Suami Tak Sepahit Mantan

Suami Tak Sepahit Mantan
07


__ADS_3

Setelah hari pernikahan kehidupan Anta berjalan seperti yang ia harapkan, ia cukup bahagia dengan rutinitasnya kuliah dan merintis usaha.


Mobil yang mengantar Anta berhenti di area parkir Universitas.


"Pak Anda boleh kembali ke Mansion dan beristirahatlah, setelah urusan saya selesai saya akan menghubungi Anda" kata Anta. Bukan tanpa alasan Anta berkata demikian, raut muka sang sopir yang terlihat kelelahan membuat Anta berkata demikian.


"Tidak Nona, saya cukup istirahat di mobil sudah menjadi tugas saya untuk mengantar anda"


"Baiklah.. kalau begitu saya pamit pak? tapi jika anda merasa tidak baik, Bapak boleh pulang, jangan dipaksakan" ucap Anta lalu berlalu pergi menuju Universitas.


"Ya Nona" jawab sopir dengan mata berkaca-kaca. "Ternyata gosip itu benar jika Istri Tuan muda sangatlah baik hati gumamnya dengan lirih."


Pertama kali Pak Jono diperlakukan begitu baik oleh majikannya sendiri.


Anta turun dari mobil berjalan memasuki Universitas.


Kedatangan Anta menjadi pusat perhatian di setiap langkah yang ia ambil. Langkah Anta terhenti di depan denah lokasi yang tergambar di area dekat parkir. Anta mencari ruang administrasi, setelah tau letaknya ia melangkahkan kaki menuju lokasi yang ia tuju.


Anta yang terbiasa menjadi pusat perhatian menanggapi biasa saja atas apa yang ia dapatkan dari sekitar tempatnya berada.


Kaos putih, celana jens dan sepatu kets putih tak menyurutkan penampilan indahnya yang menawan dan tas punggung yang ia sampirkan di sebelah bahunya membuat tampilannya terlihat keren.


Anta yang merasa gerah menarik gelang karet yang melingkar di pergelangan tangannya. Menguncir rambutnya yang sebelumnya tergerai indah terkuncir diatas kepala membentuk kunciran kuda.


"Kalau udah good looking mau diapakan aja ya tetep ok." Gumam suara lirih di sekitar Anta.


Anta menjadi pusat perhatian tidak hanya laki-laki namun juga perempuan disana.


"Hai.. mau keruang administrasi?" tanya salah satu mahasiswa pada Anta.


"Ya.." jawab Anta singkat.


Anta mengamati sekilas cowok yang mengajak nya berbicara yang terlihat tampan. Seperti nya ia memiliki posisi tak biasa disini gumam Anta mungkin saja ia rajanya atau most wanted atau apa lah sebutannya.


Anta jadi malas menanggapi, ia ingin fokus belajar bukan cari musuh. Anta menghela nafas pelan sepertinya kedepannya akan terasa sulit batinnya sambil melirik kanan kiri nampak raut wajah para gadis terlihat tak suka bahkan benci padanya.


Anta bersikap biasa saja dan berjalan menuju ruang administrasi.


Laki-laki yang mengikuti Anta keheranan pasalnya ini pertama kali untuk nya diacuhkan oleh seorang gadis.


"What! gue di kacangin" katanya dengan senyum lebar sambil berjalan mengikuti langkah Anta.


Anta memasuki ruang yang dituju tanpa menghiraukan laki-laki yang dari tadi mengikutinya. Ia mengeryit heran kenapa ikut masuk ke dalam batin Anta keheranan.


Namun rasa penasarannya terjawab ketika laki-laki itu duduk di depan Anta. "Silahkan" kata laki-laki itu mempersilahkan Anta duduk "ternyata ia petugas bagian administrasi"

__ADS_1


Anta menyodorkan lembar persyaratan pendaftaran.


Lelaki didepannya menerimanya "Antakawulan" gumamnya lirih dengan senyum mengembang di bibirnya.


Setelah pendaftaran selesai "Kalau begitu permisi Pak!" kata Anta sambil berlalu pergi.


"What! gue setua itu ya sampai dipanggil Pak" monolog Briant pada dirinya sendiri.


"Sini..!" kata Briant memanggil seseorang yang tengah bersembunyi di kamar mandi.


"I ii ya Mas Briant" kata laki-laki berkaca mata sambil keluar dari tempat persembunyiannya.


