Suami Tak Sepahit Mantan

Suami Tak Sepahit Mantan
12


__ADS_3

"Bro.. gue bener-bener kaget, sumpah! ini perdana ada cewek berani bersikap kurang ajar sama lo.."


"Perlu diberi pelajaran tu cewek!" timpal yang lainnya.


Briant mengangkat tangan, seketika pembicaraan mereka terhenti. "Jangan ada yang bertindak apa pun, cewek itu urusan gue! milik gue!. Ngerti!"


Mereka yang mendengar peringatan Briant diam patuh dengan apa yang Briant ucapkan.


Menjadi satu-satunya ahli waris, tampan, pintar menjadi sosok yang diidolakan dan sekaligus ditakuti. Selain itu Universitas bergengsi dimana mereka belajar adalah milik keluarganya.


Pastinya setiap cewek dengan rela menyerahkan dirinya padanya.


Untuk pertama kalinya bagi Briant mendapatkan perlakuan tak terduga dari seorang gadis. Hal yang tak pernah terbayangkan sama sekali. Mendapat perlakuan dari Mahasiswi baru di universitas nya yang kelewat berani.


Bukannya marah namun ia semakin penasaran dan ada rasa ingin menaklukkan memiliki Anta seutuhnya.


Ia teringat dengan pertemuan terakhir mereka di kantin dengan Anta yang mencekram kemeja yang ia pakai dan senyum smirk dari bibirnya. Ah.. aku semakin penasaran padanya gumamnya.


**


Keesokan harinya, pagi hari di Mansion Arav. Anta berkutat di dapur memasak nasi goreng.


Tap


Tap


Tap


Arav menuruni anak tangga menuju ruang makan. Pandangan nya celingak-celinguk mencari keberadaan Anta Istrinya.


Pandangan Arav tertuju pada area dapur, tampak Istrinya dengan cekatan tengah memegang wajan lengkap dengan sutil di kedua tangannya.


Arav berjalan mendekat. berdiri disamping sang Istri memandanginya dengan intens dari atas sampai bawah.


Anta mengenakan daster baju kebesaran emak-emak dengan rambut yang ia cepol ke atas.


Setelah selesai dengan nasi gorengnya Anta beralih membuat susu.


Grep. Arav memeluk Anta dari arah belakang.


"Maaf.. anda sangat mengganggu Tuan.. tolong lepaskan dan menyingkir lah!" pinta Anta.

__ADS_1


Bukannya melepas namun Arav menggerakkan bibir nya menjelajahi leher Anta.


"Duak" terdengar suara pukulan dari sikut tangan Anta.


"Oh.. ****!" pekik Arav karena rasa sakit yang ia rasakan. Pelukan Arav mengendur lalu dengan segera Anta melepaskan pelukannya.


Senyum Anta mengembang melihat Arav tengah merasakan sakit pada tubuhnya "rasain, emang enak!" kata Anta sambil menjulurkan lidah.


Tanpa memperdulikan Arav, Anta menyiapkan makanan di atas meja. Sedangkan Arav meringis menahan sakit pada tubuhnya.


Setelah semua makanan tersaji. Anta duduk di sana dengan Arav mengikuti setelah nya.


Tanpa kata, Anta mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Sedangkan Arav terdiam sambil mengusap area dada yang kena pukulan Anta dengan bibir nyengir kesakitan.


Apa sesakit itu ya.. batin Anta dengan ekor mata bolak-balik melirik kearahnya. Kenapa aku jadi kasian begini sih.. dan merasa bersalah..


Anta mengambilkan makanan di piring dengan porsi besar lantaran kesal dan menaruhnya di depan Arav. Lalu kembali memakan makanan dengan lahap. Tiga sendok masuk ke dalam mulut namun piring disebelahnya masih seperti semula karena tidak ada pergerakan dari Arav.


"Auch.. sakit" keluh Arav dengan usapan di area dada.


Anta menghela nafas. Tangannya terulur menyuapi Arav. "Ak" katanya sambil menyodorkan sendok ke mulut Arav.


Anta menundukkan kepala tengah menyendok makanan sedangkan Arav kegirangan dengan senyum mengembang namun sedetik kemudian senyum itu hilang ketika Anta kembali mengarahkan makanan ke dalam mulut Arav.


Hingga tak terasa satu piring dengan porsi besar ludes tanpa sisa. Anta melongo dibuatnya. Lapar apa doyan batinnya.


