
tanggal pun telah diresmikan seminggu lagi Rey dan Sasha akan menikah tentu sudah mendapat restu dari orang tua masing masing Mereka sibuk mempersiapkan pernikahan mereka Sesha pun ikut sibuk membantu saudara kembarnya akan melangsungkan pernikahan dengan sahabatnya...dimulai dari feeting baju pengantin dekorasi dan catering semua telah mantap tinggal menghitung hari yang telah ditetapkan
ditaman Sasha sedang duduk memainkan ponselnya dan arief mendatanginya
Arief:"Sha"panggil arief membuat wanita itu menengok sekilas lalu menghadap ke layar
ponselnya kembali
Sasha:"adapa rief?"
Arief:"Lo udah yakin sama keputusan lo,?" pertanyaan arief membuat sasha berhenti menggerakan jarinya diatas ponsel
Sasha:"maksud lo?"
arief:" gue pribadi agak gimana gitu sama Rey.Sesha pernah cerita soal Rey salah mengenali kalian....dan pernah nyatain perasaannya juga ke sesha..."jelas arief membuat Sasha sedikit berfikir juga tapi langsung ia buang jauh jauh pikiran itu,
Sasha:"gue udah yakin sama keputusan gue,gue harap lo ngerti rief"ucapnya meninggalkam pria itu sendiri
arief:"semoga itu cuma perasaan gue ajah,semoga berjalan lancar..."
__ADS_1
hari yang ditunggu pun telah tiba sasha tetlihat gugup ditemani adiknya masih didalam kamar memoles wajahnya membantu memperbaiki make up sasha
Sesha:"it's okey kakakku...jangan gugup bentar lagi lo bakal jadi nyonya Reyhan Bramantiyo..."
Sasha menarik nafasnya dan membuangnya lewat mukut berkali kali ia lakukan itu...
tok...tok...tok
Arief:"sayang,udah siap belum pengantin wanitanya pak penghulu udah dateng tuh..."
Sesha:"ouh oke kita segera keluar .."
dengan gugup Sasha keluar dari kamar menuju tempat yang telah disiapkan,
bentar lagi ,permainan baru dimulai dari sekarang,,Sesha sayang tunggu aku..
setelah acara selesai orang orang pun berangsur angsur meninggalkan rumah itu satu persatu
dikamar Sasha telah menghapus riasan diwajahnya mengganti gaunnya memakai baju tidurnya...
__ADS_1
Sasha:"aku buatin kamu kopi mau?"tanya sasha kepada Rei yang memperhatikan sasha sedari tadi
Rei:"boleh,"
Sasha langsung menuju ke dapur membuatkan kopi untuk suaminya tapi saat hendak memberikan kopi dia merasa perutnya merasa tidak enak ia melihat sekeliling melihat Sesha melintas dia memanggil adiknya agar memberikan kopi kepada Rey karena Rey tadi sudah memanggilnya dari kamar sementara Sasha akan pergi ke toilet sebentar
tok..tok..tok
Sesha membuka pintu kamar penganten baru itu...dia melihat Rey tengah berbaring diranjang yang sudah tersusun oleh bunga mawar berbentuk hati...aku menaruh kopi itu dimeja samping ranjang miliknya...
Sesha:"ini kopinya Rey,,tadi sha....mmm"aku belum selesai melanjutkan perkataanku tapi Rey dengan sigap melumat bibirku tanpa ada kelembutan sampai kelabakan dibuatnya...aku mendorong nya
Sesha:"ini aku Rey,bukan Sha...mmmm"lagi lagi dia melumat bibirku terus menerus aku berlinang air mata aku tak bisa melawan karena tanganku dia tahan menggunakan tangan kirinya sementara tangan kanannya dia gunakan untuk meremas kedua payudaraku,aku meronta mencoba melepaskan diri tapi hasilnya justru Rey semakin menggila melakukan serangan demi serangan terhadapku...
klek..pintu terbuka Sasha menyaksikan adegan yang sangat menyakitkan suaminya air matanya tak sanggup ia tahan
Sasha:"Sesha Rey,apa yang kalian lakukan"ucap sasha lemas dengan yang mereka lakukan...
Rey terkejut mendapati Sasha memanggil Sesha tapi itu hanya pura pura padahal sebenarnya dia tahu kalau yang dibawahnya adalah Sesha bukan istrinya
__ADS_1
Sesha:"No sha aku bisa jelasin ini nggak seperti yang kamu lihat Rey pasti salah mengenali aku lagi iya kan Rey,,"Rey hanya diam dengan penjelasan dan pertanyaan yang Sesha tuturkan dengan air mata yang sedari tadi tak kunjung henti
Arief yang sedang mencari istrinya mendengar keributan berasal dari kamar Sasha,dia mencoba mendekati kamar itu