
matahari sudah mulai masuk melalui cela- cela jendela. tapi Niken tetap asik dengan dunia mimpi nya. hingga suatu ketukan membuyarkan mimpi nya.
tim tik tok
" kurang ajar lala hari ini kan hari minggu, gak usah bangunin aku pagi- pagi lah nanti aku bangun sendiri " jawab niken dengan kesal
tok tok tok ( suara ketukan pintunya semakin keras)
niken yang dikuasai emosi pun segera bangun dan membuka pintunya dengan kasar.
" ada aaaaaaa eh pamanπππ ada apa β" kata niken dengan menahan malu , sedangkan lala yang dibelakang amar pun tertawa kecil
" cepat mandi kita akan pergi bertemu seseorang penting, pakai baju tersimpan mu tapi tetap anggun " kata amar dengan tegas
" baik paman" jawab niken dengan patuh. setelah amar pergi niken menatap tajam kea arah lala.
" non tadi bibik sudah berusaha membangun kan non niken tapi non niken budak juga bangun" kata lala dengan ketakutan dan bergegas kabur menuju dapur.
niken pun segera bergegas berskala untuk menemani amar menemui orang penting. niken berdandan senatural mungkin supaya terlihat cantik natural bukan hasil make up.sekesai dengan outfitnya Niken pun bersiap turun menemui amar
mobil ππ
" orang penting mana yang harus kita temui paman? " tanya niken dengan memperhatikan ponselnya. amar tidak menjawab pertanyaan niken dia hanya menatap kearah jendela mobil saja.
" astaga apa karena siapa tadi paman menjadi marah denganku? ayolah ini karena hari minggu " kata niken ngomel dengan muka bete nya.
" hentikan ocehan mu itu niken, itu membuat ku jadi sakit kepala " kata amar geram. niken pun berhenti berbicara dan lebih baik mainkan ponselnya.
ting suara notifikasi pesan masuk
Antonio:
Hai ken? sudah bangun belum. kalau ada waktu bisakah kita sekedar jalan atau makan berdua..?
__ADS_1
tak lama mobil yang mereka tumpangi pun sampai ke sebuah gedung tua dan sedikit berantakan bagian luarnya. tampa banyak bicara amar pun turun bersama dengan han. sementara niken yang tak mengerti pun hanya bisa mengikuti mereka dari belakang. setelah sampai didalam banyak laki-laki memakai seragam putih lengkap dengan penutup muka dan kepala seperti ninja. niken pun tercengang akan hal itu.
" selamat datang tuanku" sapa mereka serentak. amar hanya mengangkat tangannya mereka pun menegakkan badannya
" sepertinya geng hitam mulai berulah lagi, mereka mulai mengusik ketenangan kita. jadi aku ingin kalian bersiap untuk penyerangan ke markas mereka. tapi sebelum itu kita harus mengatur matang - matang rencana kita " kata amar dengan lantang.
" perkenalkan ini niken dia juga ketua dari kalian, misi kalian harus melindungi dia dari geng hitam. Kedatangan mereka sangat sulit di kenali tapi di setiap pengikut geng hitam pasti memiliki tanda ini di setiap leher belakangnya " kata amar dengan menunjukan sebuah gampar kepada mereka semuanya.
" paman apa ini semuanya? ketua apa? aku tidak mengerti " tanya niken Dengan bingung.
" niken sebenar nya aku dan juga almarhum papa mu seorang geng mafia. tapi kita bergerak di dalam kebaikan dan juga berbelok sedikit di dunia hitam. tapi karena mas indra ingin keluarganya aman dari semuanya maja dari itu mas indra lebih memilih berhenti dan memfokuskan diri untuk menjaga kalian agar tetap aman" jelas amar kepada niken.
niken yang masih bingung pun memilih untuk diam dan bertanya lebih lanjut lagi di rumah saja. setelah menyelesaikan pertemuan itu amar membawa niken ke gudang persediaan senjata. di sana begitu banyak jenis senjata lengkap dengan isinya.
