
Keesokan pagi nya Dita langsung mengajak Syifa untuk ikut ketempat kerjanya.
"Aduh aku gugup Dit, gimana kalau aku gak keterima" ucap Syifa
"Di coba aja dulu, entar kalau gak keterima aku akan temenin kamu cari kerja di tempat yang lain" kata Dita menyemangati.
Mereka langsung naik angkot untuk membawa mereka ketempat kerja Dita, jarak dari kosan mereka ke tempat kerja tidak terlalu jauh hanya menempuh waktu 15 menit mereka telah sampai di depan sebuah kafe..
"Ini tempat kerja kamu Dit ?" tanya Syifa sambil memperhatikan sekeliling kafe tersebut.
" Iya Fa, yok masuk" ajak Dita menggandeng tangan Syifa
Mereka berdua masuk, sampai di dalam kafe keadaan nya masih sangat sepi karna memang belum waktunya buka, Syifa di suruh menunggu karna manajer kafe tersebut belum datang, Syifa duduk sambil memperhatikan Dita dan teman-temannya lagi sibuk membersihkan kafe tersebut.
"Siapa tu Dit" tanya Adi kepada Dita.
"Oh itu Syifa mas Adi, dia teman kosan aku katanya mau cari kerja terus aku ingat kalau disini lagi butuh karyawan makanya aku bawa dia kesini" jelas Dita
Adi hanya ber oh saja, dia terus memperhatikan Syifa.
Tidak lama kemudian sang manajer datang dan Dita langsung menghampirinya.
"Selamat pagi pak" sapa Dita.
"Pagi Diyt, ada apa?" tanya pak manajer
"Begini pak, kemaren kata bapak kafe kita butuh karyawan satu lagi jadi saya mau memperkenalkan teman saya pak, siapa tau cocok pak buat kerja disini" jelas Dita
"Oh iya, suruh dia keruangan saya sekarang" pintanya.
"Baik pak" Dita langsung pergi dan mengahampiri Syifa.
"Fa ayok ikut" aja Dita pada Syifa
"Kemana Dit? apa pemilik kafe nya uda datang??" tanya Syifa
"Iya ayok ikut, katanya kamu di suruh keruangan nya, nama manajer nya Gilang panggil dia dengan pak Gilang ya Fa" kata Dita menasehati.
"Iya Dit" jawab Syifa.
Dita langsung menyuruh Syifa masuk keruangan Gilang sang manajer, ada perasaan takut di hati Syifa.
"Coba aja dulu lah" batin Syifa menyemangati..
Tok tok tok.
syifa mengetuk pintu
Setelah terdengar suara dari dalam yang mempersilahkan Syifa masuk, Syifa membuka pintu secara perlahan dan pandangan Syifa langsung tertuju pada sosok lelaki yang umurnya mungkin sama seperti ayahnya.
"Permisi pak" kata Syifa
"Kamu teman nya Dita ya?? ayo silahksn duduk"
"Iya pak perkenalkan saya Syifa, dan ini surat lamaran kerja saya pak" ucap Syifa dengan menyerahkan amplop coklat yang berisi surat lamaran Syifa.
Pak Gilang langsung mengambil nya dan membaca satu demi satu berkas lamaran Syifa.
"Kamu belum ada pengalaman bekerja sama sekali ya??" tanya pak Gilang.
__ADS_1
"Iya pak, tapi saya janji akan bekerja dengan baik pak" ucap Syifa
"Ok baiklah kamu akan saya terima, bagi saya tidak penting masalah pengalaman yang penting kinerja kamu baik, dan ini seragam kamu besok kamu sudah bisa langsung kerja" jelas pak Gilang sambil memberikan baju seragam untuk Syifa.
"Terima kasih pak, saya janji akan bekerja dengan baik, kalau gitu saya permisi ya pak" ucap Syifa
Pak Gilang hanya tersenyum dan mengangguk.
------
Tidak terasa waktu semakin cepat berlalu, kini sudah sebulan Syifa di jakarta dan ini sudah saatnya dia mengirim sebagian gajinya untuk Azka anaknya.
