SUAMIKU ADALAH MUSUHKU

SUAMIKU ADALAH MUSUHKU
PENYELAMATAN NIKEN


__ADS_3

" niken kau harus tinggal disini untuk beberapa hari" kata amar kepada niken secara tiba-tiba yang membuat niken langsung menatap amar tajam.


" paman pekerjaan ku besok banyak aku juga ada janji dengan.. " belum selesai berbicara amar memotong pembicaraan niken.


" aku tidak mau tahu dan tidak ingin tahu, lupi bawa dia ke ruang latihan aku akan berolahraga laga diperbatasan sana " kata amar lalu bangun dari tempat duduk nya dan berjalan Cepat keluar dari kediaman lupi.


" kenapa dia aneh begitu, apa dia sedang menghadapai masalah? tapi apa, emosional nya sering berubah - ubah seperti orang yang sedang datang bulan saja " omel niken kepada amar.


" ayo nona ikut aku, mungkin tuan sedang ada urusan yang penting mengharuskannya pergi sekarang" kata lupi dengan membawa niken ke sebuah ruang khusus untuk latihan bela diri.


ruri tengah membersihkan ruang berlatih terebut,


" ruri kau kenapa disini? " tanya lupi dengan ruri


" nyonya tidak pernah menggunakan nya jadi aku menggunakannya setelah itu baru aku membersihkannya nyonya, siapa dia nyonya? " tanya ruri dengan melihat niken dengan tatapan suka.


" jaga pandangan mu atau akan ku c*****l mata mu ruri. dia putri dari tuan ku. pergilah sebelum ku habisi kau " kata lupi dengan memberikan tatapan membunuh nya.


" baik nyonya , kalau begitu saya permisi dulu" kata ruri sambil melirik sedikit kearah niken. sementara niken bersikap acuh tak acuh dengan sikap ruri.


" gantilah bajumu dengan ini nona, jangan gunakan alas kaki apa pun kecuali kaos kaki . ikat satu di atas saja rambutmu agar tidak mengganggu pandangan mu saat berlatih " kata lupi kepada niken.


" baiklah, dimana aku harus berganti pakaian? " tanya niken dengan melihat kiri dan kanan. tampa menjawab lupi menunjukan tempat bersalin di ruangan tersebut . niken pun bergegas berganti pakaian. sementara itu amar dan han pun pergi ke suatu tempat yang dikelilingi pepohonan rindang. Sesampainya di sebuah pintu gerbang kayu.amat dan han tidak lupa memakai topeng kebanggaan nya. amar pun turun dan diikuti han beserta beberapa anak buahnya.


" kita harus berhati-hati untuk itu tuan , sepertinya tadi di sepanjang aku melihat ada yang aneh dari tempat ini. sepertinya tempat ini di penuhi jebakan " kata han dengan amar.


" aku juga berpikir begitu han tapi bagaimana pun juga kita harus tetap waspada. ini pertama kalinya kita datang lagi ke tempat ini. anak buah han pun masuk kedalam dengan membawa senjata lengkap. dibelakang ada amat dan juga han lengkap dengan senjatanya.


krak


Terlihat seseorang pria dengan berpakaian rapi tengah menunggu mereka di ruangan tersebut. pria itu pun tertawa dengan penuh gembira melihat kehadiran amat dan juga han the geng.


" selamat datang kapal putih, aku sudah lama sekali menunggu kedatangan kalian . terlihat wajah yang tak asing turun dari tanggal tersebut. tap tap langkah kakinya begitu tegas terdengar.


" halo tuan kapal putih , selamat datang di kediaman geng hitam. aku sudah lama selalu menanti kehadiran kalian semua. duduklah " kata Antonio dengan wajah cool nya .


" Terima kasih tuan tapi kami kesini bukan untuk itu, kami datang hanya untuk menjemput saudara kami yang berada ditangan kalian" kata amar dengan tegas.

__ADS_1


" jangan buru- buru dong tuan, biarkan kami menjamu kalian terlebih dahulu" kata Antonio dengan arogan nya.


" kami paling tidak suka berbasa-basi tuan. aku ingin masalahnya cepat selesai " kata amar dengan mengontrol emosional nya.


" dian bawa tulis kesini" kata Antonio kepada dian sang asisten pribadinya. tampa menjawab dian pun menganggukkan kepalanya. lalu kedalam. amar dan han menunggu di ruangan tersebut dengan cemas.


( tulis aku sangat merindukanmu, apa kau masih sama seperti yang dulu ku kenal. apa cinta dan sayangMu akan berubah seiringnya waktu) batin amar dengan tak menentu.


dian pun keluar dengan seseorang yang ditutupi kepalanya menggunakan kain hitam. Dengan seksama amar memperhatikan seseorang yang berada didepannya.


" kenapa kepalanya ditutup? " tanya han dengan bertanya-tanya


" aku melakukan itu supaya dia tidak bingung, melihat kalian berada di sini, kalian tidak percaya kepadaku kah? baik lah aku akan membuka penutup kepalanya " kata Antonio dengan tatapan sulit diartikan.


srahhh


mata amar sangat terkejut melihat penampilan tulis yang begitu lusuh dan juga penuh memar ditangan dan juga muka. jelas terlihat kemarahan amar melihat kondisi tulis seperti itu, sungguh membuat mata dan hati menjadi teriris.


