambil meminum kopi di tangan nya , tak terasa minuman nya sudah habis dan dinda langsung membuang kebelakang tanpa melihat sekitar,,tiba tiba.....


Brughhhh.. botol minuman dinda mengenai orang yang ada di belakan nya

__ADS_1


(Fahri) "shitttt...!! kurang ajar sapa sih yang buang botol minuman sembarangan" marah Fahri, Dinda sengaja pura² tidak mendengar nya, dan langsung melangkahkan kakinya lagi. "Woiiiii Lu budeg Ya??" teriak fahri


(Dinda) "eh aku kayak denger suara orang tapi dimana ya??" kata² Dinda yang sengaja tanpa menoleh ke arah Fahri


(Fahri) "Lu kira gue setan apa?? gak keliatan gitu" Fahri berteriak lagi dan menghampiri dinda.


(Dinda) "ohh elo?? gue kira tadi emang mahluk halus yang ngomong wkwkwkw" kata dinda yang tanpa merasa berdosa sedikit pun, Fahri pun sangat kesal


(Fahri) "Lu harus tanggung jawab ini dahi gue udah benjol gara² Lu" marah fahri pada dinda sambil menunjuk dahi nya yang memang memerah gara² botol minuman dinda


(Dinda) "ele ele meni galak sih aa" kata dinda yang mengeluarkan bahasa logat sunda nya sambil tertawa terbahak bahak, melihat fahri yang meringis


(Fahri) "mau tanggung jawab atau gue bikin perhitungan sama Lo" tantang fahri, dinda hanya diam dan memandangi wajah orang yang tak dia kenal itu "ya tuhan gue mimpi apa ya tadi malam, hari ini gue liat cowok ganteng banget gini, kulit nya putih bersih. badan nya tinggi dan atletis bibir nya merah kayak buah delima. hidung nya tuh mancung banget, ya tuhan, apalagi lesung pipi nya aduhaiiiii" puji Dinda dalam hati yang melamun melihat kesempurnaan orang yang ada di hadapan nya itu


(Fahri) "Lu budeg ya?? dari tadi gue ngmong malah bengong" ujar Fahri yang dari tadi marah² tapi hanya di lamunin oleh Dinda


(Dinda) "ya deh gue obatin aja ya" kata dinda sambil tersenyum simpul, fahri yang melihatnya Dinda hanya menyerngitkan dahi nya


(Fahri) "yaudah masuk di mobil gue" jawab Fahri sambil menuju mobil nya dan di ikutin oleh dinda dan langsung masuk ke dalam mobil tanpa basa basi.


(Dinda) "ini Mobil Lo??" kata dinda yang takjub melihat mobil sport mewah fahri


(Dinda) "hahaha apaan sih" kata dinda yang malu² Dinda sadar kata² nya tadi emang norak. di sepanjang jalan dinda hanya diam dan melamun, fahri sesekali melirik dinda yang ada di samping nya "cantik" batin Fahri ketika melihat Dinda


(Dinda) "Oh ya kita mau kemana nih??"


(Fahri) "diem aja. kita mau ke rumah gue, dan Lu gak usah takut gue cuma mau Lo tanggung jawab dan obatin luka gue" jawab fahri ketus


(Dinda) "ohh"


(Fahri) "Lu tu kalo abis minum jangan buang sampah sembarangan lagi, itu gak baik tau gak" nasehat Fahri pada Dinda


(Dinda) "suka² gue sih, emang jalan tadi tu milik nenek moyang Lo" jawab dinda sewot


(Fahri) "untung gue penyabar" gumam fahri pelan, tapi di dengar oleh dinda

__ADS_1


(Dinda) "penyabar apaan baru luka segitu doang minta di tanggung jawab in segala, lagian yah luka gitu mah gak usah lebay" sindir Dinda pada Fahri


(Fahri) "serah Lu" jawab Fahri tanpa melirik ke arah dinda. dan langsung melajukan mobil nya ke tempat tujuan


disepanjang jalan hanya terdengar kesunyian, tidak ada yang berbicara


****


dan beberapa saat kemudian, sampai lah mereka di tempat tujuan yaitu kediaman rumah fahri..


ada seorang satpam penjaga, membukakan pintu gerbang,, sambil tersenyum menyambut kepulangan tuan rumah nya


dan mobil sport Fahri masuk, dan memarkirkan nya di garasi mobil.


Dinda hanya bengong menatap dari luar rumah Fahri, yang begitu luar biasa desain dan interior nya sungguh membuat mata Dinda takjub dan sambil menganga "buset gila ni orang kaya kali ya?? rumah gue juga gede, tapi gak Segede ini huh" ucap Dinda dalam hati


(Fahri) "Lu mau turun? apa gua kunciin dalam mobil"


(Dinda) "hah??" Dinda terkejut


"cih galak amat sih Lo untung ganteng, kalau muka lu Buluk emng gue bikin tambah buluk tuh muka" gumam Dinda


(Fahri) "hah?? Lo bilang gue ganteng??" Fahri tersenyum saat Dinda memuji nya, walau pun itu pelan tapi di dengar oleh fahri


(Dinda) "GR banget loh? gantengan juga si Joko" Dinda meledek Fahri


(Fahri) "siapa Joko?? pacar kamu ya" tanya Fahri penasaran


(Dinda) "bukan. itu tukang kebun rumah gue hahahahaha" Dinda tertawa puas


(Fahri) "serah Lo" ucap Fahri kesal dan masuk kedalam rumah..


Fahri heran kenapa di belakang nya masih tidak ada gadis yang di bawanya tadi,


"WOY Katrok cepetan masukk!" teriak Fahri pada Dinda

__ADS_1


Dinda pun berlari dan mengikuti Fahri masuk


happy reading🌹🌹


__ADS_2