
semenjak kejadian itu niken tidak pernah lagi datang ke rumah lupi. ruri yang tengah bekerja pun berusaha tidak memikirkan niken. tapi susah untuk dirinya melupakan wajah cantik niken.
merasa tidak nyaman ruri pun mencoba untuk menyibukkan diri dengan bekerja.
" ayolah jangan mempersulit ku, ini waktunya kerja tolong bekerja sama lah dengan diriku, kau siapa? dan dia siapa? kalian sungguh sangat jauh berbeda bagaikan bumi dan langit. jangan pernah mengharapkan dia ruri jangan" gumam ruri kepada dirinya sendiri.
lupi yang melihat kelakuan ruri dari jauh. merasa ada yang tidak beres dengan nya. lupi pun memanggil ruri kehadapan nya.
" ruri kemari lah " Panggil lupi kepada ruri.
" iya ada apa nyonya? apa ada yang bisa saya bantu " kata ruri dengan melihat majikan nya.
" apa kau sedang ada masalah? aku melihat mu dari kejauhan kau sepertinya ada Problem hidup ruri. cerita kan lah kepada ku siapa tahu aku bisa membantumu menyelesaikan masalah mu sekarang " tanya lupi dengan bersungguh-sungguh.
" anu nyonya itu masalah problematika sekedar rasa suka kok. bukan yang apa - apa. saya hanya sekedar mengagumi saja. karena saya tahu siapa lah diri saya ini " kata ruri dengan lesu.
" memangnya kau menyukai siapa sih ruri? coba kamu katakan kepada ku " tanya lupi lagi. Ruru tidak akan pernah menyebutkan nama dan juga inisial gadis yang dia cintai saat ini karena yang dia sukai adalah majikannya lupi. dengan malu ruri hanya tersenyum untuk menghindari pertanyaan lupi lebih lanjut.
" nyonya saya masih ada pekerjaan di belakang. saya mohon diri dulu permisi nyonya " kata ruri untuk menghindari lupi.
lupi merasa ada yang tidak beres dengan ruri lalu Lupin mencoba mencari tahu lewat cara lain lagi. lupi takut bila bawahannya menyukai orang yang dia hormati dan hargai selama ini yaitu niken anak bos besarnya dulu.
sebab bila itu terjadi dan diketahui oleh amar, pastilah ruri akan dihajar habis oleh nya. ruri pun memutuskan untuk bermain gitar di belakang sambil bernyanyi.
Aku jatuh cinta lagi sayang
Untuk yang kesekian kali
Tetapi yang kali ini sayang
Dia nya belum jatuh cinta
Tapi aku sabar
Menunggu sampai dia cinta
Ku tak mau kehilangan dia
Karna dia begitu indah
Dia bisa diajak bicara
Meski dia belum cinta
Itu yang membuat
Membuat aku tak menyaman
Karena cinta buta tuli
Tidak melihat tak mendengar
Karena cinta butuh waktu
Bukan sekedar bincang-bincang
Ku tak mau kehilangan dia
Karna dia begitu indah
Dia bisa diajak bicara
__ADS_1
Meski dia belum cinta
Itu yang membuat
Membuat aku tak menyaman
Karena cinta buta tuli
Tidak melihat tak mendengar
Karena cinta butuh waktu
Bukan sekedar bincang-bincang
Karena cinta butuh waktu
Bukan sekedar bincang-bincang
Bukan sekedar bincang-bincang
Ku tak mau kehilangan dia
Karna dia begitu indah
" aku tahu kita sangat lah berbeda kasta, tapi aku tidak bisa berbuat apa - apa. Tuhan kenapa kau berikan aku rasa jika rasa itu sendiri akan sangat sulit aku gapai. diriku bagaikan memeluk bulan. sampai kapan pun aku tidak akan pernah sanggup dan mampu mendapatkan diri mu. " kata ruri dengan sedih sambil membayangkan wajahnya niken.
disisi lain niken tengah setia menunggu di samping amar. amar yang masih berbaring di rajamg memandang niken dengan tatapan kasihan. pasalnya wajah nya jelas telihat lelah. Lalu amar mencoba memanggik niken dengan pelan.
" niken " panggil amar, niken pun menoleh kepada amar.
" iya ada apa paman? apa paman membutuhkan sesuatu? " tanya niken dengan lembut. Amar pun memegang tangan niken dengan lebut.