"Kamu ngerti kan apa yang harus kamu lakukan Jo?" kata Briant sambil menepuk-nepuk pipi Joshua yang nampak ketakutan.


Joshua mengangguk dengan tubuh bergetar.


"Bagus" kata Briant sambil melihat layar handphone nya yang terlihat informasi identitas Anta disana, Briant tersenyum menyeringai berjalan keluar ruangan sambil memasukkan handphone disaku celananya.


Perasaanku kenapa gak enak ya.. kayak ada yang ngawasin.. gumam Anta dengan langkah menuju mobil.


Sedang disudut lain Briant menatap mobil yang ditumpangi Anta berlalu meninggalkan Universitas "Antakawulan" gumamnya dengan senyum menawan di bibirnya.


Didalam mobil Anta membuka aplikasi saldo e-banking nya. Ia terlihat mendesah berat lantaran sisa saldo yang hanya tinggal lima juta setelah melakukan pembayaran untuk biaya kuliah. Ini tidak akan cukup untuk kebutuhan.. gumam Anta.


Setelah memikirkannya, Anta memutuskan untuk membuka usaha saja. "Pak antar Anta ke toko kain"


"Baik Non cantik, panggil saya Jono Non" pintanya.


"Iya Pak Jono" kata Anta sambil memejamkan mata untuk istirahat "kalau sudah sampai bangunkan ya Pak?"


"Siap Non cantik"


Mobil melaju membelah jalan dengan Anta tertidur didalamnya. Mungkin efek menangis semalam sehingga Anta merasa ngantuk padahal waktu menunjukkan jam sebelas siang.


Setengah jam kemudian mobil sampai di depan toko. Anta yabg kebetulan terbangun langsung turun dari mobil lalu masuk dalam toko.


Sesampainya ia di dalam toko, Anta mulai memilih kain yang ia butuhkan. Setelah dapat kain yang ia inginkan ia meminta Pk Jono membantunya mengangkat dan memasukkan dalam mobil.


Mobil melaju berjalan dijalan raya kembali ke Mansion.


Sesampainya mereka di Mansion Pak Jono membantu Anta menurunkan gulungan kain dengan berbagai warna.


"Untuk apa Non kain-kain ini? tanya Pak Jono penasaran.


"Buat baju Pak, nanti dijual"

__ADS_1


"Lah kok kerja Non? nanti capek gimana? tinggal minta uang ama Tuan muda pasti beres deh."


Anta tersenyum masam teringat pernikahan yang ia jalani hanyalah status belaka.


"Itu kan milik suami Pak, bukan milik saya kan.. Anta inginnya bisa berdiri sendiri dengan kaki Anta sendiri Pak?"


"Lah bukannya milik suami ya milik isteri ya.. dan Non Anta juga sudah bisa berdiri sendiri kan? bahkan lari juga lancar.." tanya Pak Jono.


Anta tertawa mendengar perkataan Pak Jono yang gak nyambung tapi lucu menurutnya.


"Woles ae lah Pak?"


"Woles itu apa Non?"


"Gak tau juga.."


Hahaha tawa keduanya sambil beres-beres barang belanjaan.


"Non beli kain banyak amat?" tanya salah satu pelayan dan dalam sekejap para pelayan berkumpul mengelilingi Anta dengan gulungan kain di sampingnya.


"Mau buat baju Bik? untuk dijual" kata Anta sambil mengecek kain-kain yang dibelinya.


Seketika para pelayan melongo keheranan.


"Non.. gak usah capek-capek kerja, uang Tuan muda gak akan habis tujuh turunan lo.. tinggal duduk manis aja" celetuk salah satu pelayan.


"Bener sih.." kata Anta dengan memegang dahi terlihat serius berpikir "kan yang kaya suami bukan Anta, Anta mah serba nebeng ini" katanya sambil tersenyum.


Para pelayan hanya ber oh ria mendengar penjelasan Anta.


"Bik ada kenalan penjahit gak?"


"Ada Non, saya bantu carikan ya?"


"Sip.." jawab Anta sambil mengangkat dua jempol tangannya.


"Jika Non Anta butuh bantuan kami silahkan ngomong aja" kata pelayan lain menimpali.


"Iya.. makasih ya.." jawab Anta.


Setelah semua barang yang ia beli tak kurang suatu apa pun, Anta beranjak pergi menuju kamar.


"Anta istirahat dulu ya.."


"Baik Non" jawab para pekerja.

__ADS_1


__ADS_2