
Fikri pun kembali dan masuk kekamar sang calon kakak ipar dimasa depan tapi sekarang masih berstatus adik nya, fikri melihat adiknya masih asik dgn laptop dan jgha beberapa kertas yang menumpuk entah apa yang sedang dia lakukan
Celekrek
"Knp loe kesini gk puas loe buat wanita ku menangis hah"ucap arga dgn sinis tampa menoleh
"Ayolah ga sorry gue gk sengaja, gue akan pergi besok pagi jagain dia buat gue yah"ucap fikri langsung ke inti nya
"Pergi maksud loe dasar pecundang berani loe suka sama princess gue dan sekarang loe telantari si*l*n kau"bentak arga dgn tatapan tajam
"Bukan gitu ga gue akan ikut papa dan ayah untuk menjadi terbaik diantara semua nya gue akan berusaha memantaskan diri buat dia ga tolong dukung gue janji akan kembali dalam keadaan yang jauh lebih baik tapi tolong jaga dia"ucap fikri dgn sendu
"Siapa yang mau pergi"ucap sina diambang pintu
__ADS_1
"Itu loh si abang kita mau pergi ikut ayah dan papa untuk bisa melamar mu nanti"ucap arga dgn santai
"Pergi"ucap sina menatap fikri
"Iya sayang abang janji akan segera menjemput mu jika keadaan abang udah lebih pantas untuk mendampingi mu, kamu mau berjanji dan menunggu abang"ucap fikri dgn sedih
Sedangkan sina gadis kecil itu hanya diam mematung tampa menjawab dan berlalu pergi
"Andai gue lahir seperti si al mungkin gue gk perlu lakuin ini sayang nasib gk seindah itu"ucap fikri bertambah sedih
*aku harus bisa menjauh demi mendapatkan masa depan indah untuk wanita yang aku sayang, maaf mom aku menjadi anak egois yang meninggalkan mu hanya untuk ku sendiri "batin fikri sungguh menyakitkan melihat wanita yang sudah memberika hidup ya untuk nya sekarang harus berkorban untuk melepas nya
Perlahan fikri pun meninggalkan kamar arga dan kembali ke kamar nya, saat membuka pintu alangkah terkejut nya fikri melihat princess nya sedang duduk dibalkon nya entah apa yang sedang dia bakar dalam tong sampah yang pasti gadis kecil nya sedang membakar sesuatu terlihat jelas api membara keluar dari dalam tong itu
__ADS_1
"Princess sayang"ucap fikri dgn senyum merekah langsung menuju tempat sina alangkah terkejut nya fikri melihat poto2 dan barang2 kenangan nya tumbuh bersama dibakar gadis itu, saat sebuah kalung sudah siap menjatuhkan diri pada bara api tangan fikri menyambar kalung itu sampai2 tangan nya mendapat luka bakar
"Apa yang kamu lakukan hah, kamu membakar semua nya apa salah abang princess abang sangat menyayangi mu knp kamu ambil sebagian diri abang, kamu liat bahkan kalung indah ini pun kamu buang bukankan hanya kita berdua yang memiliki nya abang gk perduli apa pun ini demi kebaikan kita abang pasti kembali lagie jadi tolong jagang begini ini membuat abang berat meninggalkan mu"ucap fikri duduk dilantai
"Barang ini gk akan hacur jika kamu tidak egois baiklah lupakan semua lupakan tentang kita aku anggap kepergian mu sebagai masa terakhir kita bertemu aku harap tidak bertemu lagi jika hanya untuk saling menyakiti dan mengecewakan, aku sangat benci ditinggalkan aku selalu berbicara itu pada mu kan tapi hari ini kamu yang meninggalkan ku makan jangan salahkan jika aku gk akan kembali untuk mu ingat luka ini aku tidak akan kembali"ucap sina membuang sebuah buku yang bnr2 penting untuk gadis itu, tampa pikir panjang fikri mengambil buku itu yang mulai terbakar setelah mematikan api fikri duduk dipinggir ranjang menatap sebuah kalung dan buku dgn tetesan air mata
"Maaf maafkan abang semoga kita bisa bersama dimasa depan"lirih fikri dgn sedih
"Maafkan abang putri raja ku"gunam fikri
tak terasa tampa mengobati luka tangan nya fikri tertidur karna lelah menangis, hatinya begitu berat melepaskan mommy dan gadis kecil nya tapi tekad nya begitu kuat hingga dia membulatkan hati untuk pergi menata masa depan yang cerah untuk gadis kecil nya dan membanggakan sang mommy
#next
__ADS_1