Suami Tak Sepahit Mantan

Suami Tak Sepahit Mantan
13


__ADS_3

"Katakan! siapa yang kau sebut Istrimu!" ulangnya dengan tatapan nyalang pada Briant dan dengan suasana semakin mencekam.


Arav mengalihkan pandangan pada Anta bersamaan dengan Anta yang tengah memanggil namanya dengan lirih. "A arav" katanya dengan terbata.


"Antakawulan katakan dengan jujur siapa Suami mu sebenarnya" pinta Arav.


Kenapa jadi gini sih.. gumam Anta dalam hati.


Anta menghela nafas dan berdiam sejenak. "Sudah dari awal saya mengatakan jika saya sudah menikah. Dan Arav Ellworth Abelard adalah Suami saya yang sebenarnya. Saya harap dengan berbesar hati kalian bisa menerima hal ini"


Senyum kemenangan tersungging di bibir Arav sedangkan untuk Briant dan Deni Wajah keduanya terlihat muram.


Anta berjalan keluar dari ruang kelas meninggalkan ketiganya tanpa menghiraukan mereka lagi, pikirannya sungguh rumit sekarang.


Pernikahannya hanyalah sebatas kontrak saja dan terancam pisah. "Semua orang telah tau sekarang jika aku Istri Arav Ellworth Abelard, lalu bagaimana nanti nasibku jika berpisah dengan nya dan tak akan ada yang berani menikahi janda billionaire yang kejam.. apa aku akan menjomblo seumur hidup?" desahnya.


Belum lagi dengan kekecewaan yang sebelumnya ia rasakan, menyisakan luka dihatinya sehingga membuatnya tidak mempercayai cinta dan hati yang tulus lagi kecuali Neneknya.


Anta pergi dari kampus karena suasana berubah sangat menyebalkan menurutnya, ia sudah kehilangan mood nya untuk belajar. Ia sudah tak peduli lagi dengan apa yang terjadi di sana.


Keinginan Anta hanya ingin kuliah dengan damai. Bukan seperti ini yang ia harapkan dan terjadi saat ini. Ia bukan lagi gadis pubertas yang berjingkrak bahagia karena mendapatkan perlakuan romantis atau menjadi rebutan laki-laki tampan dan mapan. Ia adalah gadis dengan segudang kekecewa yang terpatri di hatinya.


Arav berjalan keluar tanpa asisten dan para bodyguard, mengikuti setiap langkah kemana Istrinya berjalan. Dan mendengar gerutuan Istrinya meskipun samar.


Namun, bersikap sabar bukanlah gayanya. Arav memperlebar langkah memangkas jarak diantara keduanya, setelah jarak keduanya dekat Arav meraih tangan Anta. Kini, keduanya tengah berdiri dengan posisi berhadap-hadapan.


Anta berusaha melepaskan cekalan tangan Arav padanya. Sungguh ia tak ingin lagi melihat makhluk didepannya sampai kapanpun. Bisakah biarkan aku tenang barang sejenak saja batinnya sambil menghela nafas kasar.


Keduanya berdiri dengan posisi berhadap-hadapan.


"Terimakasih" ucap Arav.


"Bisakah anda membiarkan ku sendirian, untuk saat ini" bukannya menjawab namun Anta malah mengalihkan ke pertanyaan lain.


Arav yang semula bahagia, kini hatinya kembali meredup. Ia mengerti sekarang. Bukan karena kerelaan Anta mengakui hubungan mereka namun, baginya hal itu sama saja entah ia mengakuinya atau tidak. Anta menjadikan statusnya saat ini hanya sebagai tameng belaka.


"Baiklah" ucap Arav kemudian berbalik pergi meninggalkan Anta yang tengah berdiri di sana sendirian. Mungkin ini lah yang terbaik untuk saat ini.


**


Flash back Arav.

__ADS_1


"Gawat bos!" berdiri di depan Arav dengan nafas ngos-ngosan. "Nona Bos" kata Dante sambil menyodorkan handphone ditangan dengan foto Anta tengah menerima bunga Mawar dari laki-laki yang berbeda.


Brak! Arav berdiri dari meja kerjanya dengan menggebrak meja. "Ayo kesana" melangkah pergi dengan amarah menguasai hatinya.


Secepat kilat keduanya menuju kampus dimana ia berada.


Sesampainya di kampus. Kerumunan orang memenuhi depan ruang kelas Anta. Arav mendengar suara pernyataan cinta seseorang pada Istrinya. Hatinya mendidih cemburu dengan amarah yang menguasainya.


Dan hal yang membuatnya menggila yaitu ucapan dari laki-laki yang berbeda yang mengaku sebagai Suami Istrinya. Tentu ia tak terima, ada laki-laki lain yang mengaku-ngaku menjadi Suami Anta.


Kerumunan mahasiswa merasakan kedatangan Arav seketika menyingkir dari jalan Arav memasuki ruangan.


Kedua tangan Arav terkepal menahan amarah berjalan mendekat dimana Istrinya berada.