Sebelum berangkat bekerja Syifa mampir dulu ke bank untuk mentaransfer uang ke ayah nya di kampung.
Setelah semuanya selesai Syifa langsung pergi mencari angkot untuk mengantarnya ke tempat kerja, sambil menunggu angkot datang Syifa mengaktifkan kartu sim yang sudah lama iya non aktifkan karna Syifa tidak mau ayah dan ibunya terus menghubungi dia..
Dan benar saja setelah kartu nya aktif sudah banyak sekali pesan masuk dari kedua orang tuanya, tapi Syifa tidak berniat untuk membalas pesan itu , Syifa pun langsung mengetik pesan untuk ayahnya kalau uang nya sudah ia transfer.
"Ayah, uangnya untuk bulan ini udah Syifa transfer maaf kalau jumlah nya tidak banyak karna Syifa baru bekerja, mungkin belum cukup untuk membeli kebutuhan Azka tapi Syifa janji akan bekerja lebih giat lagi, ayah sama ibu tidak usah khawatirin Syifa, disini Syifa baik-baik saja" .
Itulah isi pesan Syifa, setelah pesan itu terkirim Syifa kembali menonaktifkan no nya..
" Maafkan Syifa ayah " batin Syifa dengan menyeka air matanya...
Tidak lama kemudian angkot yang di tunggu Syifa akhirnya datang juga, Syifa langsung naik, setelah 20 menit perjalanan Syifa sudah sampai di kafe tempat dia bekerja, hari ini Syifa jadwal nya sip siang.
Saat mau masuk ke kafe Syifa bertemu dengan Dita yang akan segera pulang.
"Udah mau pulang Dit ?" tanya Syifa
"Iya Fa, aku duluan ya kamu hati-hati dalam bekerja !" ujar Dita
"Ok" jawab Syifa dengan jari membentuk hurup O..
"Selamat siang semuanya" sapa Syifa pada teman-teman nya.
"Siang Syifa, makin cantik aja ni" ucap Adi
"Hehe mas Adi bisa aja" kata Syifa dengan tersipu malu
"Modus itu Fa jangan di dengerin" sahut Malik dengan mengejek.
"Hahhaha" Syifa tertawa terbahak-bahak
Bekerja di kafe memberikan suasana baru untuk Syifa, dia mempunyai teman-teman yang sangat baik padanya.
***********
Jam 08 malam semua karyawan kafe sudah pulang, karna memang kafe tempat Syifa bekerja hanya sampai jam 08 malam.
"Kamu pulang sama siapa Fa ?" tanya Adi
" Biasa mas naik angkot kalau udah gak ada bisa mesan ojek" jawab Syifa
"Ayok aku anterin" ajak Adi
"Enggak usah mas nanti mala ngerepotin, biar Syifa naik ojek aja" ucap Syifa menolak.
"Udah gak papa kok, ayok naik itung-itung hemat ongkos kan" ujar Adi tetap maksa untuk mengantar Syifa pulang.
__ADS_1
Akhirnya dengan bujuk rayuan Adi, -Syifa mau di antar pulang, sepanjang perjalanan Adi tak henti-hentinya untuk mengajak Syifa mengobrol.
Tidak lama kemudian mereka telah sampai di kosan Syifa, setelah Syifa turun Adi langsung pamit untuk pulang, sementara Syifa masuk kedalam kosan nya.
Seperti biasa setelah pulang bekerja Syifa langsung mandi dan makan malam bersama teman-teman di kosan nya, Syifa sudah sangat hapal sama teman-teman nya mereka semua sangat dekat, tapi yang tau kalau Syifa adalah seoarang janda itu hanya Dita.
"Apa itu kak" tanya Syifa pada Redi.
"Ini brosur kampus Fa, kamu mau daftar kuliah" jawab Ridi dengan menyerahkan brosur kampus yang dia dapat saat pulang kerja tadi.
Syifa mengambil brosur tersebut, dia memperhatikan kampus itu, di gambarnya saja sudah sangat bagus apalagi kalau melihat secara langsung, begitu fikir Syifa.