" kamu pulang dulu aja ya, sepertinya kamu lelah banget beberapa hati ini nungguin aku terus. Nanti kalau kamu kelelahan nanti kamu jadi sakit lagi " kata amar dengan penuh sayang.
" masuk " kata niken
saat pintu di buka ternyata itu tulis, yang melihat amar dan niken berpegangan yang pun mencoba menahan rasa sakit hati nya di hadapan mereka.
" ini nona saya datang di suruh tuan han untuk memberikan baju ganti ini, ini diletakkan kemana ya? " tanya tulis dengan sedikit gemetar menahan air mata.
"letak kan disitu saja, oh iya tulis kamu tolong gantikan saya dulu ya. saya mau pergi mandi sebentar" kata niken dengan melepaskan tangan amar.
" baun nona " jawab tulis dengan patuh. setelah niken pergi ke kamar mandi, amar oun bertanya kepada tulis tentang keadaan nya.
"tulis bagaimana dengan keadaan rumah? apa baik- baik saja? " tanya amar dengan datar.
" semua baik- baik saja tuan " kata tulis dengan menata baju didalam loker amar. amar yang tak biasa dia panggil tuan pun sedikit terkejut. pasalnya selama ini dia memanggilnya abang.
" apa kamu ada masalah tulis? " tanya amar kembali.
" tidak apa - apa tuan saya hanya sedang kurang enak badan saja. makanya saya sedikit kurang fokus dalam bekerja " kata tulis dengan berbohong tapi masih bisa di lihat oleh amar.
" aku tahu kamu tulis, kamu tidak bisa berbohong kepada ku. katakan lah ada apa? " tanya amar lagi
" bisakah anda jangan bertanya banyak kepada saya tuan,tolong jangan buat saya bertambah emosi. saya tidak ingin ditanya terlalu banyak " kata tulis dengan ekspresi tidak biasa kepada amar .
" apa aku melakukan kesalahan? " tanya amar dengan serius tapi tulis hanya diam dan melihat Ponselnya. Tiba-tiba ada pesan masuk 📥.
ting [ suara pesan masuk ]
han:
__ADS_1
bisakah kita berbicara sebentar saja, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu.
tulis:
baik, setelah nona kembali aku akan turun menemui mu. apa ini masalah penting tuan han?
han:
penting untukku tapi tidak tahu dengan mu? sudahlah nanti sampai di bawa kamu masuk saja ke mobil kita cari tempat yang nyaman untuk berbicara
tulis:
oke
amar yang memperhatikan ada tidak biasa. lalu mencoba bertanya kepada tulis.
" siapa? " tanya amar dengan rasa ingin tahu
" bukan siapa - siapa, hanya bik lala minta tolong aku untuk membeli obat , keberanian obatnya habis. oh iya apa nona masih lama ya?
" seperti nya tidak lama " jawab amar tak lama niken pun masuk kembali kedalam.
" ada apa kok diem ? " tanya niken sambil mengusap rambutnya yang basah menggunakan handuk .
"tidak apa- apa nona,saya ingin ke apotik sekalian pulang " kata tulis dengan tersenyum kecil.
" kenapa buru- buru sekali " kata amar dengan heran
" aku harus membeli obat pesanan bik lala. kalau aku tidak segera membelikannya saya takut lupa " kata tulis dengan tersenyum. niken dan amar pun mengizinkan tulis untuk pergi.
dengan sedih tulis mendengarkan kan lagu rinduku
Hari demi hari kulewati tanpa hadirmu disisihku
saat rindu menghampiriku jiwa ini begitu terbelenggu
Teringat slalu bersamamu malam malamku
Teringat slalu bersamamu malam malamku
Merasa Ku meninggalkanmu hati ini pun terasa beku
saat kau tak ada disampingku jiwa ini slalu merasa rindu
Teringat indah senyumanmu diwajah cantikmu
Teringat indah senyumanmu diwajah cantikmu
Rindu dihatiku ingin selalu bersamamu
saat kau peluk aku tak ingin ku melepaskanmu
Sayangilah diriku jangan pernah melupakanku
cintailah diriku dengan sepenuh hatimu
maafkanlah bila ku jauh darimu
sampai kapan ku harus mengunggumu
ku berharap engkau setia menungguku
__ADS_1
ku kan slalu untuk setia menunggumu