
suara tubuh Arief yang terpental ke arah pohon besar membuat diri nya seketika tak sadarkan diri dengan darah segar yang kental membasahi kemeja putih yang dikenakan nya
sementara didalam mobil sopir menyeringai melihat tubuh Arief terpental lompat dari dalam mobil ia menyeimbangkan laju mobil nya dan mencari ponsel milik nya
Sesha mencoba menghilangkan pikiran pikiran buruk yang menghantui perasaan nya hati nya tak tenang selalu mengingat suami nya
drrrttt drrrttt drrrttt
"semua nya berjalan lancar pak.saya sudah melakukan tugas yang anda perintahkan,"!!
ucap seseorang dari balik telfon Ferdi
"kamu udah pastikan ??"tanya Ferdi memastikan semua nya berjalan lancar sesuai keingan nya
"saya pastikan pak...ia jatuh ke jurang "ucap seseorang dibalik telfon itu yang tidak lain adalah sopir yang mengendarai mobil yang ditumpangi oleh Arief
Ferdi menutup telfon nya dengan senyum yang mengembang di sudut bibir nya
__ADS_1
"kamu kenapa,terus tadi siapa yang telfon kamu?"tanya Sesha penasaran dengan orang yang tadi menghubungi Ferdi
tapi Ferdi tak menggubris
"kita udah sampe.."ucap Ferdi memandang Sesha dengan penuh kemenangan
"Fer...kamu...mm"ucap Sesha terbata bata
"kenapa??kamu khawatir sama suami kamu ya??mau kita cari? balik lagi?"tawar Ferdi dengan wajah tanpa ekspresi
Ferdi melajukan mobil nya memutar balik arah
"kamu hanya akan jadi milikku dan selama nya jadi milikku"seru Ferdi didalam hati karena penghalang cinta nya telah ia runtuhkan walaupun harus dengan cara yang kejam
1 jam berlalu namun sama sekali tak ada mobil yang ditumpangi oleh Arief
kegelisahan dan kekhawatiran Sesha bertambah ia takut terjadi sesuatu kepada suami nya
__ADS_1
"tunggu ....tunggu stop Fer itu bukan nya sopir yang nganter Arief kan??ia itu dia benar.."Ucap Sesha heran karena melihat sopir itu berjalan kaki ditepian jalan dengan banyak luka di tubuh nya
"ok kita samperin dia ,kamu tenang dulu oke?"ucap Ferdi menenangkan Sesha
"ya Tuhan pak kenapa sampai begini,?suami saya mana,? kenapa bapak sendiri "tanya Sesha dengan sangat khawatir melihat kondisi sopir yang ada didepan nya tanpa suami nya
"ia pak kemana Arief,kenapa bapak nggak bareng sama dia,adapa sebenarnya?"ucap Ferdi berdalih
"maaf pak ferdi...bu Sesha...itu..pak Arief...."ucap sopir tersebut dengan terbata bata menahan sakit ditubuh nya
"ia Arief??suami saya kenapa dia dimana pak jawab dong pak"desak Sesha dengan tangus yang tak mampu ia bendung lagi
"mobil yang kita bawa rem nya nggak berfungsi bu Sesha jadi kita berdua lompat dari dalam mobil,pak Arief lompat dulu sebelum saya juga lompat dari dalam mobil bu saya juga nggak tahu sekarang pak Arief ada dimana saya berjalan mencoba mencari pertolongan bu,saya minta maaf bu...."jelas sopir itu dengan nada lemas..
"nggak,nggak mungkin ini terjadi kenapa ini terjadi pada Arief??Fer...ini nggak mungkin kannn....ini bohong kan...ini cuma mimpi kan..."tanya Sesha mencoba mencerna semua yang terjadi pada nya dengan hati yang hancur mendengar penuturan dari sopir itu
"aku juga berharap ini semua mimpi Sha,tapi ini bukan mimpi ini semua kenyataan,"ucap Ferdi seakan akan ia pun tak mengetahui semua yang terjadi
__ADS_1