
saat akan turun ke bawah, Niken tidak sengaja mendengar percakapan amar berbicara dengan seseorang ditelpon.
" iya nanti aku ke sana, nanti aku bawakan apa yang kamu mau ya, kamu lagi ngapain? oh sudah mandi belum ππ iya kamu tenang saja ya. oke sampai jumpa nanti " kata amar laku menutup telpon nya.
" dia berbicara dengan siapa jangan sampai dia berbicara begitu dengan wanita ulet itu deh, aku tidak suka deh kalau paman ku berbicara dengan dia" gumam niken dengan dirinya sendiri.
Taj lama amar pun keluar , niken menatap amar dengan tatapan tidak suka. laku turun tanpa memperdulikan amar. amar yang tidak mengerti pun hanya bisa diliputi rasa bingung nya.
" non ini susunya " kata lala dengan memberikan niken segelas susu hangat.
" terimakasih " jawab niken datar , niken terus menatap sarapannya tampa memperdulikan siapa pun. lalu segera bergegas pergi untuk mengerjakan pekerjaan nya. amar memandang niken dengan penuh bertanya-tanya.
" han apa ada yang salah dengan dia hati ini? kenapa dia sepertinya sedang marah. dia tidak seperti itu biasanya " tanya amar kepada han.
" kau tahu kan tuan bahwa mood wanita mudah sekali berubah hanya karena masalah kecil. aku rasa dia sedang ada salah faham dengan anda tuan atau dia sedang marah dengan seseorang " jawab han dengan berdiri di samping amar.
":tuan non niken dimana πβ" tanya lala kepada amar
" sudah pergi, ada apa bik? " tanya amar kepada lala
" ponselnya ketinggalan dan ada panggilan telfon masuk tuan " kata lala dengan memberikan ponselnya niken kepada amar. melihat nomer itu menelfon begitu banyak amar pun mengangkat telfon tersebut.
....... : maaf nona saya dari pihak taksi online , saya tidak bisa menjemput anda dikarenakan ban saya mogok. anda bisa memesan taksi lagi yang lain. hallo
tak memberi jawaban amar pun mematikan telfon tersebut lalu bergegas mencari niken.
" han niken dalam bahaya" kata amar dengan berlari menuju mobil dan diikuti oleh han. mereka mencoba pergi ke kantor tapi belum sempat sampai di sana nomer asing menelpon nomer niken. lalu diangkat oleh amar.
...... : kalau ingin dia selamat, kembalikan tulis kepada kami atau dia akan mati
amar : berani kau sentuh seujung kukunya kau akan mati.
__ADS_1
....... : saat matahari terbenam temui aku di sungai yg diujung muara ***** kalau tidak dia mati.
tut
telepon pun diputus sepihak. amar pun merasa frustasi dikarenakan nyawa niken dalam bahaya. sedang kan didalam mobil niken di ikat dan ditutup kepalanya.
" lepaskan aku, kalian akan menyesal berbuat begini Dengan ku. pamanku pasti akan membalas ini semua kepada kalian. lepaskan aku " teriak niken dengan keras yang membuat Antonio uang disebelahnya pun memukuli Niken hingga pingsan.
( maafkan aku niken aku terpaksa melakukan ini agar aku bisa membalaskan dendam pribadiku kepada paman mu. aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu setelah ini. aku akan menjagamu dan menempatkan di sisiku) batin Antonio.
setelah sampai di markas Antonio sendirilah yang menggendong niken ke dalam kamar lalu menguncinya dari luar. tidak lupa Antonio menyuruh beberapa anak buahnya untuk menjaga pintu kamar tersebut. agar niken tidak kabur.
" haaaaaaa aku benci dengan diriku sendiri kenapa tadi aku menyakitinya. aku tidak boleh begitu kepada nya . bagaimana kalau dia membenci ku. aku tidak ingin kehilangan mu niken. dia harus menjadi milikku iya dia akan menjadi milikku. aku tidak akan per ah melepaskannya. aku tidak mau dia menghilang seperti zahra ku) batin Antonio.
tak selang berapa lama, niken yang sudah tersadar dari pingsannya pun. Niken mengawasi setiap detail nya. Lalu niken bejalan ke arah pintu keluar tapi tidak bisa di buka. sepertinya pintu itu dikunci dari luar. tak kehabisan akal niken pun melihat kearah keluar lewat jendela nya tapi tak ada harapan karena diluar ada begitu ketat penjagaan nya. niken pun melihat tasnya tapi tak menemukan ponselnya.
