Suami Keduaku Seorang CEO

Suami Keduaku Seorang CEO
Episode 19


__ADS_3

Sementara itu Alfin yang sedang duduk di balkon kamarnya memandangi langit yang gelap tanpa ada bintang berwarna yang menghiasi, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka menampilkan sosok ibunya.


"Fin" panggil mama Eva


"Iya ma, ada apa??" tanya aylfin tanpa menoleh


"Mama mau bicara sama kamu nak!!" ucap mama Eva


"Ya udah bicara aja ma!! Alfin dengerin kok" jawab Alfin masih enggan menoleh ke arah mamanya.


Mama Eva menghembuskan nafas pelas, rupanya Alfin masih merasa sakit di tinggalkan Syifa, mama Eva ingin Alfin bahagia dan mendapatkan wanita yang sepadan untuk dirinya.


"Sampai kapan kamu akan seperti ini ? lupakan dia, masih banyak wanita yang lebih baik dari dia" jelas mama Eva


Kini Alfin menoleh dengan ekspresi menahan amarah, dia tidak suka mamanya terlalu ikut campur urusan hidupnya, selama ini Alfin sudah sangat menurut kepada mamanya tapi semenjak kepergian Syifa dia jadi anak yang keras.


"Kalau mama kesini hanya untuk becara seperti itu, silahkan mama keluar dari kamar Alfin" ujarnya dengan menahan marah.


"Mama lakuin ini karna mama peduli sama kamu nak, mama gak mau kehilangan kamu anak mama cuman kamu Fin, harapan mama cuman kamu Fin mama sayang banget sama kamu" jelas mama Eva dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.


Melihat mama nya menangis Alfin jadi tidak tega.


"Maafkan Alfin ma, bukan maksud Alfin menyakit perasaan mama" ucap Alfin sambil memeluk mama Eva dengan erat


"Iya Fin, apa kamu mau menuruti keinginan mama?? apappun itu" tanya mama Eva


"Iya ma, Alfin akan lakuin apa aja buat mama asal mama bahagia" jawab Alfin


Mendengar itu mama Eva tersenyum licik rencananya berjalan dengan lancar.

__ADS_1


"Menikahlah dengan Citra Fin" ucap mama Eva dengan tegas.


Degggg


Alfin langsung melepaskan pelukan mamanya, Alfin terdiam dengan omongan mamanya, gimana mungkin secepat itu mamanya menyuruh Alfin menikah sementara dia belum ada sebulan bercerai dengan Syifa.


"Tapi ma, kenapa harus menikah" tanya Alfin


"Kamu gak boleh nolak Fin, tadi kamu udah janji loh sama mama, kamu tenang aja pilihan mama pasti yang terbaik untuk kamu Citra itu anaknya baik kok, rajin, sopan lagi" jawab mama Eva


"Tapi kan aku belum ada sebulan cerai sama Syifa ma, masa udah harus nikah lagi, Alfin juga pengen kerja dulu" banta Alfin


"Kamu akan tetap kerja walau udah nikah Fin, pokoknya mama mau kamu nikah sama Citra titik, kalau kamu gak mau mama akan bunuh diri" ancam mama Eva


"Mama bicara apa si, ya udah afinitas berfikir dulu beri Alfin waktu seminggu" ucap Alfin


"Ok mama beri kamu waktu seminggu" jawab mama Eva


Alfin mengacak rambut frustasi,dia benar-benar tidak menyangkah mamanya akan melakukan ini..


---------


Waktu terus berputar, malam pun kembali datang saat itu Syifa sudah menyiapkan kepergiannya untuk segera pergi dari desa ini, swjujurnya dia tidak tega meninggalkan anak nya yang masih sangat bayi tapi kalau terlalu lama Syifa di rumah itu semua warga desa akan curiga kalau Azka adalah anak Syifa, dia tidak mau membuat ayah dan ibunya malu untuk kedua kalinya..


Tujuan Syifa adalah ke kota Jakarta, dia akan mencari pekerjaan di kota besar tersebut entah keberanian dari mana dia akan pergi ke kota itu, sedangkan tidak ada sanak saudaranya disana tapi Syifa benar-benar ingin kesana semoga saja dia mendapat kesuksesan suatu hari nanti Syifa dan Azka dapat hidup berkecukupan.


