
kesoakan pagi nya, seperti biasa.
Dinda pergi ke sekolah, ntah kenapa hari ini dia merasa bahagia.
sepanjang sekolah dia senyum² ntah lah,,
Fika pun menghampiri Dinda..
(Fika) "Woyy kesembet yakk???" teriak Fika persis di telinga Dinda
Dinda pun mendengus kesal, "dasar bodoh" gumam Dinda
(Fika) "Lu bilang gua bodoh Din??"
(Dinda) "kagak, lu salah denger"
(Fika) "Halah lu kira gua tuli"
(Dinda) "lu yang bilang kok"
Dinda pun segera meninggalkan Fika dari tadi ngomel², "kok dada gue sesak gini ya" rintih Dinda .tak berapa lama rizky menghampiri Dinda
(Rizky) "lu sakit ya Din kok pucet banget sih" Rizky pun memampah tubuh Dinda di kursi sekolah,
(Dinda) "maksih ya ky"
(Rizky) "santai"
tak berapa lama bell masuk pun berbunyi🔔
semua murid berhamburan masuk ke dalam kelas, di dalam kelas Dinda hanya diam dan berbaring di tangan nya, murid yang lain asik bergosip, ada yang main game, dan ada juga yang pacaran. Dinda pun menatap malas pada semua temannya,
beberapa saat, semua murid terdiam, sedangkan Dinda dari tadi hanya berbaring tak mengetahui kalau ada guru, semua murid tertegun melihat guru baru mereka, ada yang senyum² genit. tapi guru itu hanya membalas dengan senyuman cool nya yang membuat seisi kelas mabuk kepayang oleh senyuman bibir nya yang merah itu.
Ya Fahri putra Chandraguna, guru baru di sekolah itu, dia memperhatikan setiap murid yang ada di kelas tersebut, pandangan nya tertuju pada kursi paling pojok. yaitu kursi tempat Dinda duduki, dia pun menghampiri Dinda yang sedang tertidur di kelas tersebut.
(Fahri) "kalau gak mau sekolah pulang!" teriak fahri
Dinda reflek langsung terbangun dan..
__ADS_1
Brughhhhhhhh!! kursi Dinda terjatuh dan Dinda pun ikut terjatuh ke belakang "aduhhh siapa sih!" teriak Dinda balik
Fahri pun membulatkan mata nya melihat Dinda, ya dia masih ingat wajah gadis kemaren yang melempar botol ke wajahnya.
Fahri hanya tersenyum kikuk
(Fahri) "kamu kalau mau tidur jangan di kelas" ucap Fahri
Dinda pun seperti mengenal suara itu, dan Dinda meliriknya, dan Dinda sangat terkejut "whatt? kok dia" gumam dinda
Dinda pun bangun dari lantai dan mentap sekilas dan langsung menundukan kepala nya "maafkan saya pak" ucap Dinda lirih
Fahri pun menghela nafas pelan
(Fahri) "ya sudah kamu silahkan duduk" dan Fahri kembali ke depan, semua mata murid tertuju pada Dinda, mereka pun menatap sinis pada Dinda, dan hanya di balas Dinda dengan jempol bawah
(Fahri) "untuk semua murid disini, perkenalkan saya guru baru disini, nama saya Fahri putra Chandraguna. saya harap murid semua bisa menerima saya" Fahri memperkenalkan dirinya,
"baik pakk!!" jawab murid serentak
dan ada s anak murid yang sangat genit bertanya sesuatu pada Fahri,
(murid 2) "pak boleh minta nomor Whatsapp gak?? siapa tau ada pelajaran yang mau di bahas kek gitu"
(murid 3) "pak minta foto bareng dong pak" teriak murid itu
Dinda yang melihatnya pun menjadi kesal, "dasar genit" gumam Dinda
sumua murid mengerumuni guru ganteng itu, ada yang minta foto, ada yang minta tanda tangan bahkan meminta nomor ponsel, Fahri hanya mengelus dadanya, dan fahri meminta semua murid untuk duduk kembali, ketika semua sudah pada duduk, Fahri pun mencatat nomor nya di papan tulis sekolah
"itu nomor ponsel saya" ucap Fahri
semua murid pun segera mengeluarkan hp mereka masing² untuk mencatat nomor fahri,
tidak dengan dinda, dia hanya menatap malas pada guru itu, "bodoh nomor aja pake di sebar segala" gumam Dinda
Fahri menatap heran, dari semua murid yang mencatat nomor nya, hanya Dinda yang tak menghiraukan nya, Fahri hanya tersenyum pada Dinda, dan Dinda pura² tak melihat nya,
"menjengkelkan" bathin Dinda
__ADS_1
semua murid pun mengikuti pelajaran dari Fahri, semua murid tampak semangat
bell istirahat pun berbunyi🔔
semua murid berhamburan keluar,
Dinda pun mengemasi semua buku nya, dan ketika hendak berdiri lagi, Dinda pun merasakan sesak lagi "ya tuhan kok dada ku sesek terus dari tadi" ucap Dinda lirih
Dinda mencoba berdiri, namun tak bisa. dia pun mengatur nafas nya setelah agak Baik, dia pun keluar menuju kantin untuk menemui teman² nya.
*****
Fahri berada di dalam ruangan guru khusus untuk dirinya, ruangan khusus hanya untuk dirinya sendiri. di dalam ruangan nya sangat luas dan ada berbagai fasilitas seperti AC, kulkas, dan bahkan ruangan nya nampak seperti apartemen mewah, karna Kusuma Chandraguna sangat menyayangi anak nya itu, sehingga dalam kehidupan Fahri sangat sempurna, tanpa kekurangan sedikit pun.
****
di kantin
Dinda menyusul teman² nya yang sedang makan
(Dinda) "heee Barbie lu liat Fika kagak??" tanya Dinda melirik Dandy
semua teman laki² nya itu menatap heran ntah siapa yg dinda ajak bicara
"Lu tuli ya" teriak Dinda di telinga Dandy
(Dandy) "gak kok?? emang tadi lu panggil gue Barbie ya?" tanya Dandy polos
Dinda hanya menatap malas pada teman² nya, Dinda pun memesan makanan, seperti biasa Dinda makan tanpa menawari teman² nya
seperti biasa jahil nya Alfi sengaja mengupil di depan Dinda, Dinda hanya fokus pada piring nya, "Din lu liat deh ni" kata Alfi memancing emosi Dinda, agar memberikan nasi goreng itu,
(Dinda) "kagak" jawab Dinda jelas
(Rizky) "Din lu tadi kok megangin dada lu?? lu sakit parah ya??" ceplos rizky, Dinda pun menatap tajam ke arah nya "serem" bathin Rizky menatap Dinda
(Dinda) "Lu kalau ngmong pikir dulu dong, Lu nyumpahin gue sakit parah" teriak Dinda kencang, seisi kantin pun menatap heran pada Dinda, Dinda pun hanya senyum² "ntar lu kunyuk...!! gue rebus lu" ucap Dinda pelan tapi masih dapat Rizky dengarkan, Rizky hanya merinding ngeri membayangkan nya,
****
__ADS_1
bel masuk pun berbunyi tanda semua harus masuk kelas🔔🔔