"Ini pakultas kedokteran kak, Syifa mana ada biaya untuk kuliah disini" jawab Syifa sembari menyerahkan kembali brosur itu.
"Eh tapi kampus itu lagi buka beasiswa loh Fa, kalau kamu mau di coba aja siapa tau lulus" jelas Adi.
"Hemm, ah tapi aku gak yakin kak" jawab Syifa ragu.
"Kamu belum coba udah gak yakin Fa, kamu itu masih muda kejar dong cita-cita kamu, ingat Fa jika kita bersungguh-sungguh pasti akan berhasil" ujar Redi menasehati..
"Nanti aku fikirin deh kak" kata Syifa masih dengan keraguan..
"Gak usah di fikir lama-lama, sini ayok daftar" ajak Redi dengan menarik tangan Syifa untuk duduk di sebelahnya, kemudian Redi langsung mengambil laptopnya dan segera membuka website untuk membuka tempat pendaftaran beasisiwa, untung itu di buka 24 jam.
"Nah selesaikan! ini kamu jawab soalnya" ujar Redi menyerahkan laptop pada Syifa agar Syifa dapat menjawab soal-soal tersebut.
Syifa langsung mengambil laptop Redi dan fokus menjawab soal-soalnya, karena memang Syifa sudah perna kuliah kesehatan dan dia memang anak yang cerdas jadi Syifa dapat menjawab nya dengan sangat mudah.
"Udah kak" kata Syifa menyerahkan kembali laptopnya pada Redi
"Wah cepat sekali Fa, aku yakin kamu lulus" ucap Redi kagum dengan kemampuan Syifa.
"Aamiin, doa kan aja ya kak" pinta Syifa.
"Pasti itu" ucap Redi.
Karena hari suda larut malam Syifa masuk ke kamar kos nya, dia tidak terlalu banyak berharap untuk hasil nya, karna dia tidak ingin kecewa tapi jika memang dia lulus di sana dia akan sangat bersyukur.
Akhirnya Syifa terlelap dalam tidurnya.
Tepat pukul 05 pagi Syifa bangun untuk melaksanakan sholat subuh, dia selalu mendoakan anaknya semoga Azka selalu di beri kesehatan..
Setelah melaksanakan sholat subuh entah kenapa dia rindu dengan Alfin mantan suaminya, memang tak muda bagi Syifa untuk melupakan Alfin walau bagaimanapun dia pernah menjadi istri nya...
Ngomong-ngomong soal Alfin, saat ini Alfin sudah menikah lagi dengan wanita pilihan ibunya, pernikahannya di gelar dengan sangat meria bahkan banyak stasiun tv yang menayangkan hari pernikahan Alfin, saat itu Syifa sangat terkejut dengan berita di tv.
"Memang aku bukanlah sosok yang benar-benar kamu cintai mas, karna secepat itu kamu menikah lagi, semoga kamu bahagia mas" kata Syifa dengan memandangi foto dirinya dan Alfin yang masih dia simpan sampai sekarang.
Buliran air bening kembali membasahi pipinya, Syifa kembali menangis, dia sakit kenapa dia belum bisa melupakan Alfin.
"Bahkan kamu tidak berusaha untuk mencari keberadaan anak kamu mas,hiks,hiks" kata Syifa lagi.
Ketukan pintu membuyarkan lamunan Syifa, dia langsung menyeka air matanya dan beranjak untuk membuka pintu..
Saat pintu terbuka, ternyata itu adalah Dita yang suda siap untuk berangkat bekerja .
"Udah mau berangkat ya Dit" tanya Syifa
"Iya Fa, mata kamu kenapa ?? kok bengkak, kamu nangis lagi ya??"
__ADS_1
"Aku gak papa Dit, udah sana kamu berangkat ! entar telat lagi" usir Syifa pada Dita, sebenarnya bukan karena takut Dita telat tapi dia tidak ingin Dita banyak bertanya yang sudah jelas Dita tau jawaban dari Syifa.
"Iya iya, tapi kamu jangan nangis terus dong, kamu harus bisa move on ingat masih banyak cowok di dunia ini" canda Dita.