SUAMIKU ADALAH MUSUHKU

SUAMIKU ADALAH MUSUHKU
LATIHAN MEDAN SESUNGGUHNYA


__ADS_3

semenjak penculikan itu emosionalnya niken menjadi berubah drastis.kini niken hanya sibuk bermain piano dan melukis. niken kini lebih tertutup dari pada biasanya. niken pun tak banyak bicara seperti kemarin


" niken sayang paman punya sesuatu untuk niken, tapi niken harus janji sama paman dulu. setelah Terima hadiah ini niken harus mau terapi lagi oke" kata amar mencoba membujuk niken, respon niken hanya biasa saja. niken tak begitu tertarik dengan hadiah yang dibawa amar.


" kau tahu niken, almarhum papa mu suka dengan benda ini. dulu ke mana pun dia pergi selalu memakai ini tidak boleh dicopot tau gak " kata amar berhasil menarik perhatian nya. niken pun penasaran apa yang berada di dalam kotak kado tersebut.


" buka ayo buka paman, aku mau lihat " kata niken dengan penasaran seperti anak kecil.


" tapi harus janji mau terapi ya nanti, kalau tidak mau aku akan mengambilnya lagi " kata amar dengan membuat kesepakatan dengan niken . dengan senang hati niken menyetujui persyaratan yang diajukan amar.


amar pun perlahan membuka kota tersebut. terlihat niken sangat penasaran dengan apa yang berada didalamnya. setelah terbuka ternyata di dalamnya hanya ada bros mawar putih. dengan wajah bingungnya niken pun bertanya kepada amar.


" apa ini? "tanya niken dengan 😕❓bingung.


" itu bros milik almarhum papa mu ken, tapi aku sengaja menyimpannya, supaya jiwa papa mun tetap hidup. aku ingin memberikan ini untuk mu sebagai lambang bahwa jiwa mas indra masih tetap hidup sampai detik ini juga " kata amar dengan sedih.


dengan sedih niken menangis sejadi-jadinya di pelukan amar. tampa sengaja tulis pun masuk ke dalam melihat kejadian tersebut. Timbul lah rasa cemburu di hati tulis, ia memilih pergi dari pada harus melihat kejadian itu. tulis berlari ke pojokan taman. ia menangis melihat kejadian tadi begitu menyayat hati nya.


" apa rasa yang dulu ada kini sudah berubah dengan begitu mudahnya abang. aku dulu berahun- tahun mendampingi mu. tapi kamu tidak pernah bisa melihat ke tulisan cinta ku kepada mu.aku sangat berharap aku dan kamu bisa terus bersama abang terlebih bisa menjadi pasangan " kata tulis dengan menangis 😭.


" paman ajari aku untuk bertarung, aku ingin meneruskan perjuangan papa. Aku gak mau selemah ini . tolong bantu aku paman untuk bangun dari keterpurukan ini " kata niken dengan serius. amar yang merasakan keseriusan niken pun menyetujuinya. hari itu juga amar melatih niken untuk bertarung. amar menyuruh niken untuk menyerangnya . niken pun mengikuti perintah amar dengan patuh.


" bagus niken kau begitu cepat belajar ilmu bela dirinya. jadi aku akan menambahkan kecepatan ku. bersiaplah " kata amar lalu mempraktikkan nya kepada niken. merasa kan dia akan kalah niken pun. berusaha membalas serangannya amar dengan trik yang dia gunakan selama ini.


tapi amar dengan mudah menghindari serangan niken. pada saat amar yang tengah lengah. niken pun berhasil menaruh pedang di leher amar. itu menandakan bahwa niken sudah menang dari nya.


amar pun hanya bisa tertawa sambil memberikan ucapan selamat. tak lama dari itu ponsel amar berdering. dengan sedikit menjauh dari niken , amar langsung mengangkat telfon nya.