"Katakan! siapa yang kau sebut Istrimu!" ulangnya dengan tatapan nyalang pada Briant dan dengan suasana semakin mencekam.


Berbalik, bertanya kepada sang Istri dengan intonasi lembut "Antakawulan katakan dengan jujur siapa Suami mu sebenarnya" pinta Arav waktu itu dengan pasrah karena ia sendiri tau seperti apa hubungan pernikahan nya, namun.. hal yang tak terduga terjadi. Istri nya mengakui pernikahan mereka.


"Sudah dari awal saya mengatakan jika saya sudah menikah. Dan Arav Ellworth Abelard adalah Suami saya yang sebenarnya. Saya harap dengan berbesar hati kalian bisa menerima hal ini"


Hati Arav yang semula memanas mendadak dingin karena mendengar perkataan Istrinya. Meskipun ia sendiri tau kenapa Anta mengakui pernikahan mereka. Untuk saat ini.. hal itu cukup, kedepannya ia akan berjuang lebih keras untuk mendapatkan hati dan maaf Istrinya.


**


Meskipun situasi kembali seperti semula, seakan tidak terjadi apa-apa. Namun tidak dengan hati Briant dan Deni yang menjadi tokoh utama hari ini.


Ruangan kelas Briant dan Deni berada terasa suram sehingga ruang kelas terasa mencekam.


Baru pertama dalam sejarah most wanted yang selalu dikelilingi wanita mendadak down lantaran memperebutkan wanita yang berstatus bini orang. Keduanya dengan bodohnya bertindak ceroboh berperilaku bodoh tanpa menyelidiki siapa gadis yang mereka incar. Yang ternyata Istri pengusaha ternama, tentu keduanya tak sebanding dengannya dalam berbagai sisi baik dalam segi status keluarga, potensi dan kekayaan apalagi status keduanya hanyalah mahasiswa.


Briant berdiri berjalan keluar meninggalkan ruang kelas begitu juga dengan Deni. Keduanya tak perduli dengan kelas yang tengah berlangsung lagi.


Sepeninggal keduanya ruang kelas yang mencekam menjadi tentram kembali.


**


Tap


Tap


Tap

__ADS_1


Langkah kaki terdengar berjalan memasuki Mansion. Jam sepuluh tepatnya, Anta tiba di Mansion.


"Baru pulang.. sayang" sapa seseorang yang menampakkan dirinya dari kegelapan.


"A arav" kata Anta dengan lirih. Entah kenapa hati Anta merasa bersalah pulang malam tanpa kabar seperti Istri sungguhan. "Maaf ya.. aku baru pulang, kamu.." kata Anta menggantung karena gak tau apa yang akan ia katakan.


Aku kamu Arav tersenyum menyadari setidaknya Istrinya sudah mengubah dalam hal panggilan tinggal masalah waktu saja aku kamu berubah menjadi kita dan sayang.


Rasanya tak sabar menanti hari itu tiba.


Arav melangkah mendekat tangannya memegang pipi Istrinya "gak papa" kata Arav sambil memajukan wajahnya dan cup "kiss night" tersenyum berbalik pergi meninggalkan Anta mematung disana sambil memegang bibirnya.


Deg


Deg


Deg


Jantung Anta berdetak cepat dengan pipi merona.


Sedangkan Arav melangkah menuju kamar Anta dengan senyum menghiasi bibirnya. Ia sangat bahagia.


Setelah kesadarannya kembali, Anta berjalan menuju kamar nya.


Ceklek bunyi pintu terbuka. Anta berdiri di ambang pintu dengan posisi tubuh mematung karena pemandangan yang ada didepan matanya.


Arav duduk di ranjang dengan baju tidur kimono yang tersingkap di bagian dada terlihat sangat sexy menggoda.


Anta berusaha bersikap biasa saja melangkah masuk kedalam seakan tak terjadi apa-apa.


Sedangkan Arav tetap fokus pada buku bacaannya meski sesekali ekor matanya melirik pergerakan Istrinya.


Anta mengambil handuk di lemari pakaian melewati ranjang, ia semakin gugup saja. Bagaimana tidak pemandangan di dekatnya sulit untuk diabaikan. Tanpa sengaja kakinya tersandung karpet. "Aaaaa" teriak Anta.


Grep. Tangan Anta melingkar di pinggang Anta dengan posisi tubuh menempel saling berhadapan. "Kamu gak papa Istri ku?"


E eng gak" jawab Anta terbata dengan jantung berdetak semakin keras saja dan pipi merona menambah kecantikan alaminya semakin bersinar.


"Cantiknya Istriku" puji Arav sambil menggendong Anta menuju kamar mandi.


Anta terhipnotis oleh pesona Arav, biasanya ia selalu berontak ini malah manut aja.

__ADS_1


Arav meletakkan tubuh Anta perlahan di dalam bath up yang telah terisi air hangat, ia berbalik melangkah keluar kamar mandi.


Sepeninggal Arav, hati Anta serasa ingin meledak saja, ia menenggelamkan tubuhnya dalam air untuk menenangkannya.


__ADS_2