
Deg
Ferdi sangat terkejut mendengar seseorang memanggil nya ia sangat mengenali suara ini
ia tersenyum bahagia tapi seketika senyum itu hilang dan menggelengkan kepala nya pelan
"nggak mungkin dia disini, nggak mungkin.. " ucap Ferdi lirih tak mempercayai yang ia dengar barusan
"Heii... ini aku, maaf aku udah pergi ninggalin kamu... " ucap sesha kembali setelah panggilan sebelum tak direspon oleh Ferdi
kali ini Ferdi tak mungkin salah dengar lagi ia segera menoleh melihat arah suara
mata nya berkaca menahan tangis nya karena sangat bahagia melihat sesha nya berada didepan nya
lagi lagi senyum nya hilang wajah nya sedih kembali
"tapi ini pasti mimpi lagi seperti yang sudah sudah...
dia nggak mungkin balik lagi, Arrrggghhh " teriak Ferdi frustasi yang membuat sesha sangat panik dengan sikap Ferdi
__ADS_1
tante Keana dan juga arief mendengar teriakan Ferdi mereka segera memasuki kamar guna melihat apa yang telah terjadi
"tapi ini aku Sesha Fer kamu nggak lagi mimpi... " ucap sesha meyakinkan kembali Ferdi dengan tersenyum kecut, hati sesha bimbang ia merasa sangat bersalah karena diri nya Ferdi menjadi seperti ini
Ferdi sadar ia menyadari bahwa ini semua nyata diam diam dia menggigit bibir nya keras
"sakit" ucap Ferdi lirih ketika bibir nya mengeluarkan darah segar ia menghampiri wanita nya dan tersenyum ke arah sesha
"Bodoh... kenapa harus lukai diri sendiri begini... " ucap sesha khawatir menyeka darah yang mengalir disudut bibir Ferdi
segera Ferdi raih tubuh mungil sesha kedalam dekapan nya dengan erat ia sangat merindukan sosok ini
"aku mohon sama kamu jangan pergi, jangan pergi lagi dari hidup aku... " pinta Ferdi kepada wanita nya
sementara Arief yang mendapati istri nya berada dalam dekapan pria lain ingin sekali rasa nya ia merebut milik nya,
rahang nya mengeras dan tangan nya mengepal menahan amarah, Keana menyentuh kepalan tangan arief dengan lembut mencoba menenangkan arief sebisa mungkin Keana tahu ini sangat berat untuk nya
"aku tahu kakak bisa kok... " ucap Keana sedih kepada arief perlahan kepalan tangan itu melemah, dan mengusap wajah nya kasar ia pergi meninggalkan kamar tersebut,
__ADS_1
Sesha perlahan melepaskan pelukan Ferdi membuat Ferdi mengernyitkan dahi nya
"kenapa? kamu nggak menginginkan aku lagi? " tanya Ferdi kepada sesha
"eh.. nggak gitu fer.. aku nggak enak sama tante kalo lama lama dikamar kamu.. " ucap sesha ber alasan
"tapi aku masih pengen berdua dulu sama kamu atau jangan jangan kamu udah ada pria lain selain aku,iya?" ucap Ferdi memegang bahu sesha
sesha sempat kaget dengan pertanyaan Ferdi ia tak mungkin berbohong ia juga tak mungkin bilang sejujur nya
"aku lapar, kita makan yuk! " ajak sesha semangat kepada Ferdi,
mereka turun dari atas Ferdi tak lupa menggandeng wanita nya dengan erat senyum nya tak pernah hilang dari wajah tampan nya
mereka sampai diruang makan Ferdi melihat Arief juga berada disini ia menyapa nya dengan senang
"lo disini juga, sejak kapan? " tanya nya
"kita barengan kesini nya," jawab Arief mencoba tenang mata nya menatap tangan mereka, sesha yang menyadari nya langsung melepaskan tangan nya
__ADS_1
Ferdi mengernyitkan dahi nya, ia merasa ada sesuatu yang salah pada sesha...
padahal dulu sesha lah yang selalu minta untuk digenggam tangan nya kemanapun mereka berada tapi sekarang...