" sialan aku tidak bisa keluar dari sini, aaaaaa aku harus bagaimanaβ paman tolong aku, aku diculik aku takut sendiri disini tolong aku paman. πππ tunggu dulu disini pasti ada tempat untuk ku bersembunyi.tapi dimana ya? " kata niken dengan paniknya. niken menghancurkan semua barang yang berada dikamar itu. lalu mencoba menghancurkan jendela dengan memukulinya menggunakan meja kecil di ruangan tersebut.
" akhirnya aku kabur juga, b*****an akan ku pastikan dia mengantarkan mahal akan hal ini. tangan dan lutut ku lecet. aku harus pergi dari sini sebelum mereka datang " kata niken dengan langkah terpincang-pincang.
sementara Antonio yang tak melihat keberadaan niken pun marah membabi buta. Antonio memukuli penjaga yang bertugas menjaga kamar niken.
" cari dia sampai dapat, aku tidak mau tahu cari dia sampai ketemu " kata Antonio dengan kemarahan. semua penjaga mencari di sekeliling rumah tapi tidak dapat menemukan keberadaan niken. lalu Antonio pun memeriksa CCTV di setiap ruangan di rumah itu . tak lama Antonio pun mengetahui bahwa niken sudah berhasil kabur. dengan mata penuh amarah Antonio pun melakukan mobilnya untuk mencari keberadaan niken.
" aku harus kemana ini paman tolong aku, paman aku takut berada disini. paman..... paman " kata Niken dengan putus asa.
" nona" panggil seseorang yang memanggilnya dari belakang.
" kau kan pelayan yang berada di rumah bibi lupi kan " kata niken
" iya tapi nona.... " belum sempat menyelesaikan perkataan nya niken pun jatuh pingsan. ruri pun membawa niken ke kediaman lupi.
__ADS_1
" nyonya nyonya tolong " teriak ruri dengan khawatir. lupi yang mendengar itu pun bergegas keluar. berapa terkejutnya lupi melihat keadaan niken yang sudah di penuhi luka dan penampilan compang camping.
" astaga nona apa yang terjadi kepadanya? " tanya lupi dengan ketakutan
" sepertinya dia habis mengalami penyiksaan nyonya" kata ruri
" bawa dia kedalam " kata lupi dengan cemas lalu lupi oun membersihkan luka yang ada pada tubuh niken. Tak lupa niken juga memberitahu kan kepada amar tentang niken. tak lama mendengar kabar itu amar meninggalkan pekerjaannya lalu bergegas ke rumah lupi.
" apa yang sebenarnya terjadi kepadamu nona, " gumam lupi tak lama amar pun sampai di kediaman lupi.
" apa yang terjadi kepadanya? berani nya mereka berbuat begini kepada niken ku. aku tidak akan tinggal diam " kata amar dengan darah yang mendidih
" siapa yang tuan maksud " tanya lupi dengan penasaran
" tadi pagi aku mendapatkan telepon dari nomor yang tidak dikenal mereka bilang. mereka ingin aku kesebuah tempat untuk menyelamatkan niken. sepertinya niken berhasil kabur dari mereka sebelum rencana mereka berhasil" kata amar
" tidak, tidak jangan kurung aku disini aku tidak mau. lepaskan aku, aku tidak suka kegelapan tolong...... tolong aku siapa pun tolong aku" gumam niken dalam tidurnya .
" niken ken bangun " kata amar kepada niken. niken pun membuka matanya. dengan wajah yang ketakutan . niken memeluk amar dengan tubuh gemetaran.
" mereka menculik ku,aku ingin melawan tapi dari salah satu dari mereka memukulku hingga pingsan. lalu kepalaku ditutup dengan kain. aku dikurung di sebuah kamar yang gelap, aku takut paman aku takut" kata nuken drngan bibir bergetar ketakutan.
" tidak apa - apa sayang kau sudah aman disini. ada paman disini" kata amar eenfan memeluk erat niken. niken pun menangis sejadi-jadinya dipelukan paman nya.
" tuan banyak tuka goresan benda tajam dan memar di badan nona " kaya lupi dengan hati - hati. amar mergeretakan rahang nya.
" aku merusak jendela kamar mandi agar aku bisa keluar ,setelah aku berhasil leluar aku lompat dari lantai 2 menggunakan seprei yang berada disana sebagai tali.lalu aku bersembunyi dibawa mobil untuk kabur. makanya banyak luka di tubuhku." kata niken dengan pelan.
" kau hebat kesayangan ku, kejadian ini tidak terulang kembali " kata amar dengan menyesal
" panan... apa salah satu dari mereka adalah orang yang dekat denganku, tolong jawab aku " kata niken dengan menatap mata amar, lalu smar hanya me jawab dengan anggukan kepala. seketika hati niken pun hancur berkeping-keping. bagaikan serpihan kaca yang sudah pecah.
__ADS_1