
Sasha:"nggak ada Rey,"
Sesha:"ya udah kalo gitu gue tinggal dulu,mau siap siap berangkat kekantor..."
Reyhan:"kita jalan yuk"ajak Rey
sementara Sesha sudah sampai didepan kantor suaminya para staf menyambutnya dengan ramah dia segera masuk ke ruangan suaminya..
Sesha:"rief?"
Arief:"hei sayang"mencium bibir Sesha kilas
Arief:"bawa apa kamu hari ini bebby??"
Sesha:"kesukaan kamu,kamu makan dulu nih aku lansung kekantor yah?"
sebelum beranjak arief terlebih dahulu menarik istrinya duduk dipangkuannya melumat bibirnya dengan gemas membuat Sesha hampir kewalahan mengimbangi ciuman suaminya turun hingga keleher istrinya...tangannya membuka kancing kemeja yang dikenakan istrinya mulutnya tanpa henti bermain di leher jenjang Sesha
Sesha:"heii kita dikantor sayang..."
arief:"ruanganku kedap suara kok..kita lakuin disini yah?"
Sesha tak menjawab suaminya ia menikmati sentuhan demi sentuhan yang arief berikan padanya ia memainkan dada istrinya hampir dia membuka semua pakaian yang ia kenakan tapi terhentikan karena telepon kantor berdering
__ADS_1
"pak meeting 15 menit lagi dimulai.."ucap sekertaris Arief ditelepon
arief:"ah iya tunggu.."
Sesha:"kenapa?"tanya Sesha melihat ekspresi suaminya muram...
Arief:"maaf ya sayang kita lanjutin dirumah nanti malam..aku lupa kalo sebentar lagi ada meeting."
Sesha:"ck,kamu tuh ya dasar nggak tanggung jawab gini,,"
arief:"aku lebih tersiksa sayang dari pada kamu.."
Sesha pergi menuju keparkiran mobilnya dengan hati kesal..
Rey:"hampir 3tahun,kenapa?"
Sasha :"pernah suka?"selidik Sasha
Rey:"mmm kenapa nanya gitu?"
Sasha:"nggak papa pengen tahu ajah
Rey:"pernah kemaren aku malah nembak dia,sebelum kita ketemu...tapi dia nolak aku dia bilang dia udah nikah..aku kaget sih kan setauku yang nikah kamu sama arief ternyata emang Sesha yang nikah,oh ya kok bisa sih Sesha nggak ngrti dr awal kalo dia tuh yang sebenernya bakal nikah sama Arief..kenapa harus begini kan ribet jadinya..."
__ADS_1
Sasha:"mmm Arief yang mau semua ini..dia mau bikin suprise gitu sama Sesha tapi idenya konyol juga aneh menurutku...nggak tahu juga mamah aku setuju ajah...aku awalnya sempat nggak setuju juga ..tapi akhirnya ya udah lah biarin gimana ntarnya,,tau taunya Sesha bisa nerima semuanya.."jelasnya panjang
Rey:"ouh gitu,tunggu aku ada sesuatu buat kamu,tapi tutup dulu mata kamu.."pintanya
Sasha:"apaan sih?"
Rey:"udah tutup aja matanya"
Rey memcoba mencari sesuatu yang ada disaku celananya setelah ketemu dia membuka itu dan itu adalah sebuah cincin berlian
Rey:"maukah kau menjadi istrikuu?"menghadapkan cincin itu ke arah Sasha perlahan Sasha membuka matanya yang didepannya membuat dia terbelakak,sangat terharu dengan apa yang dilakukan Rey dia menangis mengangguk mengiyakan lamaran Rey pria yang ia kenal sebulan ini
entah mengapa Sasha langsung menerimanya tanpa mempertimbangkannya kembali
Rei memakaikan cincin itu dijari manis Sasha dan lansung memeluknya erat
Sasha:"aku bakalan kabarin ke orang tua aku secepatnya"
Rei:"ok sayang"tangan Rei meraih dagu Sasha perlahan mencium bibir mungil milik sasha dengan sangat lembut
Sasha membalasnya dengan hati bahagia...
Sasha:"udah malem pulang yuk!"ajak Sasha menghentikan kegiatan merek,dia tak ingin lebih dari ini sebelum dia menikah mungkin ini menjadi alasannya selalu dicampakkan oleh pacarnya sebelumnya...Sasha hanya sebatas memberi ciuman bibir selebihnya dia jaga dengan baik hanya untuk suaminya
__ADS_1