Syifa memasukan pakaiannya ke dalam tas yang besar, dia mengecek semua identitas dirinya supaya tidak ada yang tertinggal, Syifa juga memasukan 1 stel pakaian Azka jika dia sangat merindukan Azka maka dia akan memeluk baju yang dia bawa.


Air mata terus mengalir membasahi pipi mulusnya, dalam hati dia terus berdoa semoga disana dia akan hidup dengan baik-baik saja, dan akan bertemu dengan orang-orang yang baik sesekali dia menciumi Azka seakan berat untuk berpisah dengan anak nya tapi Syifa terpaksa, entah seperti apa Azka tumbuh kelak akankah dia mengenali wajah ibu kandungnya.

__ADS_1


Hal pertama yang Syifa lakukan adalah mencari kontrakan atau kos-kosan yang agak murah, supaya pas sampai disana dia langsung ada tujuan tidak terlontang-lantung tidak jelas, beruntungnya Syifa langsung bergabung di grup lowongan kerja Jakarta, jadi dia langsung memposting keinginannya kalau dia lagi mencari kontrakan, ada banyak yang menawarkan dengan harga yang berbeda-beda tapi ada satu komen ibu-ibu yang membuat Syifa tertarik, diapun langsung menghubungi no ibu-ibu tersebut.


Cukup sekali terdengar sambungan telepon pun tersambung....


"Halo, ini siapa ya?" suara ibu-ibu di seberang sana


"Halo, maaf apa ini betul dengan ibu Yeni??" tanya Syifa


"Iya benar, maaf ini siapa ya?" kata bu Yeni


"Perkenalkan saya Syifa bu, tadi saya yang post cari kos atau kontrakan di Jakarta bu" ucap Syifa


"Oh yang tadi ya, gimana?? " tanya bu Yeni


"Saya tertarik bu, tapi saya bisa lihat nya besok minta alamatnya ya bu besok kalau udah sampai disana saya kabari" jawab Syifa


Ibu Yeni langsung memberikan alamat kosan nya setelah itu sambungan telfon terputus.


Syifa beralih ke samping anak nya, dia terus memandangi wajah Azka yang tertidur sangat pulas tak lupa dia juga mengambil foto saat azka karna tertidur jika dia mencintai azka maka akan dia pandangi foto itu.


Tidak terasa sudah pukul 01 dini hari tapi rasa kantuk belum juga menyerang Syifa, dia melihat Azka seprti nya haus Syifa langsung menuju dapur dan membuatkan Azka susu.


Tepat pukul 03 pagi Syifa akan segera berangkat, dia akan pergi secara diam-diam, di samping Azka tidur Syifa meletak kan sebuah surat untuk ayah dan ibunya serta uang untuk kebutuhan Azka.


Syifa melangkah dengan sangat lambat sesekali dia menoleh ke arah Azka yang masih tertidur,airmatanya pun mengiringi langkah perjalanan Syifa, tiba di pintu depan Syifa terbuka dengan sangat pelan dia takut ketahuan.


Akhirnya Syifa bisa keluar dari rumah nya dengan aman, keadaan masih sangat gelap tapi dia beranikan untuk segera sampai di terminal agar tidak ketinggalan mobil, Syifa terus berjalan meski terkadang rasa takut menghinggapi, setelah 30 menit berjalan Syifa sampai di terminal ia langsung membeli tiket untuk tujuan Jakarta.


Sebelum berangkat Syifa membeli beberapa cemilan dan minuman tidak lupa mengisi handphone nya dengan pulsa, setelah sholat subuh semua penumpang langsung naik ke mobil karna sebentar lagi akan segera berangkat, Syifa kembali menangis ia ingat dengan azka.

__ADS_1


"Maafkan bunda ya nak, maaf kalau bunda udah ninggalin Azka tapi bunda janji bunda akan cepat pulang " batin Syifa.


Mobil pun perlahan bergerak menjauh, Syifa duduk di dekat jendela.


__ADS_2