" kau masih perlu banyak latihan untuk itu ken, disaat kau mau mengikuti misi ini nama mu bukan lagi niken, tapi angel nama itu digunakan hanya saat kau menjalankan sebuah misi di geng kita ini niken apa kau faham? " kata amar datar
" iya paman " jawab niken
" ada apa paman " kata Niken bingung,. bukannya menjawab tapi amar mengambil sebuah pisau kecil lalu melemparkannya ke samping karung yang berada di dekat gudang senjata. terdengar suara teriakan seseorang yang menyakitkan.
setelah karung itu diseret keluar ternyata isinya bukan peralatan bertempur melainkan manusia yang mencoba mengawasi kita lewat kamuflase.
" lihat kau harus banyak belajar dari ini, kau harus selalu memperhatikan sekeliling mu. jika keadaan genting kau bisa menggunakan sinyal pesan kepadaku " kata amar kepada niken.
" aku sangat mengerti paman" jawab niken
selesai menunjukkan semuanya kepada niken, amar membawa niken bertemu dengan lupi. Lupi adalah mantan tangan kanannya indra. kini saatnya lupi kembali menjadi asisten pribadinya niken.
kali ini amar membawa Niken ke sebuah rumah. ah yang tak terlalu besar tapi begitu rapi dan bersih . tok tok pintu pun diketuk dengan sangat keras.
cekrek
pintu terbuka lebar lalu terlihat seorang wanita paruh baya tengah duduk di ayunan gantung. amar pun segera masuk kedalam. dengan diikuti han dan juga niken.
__ADS_1
" lupi" sapa amar kepada wanita paruh baya tersebut. wanita itu pun menatap amar lalu berpindah kearah han juga juga niken.
" kau adalah putrinya indra ? benar atau tidak? " tanya lupi dengan tiba-tiba
" benar oma, saya.... " belum sempat berbicara banyak omongan niken dipotong oleh lupi.
" aku sudah menebak dari darahmu nona, aku sudah faham maksud dan tujuan tuan amar, tapi sepertinya nona muda masih butuh banyak latihan. dia belum siap ikut serta dalam misi itu" kata lupi dengan Yakin.
" tapi kau belum tahu kemampuanku kan ? bagaimana kau bisa menilai hanya dari melihatnya saja kan " kata niken dengan nada protes nya.
" aku tidak perlu tes untuk membutuhkan bukti nona, gerakan dan suara seseorang menentukan kwalitas seseorang. dimana papa mu nona? " tanya lupi dengan anggun nya.
" papa sudah tidak ada " kata niken dengan nada bergetar nya.
" bagaimana bisa nona tuan indra terkenal dengan kekuatannya, apa mungkin dia meninggal dengan semudah itu " kata lupi dengan tidak percaya. perlahan-lahan niken pun menceritakan semua kejadiannya kepada lupi.. lupi pun menutup matanya dan berjanji kepada dirinya sendiri untuk menggantikan indra untuk melindungi niken.
" apa papa dulu juga seorang petarung yang hebat paman? " tanya niken dengan penasaran
" tentu saja " jawab amar singkat
" silahkan duduk dulu tuan nona aku akan membuatkan mu minuman dulu" kata lupi dengan ramah dan sopan.mereka pun duduk sambil menunggu minuman nya datang.
" aku harus banyak latihan untuk mengikuti misi ini lalu siapa yang melatih ku, apa kalian bercanda bahwa doa kan melatih ku? " kata niken pelan tapi masih dapat didengar oleh lupi karena ruang tamu dan dapur jaraknya tidak terlalu jauh.
" apa kau ingin mengujiku dulu nona? anda bisa mencoba bertarung dengan saya terlebih dahulu. " kata lupi yang membuat niken diam tak berkomentar apa - apa.
" dia seperti nya belum yakin dengan mu lupi kau bisa mengajarinya besok di rumahku . tapi seperti biasa jangan gunakan hal yang keras dalam mendidik dia" tegas amar kepada lupi
" baik tuan, ini minuman nya silahkan " kata lupi dengan sopan.
"apa disini kau hanya tinggal disini bibik, aku tidak melihat siapa pun selain kamu. tapi di kepung CCTV dan juga sesuatu bedan yang aneh itu " kata niken dengan melihat - lihat sekeliling nya.
" saya memang tinggal disini sendiri nona, saya tidak memerlukan siapa pun karena ada Tuhan yang selalu menjaga saya " jawab lupi dengan menik. ati teh hangat yang dibuatnya tadi.
__ADS_1