" abang itu kah ku bang alu tahu kamu pasti menjemput ku bang, aku tahu ku gak akan meninggalkan aku sendirian bang" panggil tulis dengan suara sedikit serak.


" belum ada kesempatan Menjauh lah tuan atau akan ku habisi dia " kata dian dengan nada mengancam. dengan penuh tidak keberdayaan amar mundur satu langkah dari tulis.


tampa aba - aba amar menembak dian dan menarik tulis kedalan lindungannya.


dor dor


" tuan kau yang memulainya jangan pernah menyesal akan hal itu" kata Antonio dengan kesal pertarungan antara dua pihak pun tidak terhindarkan kan. mereka bertarung sampai ada pemenang diantara mereka berdua.


setelah pertarungan yang menegangkan selama 1 jaman. akhirnya pertarungan dimenangkan oleh tim kapak putih. amar pun segera membawa tulis kerumah sakit terdekat supaya tulis mendapatkan perawatan yang terbaik. sepanjang perjalanan mata amar tidak lepas dari tulis. wajahnya begitu tetlihat menderita dan penuh tertekan.


sesampai dirumah sakit tulis pun medapatkan perawatan eksklusif. amar memilih tinggal untuk menemani tjlis dirumah sakit. sementara han bertugas menjemput niken dirumah lupi.


RUANG RAWAT TULIS


" maafkan aku tulis, dulu aku tidak ada berbuat meninggalkanmu disana. aku berusaha untuk kembali kesana, tapi mereka memukuli ku dan melemparkan alu ke sungai. aku butuh waktu untuk pulih. saat aku sudah sembuh aku kembali ketempat itu untuk mencarimu. tapi tidak juga menemukanmu di sana. aku begitu mengkhawatirkan mu disana tulis" kata amar sambil memegang tangan tulis yang berbaring istirahat.


ting

__ADS_1


niken:


paman kemana aku ingin berbicara denganmu. kenapa paman tidak ikut pulang? apa paman sedang sibuk? aku merasa ada yang aneh. kenapa perasaan ku tidak enak?


amar melihat pesan niken dengan tertawa kecil. tulis perlahan membuka matanya lalu melugat ke arah amar.


" kau bahagia sekali? apa kau sedang membaca pesan pacarmu? " tanya tulis dengan penasaran. amar pun memasukan ponselnya kedalam jas nya lalu mekigat keadaan tulis.


" tidak, aku hanya membaca pesan dari keponakan ku, dia sama bawelnya dengan mu dulu" jelas amar dengan jujur


" keponakan? setahuku kamu tidak punya keponakan deh? " tanya tylis dengan curiga


" anaknya mbak anita dan mas indra" jawab amar dengan sedih. air mata pun keluar dengan sendirinya.


" bagaimana keadaan mereka bang? dan kenapa kau bersedih begitu? aku sangat Merindukan kan mereka" tanya tulis lagi


" mereka sudah meninggal tulis" kata amar dengan sedih


" innalillahi rojiun bagaimana bisa bang? apa yang terjadi kepada mereka? " tanya tulis lagi


" mereka sakit dan akhirnya meninggal dunia. sekarang anaknya ikut denganku di sini " jawab amar dengan jujur. tulis pun ikut menangis mendengar berita tersebut. amat pun mencoba menenangkan tulis.


" kamu jangan bersedih begitu, fokus saja ke kesehatanmu ya ? aku berjanji akan selalu menjagamu sampai akhir nanti tulis. itu janji ku kepadamu . ingat itu baik - baik. oh iya sama kamu disana apa mereka menyakiti mu? " tanya amar kepada tulis.


" itu tidak seberapa, dibandingkan aku tidak melihatmu lagi bang. berjanjilah kau tidak akan meninggalkan aku lagi. berjanjilah untuk tetap berada disampingku " kata tulis dengan tatapan penuh cinta dan kasih sayang


" iya aku janji " jawab amar dan yakin. sementara niken yang menunggu kedatangan amar pun tetap menunggu diruang tamu sambil melihat daftar pekerjaan nya.


" lala" panggil niken dengan suara khasnya


" iya nona ada apa? " tanya laka eenfan mata yang sudah sedikit mengantuk.


" kau sudah mengantuk ya, kalau begitu beristirahat lah aku akan pergi ke dapur membuat kopi ku sendiri "kata niken lalu hendak berdiri tapi ditahan oleh lala.


" aku tidak mengantuk nona hanya saja aku tadi minum obat dlu jadinya begini, nona tunggu disini saja biar lala saja yang membuat kopinya untuk nona, tunggu sebentar ya non" kata lala dengan bergefas pergi ke dapur .


" ada dengannya? aku kan menyuruhnya untuk pergi istirahat, sudahlah aku tidak mau ambil pusing. dan iya kenapa amar tidak membalas atau pun mengangkat telfon ku. apa dia sedang bersama wanita? tapi jangan sampai dia bersama wanita ular itu ya. aku tidak suka dengan dia " kata niken dengan sebalnya..

__ADS_1


__ADS_2