
Disepanjang perjalanan sinta mencoba menjelaskan semua masalah nya kepada stevani, dan dgn geram stevani mendengarkan semua cerita nya. Sesampai sebuah rumah sederhana dan unik.
"Sinta apha kita lapor polisi ajha buat nyelametin santi? "Ucap stevani dgn khawatir
"Gak usah teman ku sudah menuju kesana untuk menjemput santi, lagie pula aku gak mau ngerepotin kamu. Apha kamu mau masuk dlu? "Tanya sinta
"Boleh kah"jawab vani
"Tentu tapi maaf rumah kami segini ada nya"
"Knp bilang gitu ini rumah yang cukup nyaman, dan indah"vani
"Sebentar aku buatin minuman dlu"
"Sinta apha aku boleh menginap disini"
"Aphha"
"Maaf maksud aku kamu serius ingin menginap disini? Tentu boleh dgn senang hati"
"Serius aku ngerasa sangat nyaman dan betah disini suasana yang bikin hati tenang"
"Ya udah ayo kita kekamar buat bersih2"
__ADS_1
Ditempat lain adit sudah sampai didepan rumah anggara disana adit melihat ketat nya penjagaan disana, dan tak lama adit melihat anak buah nya telah sampai disana.
"Bos kita udah siap, apha kita akn menyerang nya sekarang? Tanya doni org kepercayan adit
"Tunggu kita gk boleh sampai mengunakan senjata karna disini akn sangat berbahaya, jika ada yang menggunakan senjata mereka akn coba melapor kan ini pada polisi kalian mengerti dgn maksud gue"
"Siap mengerti bos"semua kompak menjawab
"Kita mulai sekarang"perintah adit
Orang2 adit pun sudah masuk dan mulai melumpuhkan satu persatu penjaga disana dan mereka segera membukakan pagar untuk bos nya, adit yang tidak sabar langsung masuk kerumah nya dgn dikelilingin anak buah nya yang takut bos nya sampai terluka, tiba2 adit mendengar suara pintu yang baru tertutup.
"Kalian cari anak buah anggara dan kumpulkan jangan sampai ada satu pun yang akan membayakan kita"
Adit menaiki tangga dan trus waspada karna dia tidak ingin membuat kerusuhan di perumahan elit ithu, adit mendengar suara santi
"Angga, turunin aku "teriak santi
"Gk akn kamu harus mandi bersama ku dan setelah ithu kita akn tidur, untuk mempersiapkan pernikahan kita"jawab fras menggendong santi ke arah kamar mandi
Langkah fras pun terhenti dan betapa kaget nya dia melihat adit yang berdiri didepan pintu yang rusak.
"Bruuuakk"
__ADS_1
"Loe ngapain disini? Mau coba bawa istri gue, kenapa si be****ak ithu gk datang kesini justru dia malah nyuruh loe kesini, dasar pecundang"ucap fras
"Jangan banya ba***t loe turunin santi dan lawan gue"adit dgn marah
"Oke, sayang kamu duduk disini yah aku ladenin curut nih dlu"ucap fras dgn lembut dan menurunkan santi dipinggir ranjangnya
"Loe blng gue curut, loe bener cari mati yah"
Disana terjadi perkelahian dan adit pun lebih unggul dari fras tiba2 adit mengeluarkan senjata api dan menari pelatuk nya.
"Doorrr"
Tapi adit sangat kaget melihat yang dia tembak bukan fras melain kan santi yang berada didepan fras, santi pun terjatuh dlm pelukan fras. Adit pun berlari menahan santi
"Kenapa loe lakuin ini san? "Tanya adit dgn khawatir
"Kak adit santi gk mau kaka sama seperti angga, santi tau angga buat kesalahan tapi santi udah maafin dia kak, biar tuhan yang menyadarkan dia jangan kita yang menghukum nya"jawab santi sambil memegang lengan nya yang tertembak
"Santi loe bangun bangun santi"teriak adit
Fras pun yang terluka segera menggendong santi dan berlari keluar untuk membawa nya ke rumah sakit, dia langsung masuk mobil dan membawa santi yang terluka begitu khawatir nya fras melajukan mobilnya bagai pembalap, sesampai dirumah sakit milik keluarga fras segera memanggil dokter.
"Dokter,, dokter "
__ADS_1
Seorang dokter perawat pun datang dan langsung membawa santi keruangan IGD diluar ruangan ithu terlihat 2 orang pria tampan yang sedang khawatir.