
Sementara di rumah seperti biasa ibu Ana akan bangun pagi dan membuat sarapan, dia heran biasanya Syifa sudah bangun, tapi mungkin Syifa cepek pikir bu Ana.
"Ibu kak Syifa belum bangun ya??" tanya Salsa yang sudah bangun juga.
"Belum Sa, kenapa emang nya??" kata bu Ana bertanya pada anak bungsunya
"Hemm gak papa bu, aku ke kamar nya kak Syifa ya bu mau main sama Azka" jawab Salsa
"Iya tapi kalau Azka masih tidur jangan di gangguin ya" pinta bu Ana sambil masih sibuk dengan peralatan masaknya..
Tidak lama kemudian..
"Ibuuuuuuu" teriak Salsa
Bu Ana kaget mendengar teriakan Salsa, dia langsung mematikan kompornya dan segera menuju kamar syifa..
"Ada apa Sa?? kenapa teriak-teriak" tanya bu Ana
"Kak Syifa gak ada bu, cuman ada Azka aja di sini" tunjuk Salsa pada tempat tidur Syifa.
Ibu Ana langsung mengecek kesetiap sudut kamar Syifa dengan keadaan panik, karna mendengar ribut-ribut di ikuti Azka yang menangis pak Hairun dan Andre pun mendekat.
"ada apa bu?? kenapa ribut sekali??" tanya pak Hairun
"Iya bu inikan masih pagi kok ya udah ribut si" gerutu Andre dengan muka bantalnya.
Sedangkan ibu Ana hanya diam sambil terus menenangkan Azka.
"Kak Syifa gak ada yah, tadi Salsa kesini tapi cuman ada Azka" kata Salsa pada pak Hairun
"Mungkin Syifa lagi di kamar mandi" ucap pak Hairun dengan tenang
"Gak mungkin yah, orang ibu dari tadi di dapur kok, kalau Syifa di kamar mandi ibu pasti tau" ujar ibu Ana
Andre hanya diam saja, tiba-tiba matanya melihat secarik kertas dan amplop coklat di dekat bantal Azka, Andre pun segera mendekat untuk mengambilnya.
"Bu ini apa??" tanya Andre dengan menunjukan yang dia ambil tadi.
Ibu Ana pun mendekat ke arah Andre dan mengambilnya.
"Ini sebuah surat yah" kata ibu Ana sambil membuka isi surat tersebut.
"Bacakan dengan keras bu"pinta pak Hairun
" Sini biar Andre aja yang baca!! ayah sama ibu duduk aja" pinta Andre mengambil surat itu di tangan ibunya dan
Setelah semuanya tenang Andre mulai membacakan isi suratnya..
Ayah, ibu maafkan Syifa jika selama ini Syifa banyak banget buat ayah sama ibu kecewa.
Ibu aku titip Azka, aku akan pergi untuk mencari pekerjaan, ayah sama ibu tidak usah khawatirin aku, kalian tidak usah mencari aku, aku janji akan baik-baik saja dan akan pulang secepatnya.
Di dalam amplop coklat itu ada sedikit uang untuk membeli semua kebutuhan Azka, pakai itu ya bu!! sebelum Syifa dapet kerjaan, nanti kalau Syifa udah kerja setiap bulan Syifa akan kirim uang untuk Azka..
Sekali lagi maafkan Syifa ya bu.
__ADS_1
Syifa
Begitula isi surat Syifa, ibu Ana sudah menangis tersedu-sedu.
"Kenapa Syifa harus pergi yah,padahal ibu sangat bahagia Syifa bisa pulang" ucap ibu Ana
"Ayah juga gak tau bu, kenapa Syifa pergi, ayah akan cari dia bu mungkin dia belum jauh dari sini" kata pak Hairun menenangkan..
----------------
Hari sudah menjelang soreh Syifa baru tiba di Jakarta, dia turun di terminal kali deres, Syifa melihat kesekeliling nya dia benar-benar tidak menyangkah akan menginjakan kaki ke ibu kota tersebut...
Syifa langsung memesan ojek online untuk mengantarkan Syifa ke alamat kosan ibu Yeni, tidak lama kemudian ojek yang Syifa pesan sudah tiba dan Syifa langsung naik.
30 menit kemudian Syifa sampai di depan kosan, ada banyak kamar di kosan tersebut dan sepertinya sudah hampir penuh, Syifa langsung menghubungi no ibu Yeni.
"Halo assalamualaikum" suara ibu Yeni
"Walaikum salam bu, ini saya sudah sampai di depan kosan yang ibu katakan" ucap Syifa kemudian
"Oh sudah sampai ya?? tunggu sebentar ya saya akan segera kesana" ucap ibu Yeni
"Iya bu" jawab Syifa
Tidak lama kemudian ibu yenyi datang menghampiri Syifa, dia perhatikan Syifa dari atas sampai bawah sepertinya Syifa bukan warga jakarta.