Tadi, lantaran kesal Anta mengambilkan porsi nasi goreng hingga munjung di atas piring namun sekarang kosong tanpa sisa.


Mulut Anta yang awalnya melongo berubah menjadi senyum manis karena masakannya habis tak tersisa.


Hati Arav serasa mak nyes.. senang luar biasa karena sang Istri untuk pertama kalinya tersenyum karenanya.


**


Di Universitas Airlangga.


Mobil yang Anta naiki berhenti. Anta keluar dan berjalan masuk menuju kampus.


Dalam perjalanan. "Ini" kata mahasiswa pada Anta.


Anta terdiam kebingungan. Mahasiswa itu menarik tangan Anta untuk menerima pemberiannya "Dari seseorang yang ada disana" katanya sambil menunjuk arah dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


Dalam kondisi linglung Anta melangkah kembali. "Ini" kata seseorang lagi, "dari seseorang disana" katanya dengan menunjuk arah yang sama.


Dan begitu berulang kali hingga sepuluh bunga Mawar merah berada dalam pegangan Anta. Anta membuka pintu ruang kelasnya.


"Anta sejak pertama kali aku melihatmu.. duniaku seakan teralihkan hanya untukmu seorang. Semua perhatianku hanya tertuju padamu, semua pikiran ku hanya tertuju padamu, semua hati ku hanya untukmu. Anta I Love You" kata seseorang yang tengah berjongkok dengan mengangkat bunga mawar di tangannya ke arah Anta.


Mata Anta membola terkejut tak menyangka mendapatkan pernyataan cinta dan parahnya banyak mahasiswa-mahasiswi yang menyaksikan keduanya sambil meneriakkan "terima" berulangkali dengan kompaknya.


Anta melihat kiri-kanan memastikan situasi berdiam sejenak memikirkan langkah apa yang harus ia lakukan "aku sangat terharu dengan kejujuran mu keberanian mu mengungkapkan perasaan mu padaku.. namun saya benar-benar minta maaf, karena saya sudah tidak sendiri lagi.. saya sudah menikah. Maaf ya.." kata Anta dengan menyerahkan bunga Mawar yang ada ditangannya.


Semua penonton tercengang.


Laki-laki yang menyatakan cintanya adalah Deni Abra most wanted kedua setelah Briant Airlangga.


"Apa dia bodoh.. menolak cinta laki-laki kaya, pinter ganteng lagi, kayak Deni" bisik-bisik suara disekitar Anta.


Anta yang mendengar pendapat orang-orang disekitarnya kepalanya terasa pusing. Mau fokus kuliah kok susah banget ya.. ada aja kejadian dari kemarin keluhnya dalam hati.


Anta melangkah melewati laki-laki yang tengah berjongkok lalu berjalan menuju meja dimana ia duduk.


Namun sebelum langkahnya menjauh, Deni menarik tangan Anta "maaf Deni saya sudah menikah.


"Jangan bohong kamu Anta! jika kamu sudah nikah mana buktinya! cincin nikah saja tak melingkar di jari manismu?"


Haduh.. keluh Anta mana ada cincin nikah, orang pernikahan gue gak jelas dan terancam pisah.


"Deni.. jangan paksa lagi, Anta.. ini milik gue" berjalan masuk ruang kelas mendekati keduanya, tangan laki-laki itu terulur menarik tangan Anta memakaikan cincin dijari manis nya.


Semua terjadi begitu saja.. semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut terkejut lantaran Anta diperebutkan most wanted di Universitas mereka.


"Astaga!" pekik Anta kemudian setelah sadar dengan apa yang tengah terjadi "apa yang.."


Namun perkataan Anta terpotong sebelum ia sempat melanjutkan dan meluruskan perkataan nya.


"Anta adalah Istri gue" kata laki-laki itu tiba-tiba yang tak lain adalah Briant.


Jedeeeer. Serasa disambar petir Anta mendengar pernyataan Briant.


"Siapa yang Istri mu!" suara rendah berat namun serat dengan penekanan yang tak biasa, seketika suasana menjadi dingin menggigil ketakutan. Semua kerumunan terbuka memberi jalan. Dengan langkah mantap ia masuk diikuti asisten dan para bodyguard, ia berjalan mendekat ke arah Anta.


"Katakan! siapa yang kau sebut Istrimu!" ulangnya dengan tatapan nyalang dengan suasana semakin mencekam.

__ADS_1


__ADS_2