Suami Keduaku Seorang CEO

Suami Keduaku Seorang CEO
Bab 31


__ADS_3

Setiba di apartemen, Varo langsung masuk dengan langkah yang tergesa-gesa, tatapannya yang tajam ia berikan pada sang Mama yang saat ini masih duduk di sofa.


"Apa yang Mama lakukan disini ?" tanya Varo dengan nada dingin.


"Mama kangen sama kamu nak, dan kenapa kamu tidak bilang sama Mama kalau kamu sudah menikah lagi ?" Mama Firda berdiri dari duduknya, menatap putra semata wayangnya itu dengan kilatan kerinduan.


"Untuk apa Mama tahu soal hidupku, apa mama ingin menyakiti istriku lagi ?"


Syifa langsung menatap ke arah sang suami, ia bisa merasakan kemarahan yang mendalam di wajah Varo. Hanya saja Syifa tidak bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi.


"Mas, jangan kasar sama Mama !" sahut Syifa yang merasa tidak suka dengan sikap Varo.


"Diam sayang ! kamu tidak tau apa yang aku rasakan"


Detik itu juga Syifa terdiam bukan karena perintah Varo, melainkan kata sayang yang pria itu sematkan. Membuat detak jantungnya berdegup kencang.


Sementara itu, Mama Firda mulai menangis. Air matanya tidak bisa di bendung lagi saat melihat kemarahan dan kebencian di mata putra semata wayangnya itu.

__ADS_1


"Maafkan mama nak ! mama tau mama salah, tapi jangan benci mama seperti ini !" dengan suara terisak Mama Firda berucap.


Varo memalingkan wajahnya enggan menatap sang Mama, walau bagaimana pun hatinya ikut sakit saat melihat air mata di wajah wanita paruh baya itu. Namun kesalahan sang Mama di masalalu masih membekas di benaknya.


"Sebaiknya Nyonya pulang saja ! mari saya antar" sahut Rio yang berdiri di belakang sejak tadi, ia menyaksikan bagaimana kemarahan Varo saat tau Mama Firda bertemu Syifa.


Rio mengerti ketakutan yang Varo rasakan, ia tidak ingin kejadian tragis itu terulang lagi pada Syifa.


"Mama pulang dulu, jika ada waktu bawalah istri kamu pulang dan bertemu Papa !" ucap Mama Firda sebelum meninggalkan apartemen.


"Permisi tuan, saya mau mengantar nyonya Firda sebentar" Rio membungkukkan badannya sebelum berlalu.


"Duduk !" pinta Varo dengan tegas.


Syifa menurut, ia duduk di sofa lainnya. Matanya masih menatap wajah sang suami yang masih menunjukkan kemarahannya.


"Aku harap jika Mama kesini lagi ! jangan di bukakan pintu !"

__ADS_1


"Kenapa ?" tanya Syifa bingung "Mama baik kok"


"Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu Syifa"


"Mama bukan monster Mas, dia ibu kamu, seharunya kamu bersikap baik padanya"


"Kamu tidak mengerti semuanya Syifa"


Setelah itu Varo berdiri dan langsung menuju kamarnya. Syifa menatap kepergian sang suami, berbagai pertanyaan muncul di benaknya tentang sikap Varo pada Mama Firda tadi. Entah dengan siapa ia akan bertanya tentang hal ini.


Tak berapa lama Rio kembali memasuki apartemen, pria itu membungkukkan badannya pada Syifa membuat wanita meringis karena merasa sikap Rio terlalu berlebihan.


"Sebaiknya jangan seperti ini, bersikap biasa saja padaku mas Rio" ucap Syifa


"Tidak bisa Nona, anda adalah istri tuan Varo jadi saya harus hormat pada anda"


"Tapi ini berlebihan" kembali Syifa membantah, entah kenapa saat menikah dengan Varo semua orang tunduk padanya, ia seperti di jadikan ratu.

__ADS_1


Sangat berbeda saat ia menikah dengan Alfin dulu, semua orang menganggap nya remeh dan membuatnya tersiksa.


__ADS_2