"Syifa ya??" tanya ibu Yeni pada saat sudah di hadapan Syifa.
"Iya bu" jawab Syifa sambil menyalami tangan ibu Yeni.
Syifa langsung mengikuti langkah bu Yeni untuk masuk ke kosan, dia menunjukan kamar yang masih kosong.
"Tinggal satu ni Fa tidak ada pilihan lain, soalnya sudah penuh" kata bu Yeni sambil membuka pintu kosan.
"Iya gak papa bu" jawab Syifa dengan melihat kesekelilingnya.
Kosan itu tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil pas untuk Syifa, kamar mandi ada di dalam, ada juga dapur mini jika Syifa ingin memasak, satu kamar tidur dan ruang tamu yang kecil.
"Ya udah Syifa ambil ya bu berapa sebulan nya"?? tanya Syifa bu yeni
"Sebulan nya 600 ribu, udah free air ya, kalau listrik isi sendiri, untuk kasur dan lemari nanti ibu antarkan" jawab ibu Yeni.
Syifa langsung mengambil uang untuk membayar kosan itu.
"Ini bu uangnya Syifa bayar langsung 2 bulan ya bu" ucap Syifa dengan memberikan uang kepada ibu Yeni
"Oh iya gak papa fa, ya sudah kalau begitu saya pamit ya, kamu juga mau bersih-bersih kan" kata bu Yeni dengan berpamitan untuk keluar.
Setela ibu Yeni pergi Syifa langsung membersihkan kosan nya, dari menyapu dan mengepel tidak lupa dia juga membersihkan kamar mandi, tempat kecil tidak apa bagi Syifa yang penting bersih.
Setelah selesai membersihkan kosannya, Syifa duduk untuk mengistirahatkan dirinya yang terasa sangat lelah.
Tiba-tiba ada bapak-bapak yang dateng bawa kasur yang masih baru.
"Permisi mbak, ini kasurnya!! mungkin mbaknya mau istirahat" ucap bapak-bapak tersebut.
__ADS_1
"Oh iya pak makasih ya" jawab Syifa
"Sama-sama, ya sudah kalau begitu saya pamit dulu ya mbak!, kalau ada apa-apa panggil saya aja!" kata bapak itu lagi.
"Iya pak sekali lagi terima kasih" ujar Syifa.
Kemudian bapak itu pergi, dan Syifa langsung membawa kasurnya ke kamar, setelah semuanya selesai Syifa langsung mandi dan dia ingin mencari makan karna perutnya sudah sangat lapar.
30 menit kemudian Syifa keluar dari kosan, dan berniat untuk pergi mencari makan tapi sebelum melangkah pergi ada seseorang yang menghampirinya.
"Hai, anak kos baru ya??" tanya orang itu.
"Iya saya baru masuk sore ini" jawab Syifa dengan tersenyum ramah
"Kenalin aku Dita, kos ku pas di sebelah kamu" kata Dita memperkenalkan diri
"Aku Syifa"
"Mau kemana" tanya Dita lagi.
"Mau keluar cari makan soalnya belum ada alat buat masak" kata Syifa
"Oh ya udah ayok bareng aku juga mau keluar cari makan, sekalian nemenin kamu jalan-jalan siapa tau kamu ada yang mau di beli" kata Dita dengan ramahnya.
Syifa hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian mereka berjalan keluar untuk mancari makanan.
"Mau makan apa Fa??" tanya Dita
"Apa aja lah yang penting makan nasi Dit" jawab Syifa
"Pecel lele mau??" tanya Dita lagi dengan menunjukan warung pecel lele
"Iya mau, yok kesana" ajak Syifa.
Mereka bedua masuk kedalam warung pecel lele dan segera memesan makanan mereka, sambil menunggu pesanan mereka Dita kembali bertanya, sepertinya dia ingin lebih dekat dengan Syifa.
"Ke Jakarta ngapain" celetuk Dita langsung.
"Hah maksudnya?" jawab Syifa bingung.
"Maksud aku kamu ke Jakarta ngapain, kuliah, kerja apa mau jalan-jalan aja??" tanya Dita panjang lebar.
"Oh,, aku rencana mau cari kerja," jawab Syifa
"Udah dapet kerjanya" Dita kembali bertanya.
Syifa menggelengkan kepalanya"Belum rencana besok mau coba"
"Kebetulan di tempat aku kerja lagi buka lowongan tu, kalau kamu mau besok ikuut aku aja buat daftar siapa tau langsung keterima" jelas Dita
"Beneran Dit ? iya Dit aku mau" jawab Syifa antusias.
Tidak lama kemudian pesana mereka datang, syifa dan dita langsung melahap makanan mereka sambil di selingin canda tawa.
Setelah selesai makan Syifa ingin di temani mencari alat masak supaya agak irit katanya kalau masak sendiri dan Dita mengiyakan dengan senang hati.
__ADS_1