Amar : ada apa


han: ada masalah di markas tuan


amat: aku akan segera ke sana, tunggu aku


han: baik tuan


tut telfon pun terputus amar pun lalu pergi ke markas the geng nya.tidak lupa amat membawa niken ikut serta agar bisa menguatkan mental niken untuk kedepannya. tulis dari jauh memperhatikan niken dan amar pergi bersamaku kedalam mobil . tulis tak berani bertanya karena suasana hati amar sepertinya tidak baik. tulis pun lebih memilih masuk kedalam rumah dan membantu lala mengurus rumah.


" bersiap untuk latihan ke medan yang sesungguhnya, kita akan bertarung dengan kuda kecil. dimana itu bukanlah tandingan mu. tapi kau harus bisa membuat mereka tumbang " kata amar dengan tegas. niken hanya bisa mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


setelah 30 menit perjalanan mereka pun sampai di tempat. tampa basa basi amar, niken, han dan juga anak bawahan nya bersiap pergi ke markas senjata geng kapal hitam.


disepanjang jalan amat menjelaskan setiap detail dari ruangan yang berada di sana. niken perlahan mencoba mengamati dan menghafal setiap tempat dan perkataan yang disampaikan amar.


" ingat kita mencuri senjata mereka, tapi waktu kita tak boleh kurang dari satu jam. kalah lebih dari itu kita bisa terjebak di sana . jadi dalam waktu kurang dari satu jam kita harus sudah pergi. apa kalian faham? " kata amar kepada niken dan juga han.


" tapi bukannya pemimpin mereka berada di sana? " tanya niken dengan serius. amar menatap niken lalu mengusap dadanya.


" niken kenyataan kadang terasa manis dan juga pahit. aku hanya ingin kau selalu siap kan hati mu jika orang terdekatmu pergi atau mengkhianati mu. jangan menangis lagi, air mata mu adalah mutiara bagi bawahan mu. jangan pernah menangis lagi" kata amar dengan mengusap kepala niken dengan sayang.


Bagaikan sungai yang tak punya malu


Mengalir meskipun terancam surut


Lalu (hmm), kakimu melangkah ke rumahku


Setengah melirik, mencoba rayu


Apa yang kau inginkan


Dari senyumku, ya tuan?


Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati


Yang hampir mati


'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita


Jangan biarkan ku pulang


Ke rumah yang bukan engkau


Bicarakan tentang seisi dunia


Perlahan mendekat, bisikkan cinta


Membuatku terlena


Ke dalam pesona sukma yang begitu indah

__ADS_1


Apa yang kau inginkan


Dari senyumku, ya tuan?


Ohh


Gemar sekali kau lukiskan bintang untukku


Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati


Yang hampir mati


'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita


Jangan biarkan ku pulang


Ke rumah yang bukan engkau


Jika mampu ku menjelajahi langit


'Kan ku petik pelangi 'tuk warnai harimu


Jangan khawatir, masih ada aku


Jangan khawatir, masih ada aku


Gemas sekali kau lukis kan bintang untukku


Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati


Yang hampir mati


'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita


'Kan aku persilahkan kau menetap di sini


tak lama dari itu mereka pun sampai didekat markas geng kapal hitam. amar segera memberi arahan agar mereka mulai menempatkan posisi mereka Masing-masing. tapi tidak lupa juga amar memberi kan sebuah topeng kepada niken agar tidak ada yang mengenali wajah mereka. niken pun segera melakuh kan apa yang diperintahkan amar. nuken pun berlari dengan cepat dan diikuti beberapa anak buahnya untuk melindungi nya. samar - samar niken melihat wajah antonio didalam markas itu.


( antonio... apa aku salah lihat, tidak mungkin orang seperti dia berada di kegelapan. setahuku dia orang yang baik dan juga dermawan. Tapi mata ku juga gak mungkin salah kan jika aku tadi melihat dia berada disini) batin niken dengan bingung.

__ADS_1


__ADS_2