
Sesampai dirumah nya santi disuguhkan tatapan khawatir ketiga anak nya yang sedang duduk diruang tamu jika dilihat jam sudah menujukan pukul 3 dini hari tapi tiga anak itu masih tetap terbangun
"Assalamualaikum kalian blm tidur? "Ucap santi menghampiri tiga anak nya
"Apa yang mom lakukan apa ini yang disebut sayang mom tidak menyayangi kami hingga mom mengatur semua nya untuk kami dewasa, knp mom tidak berjuang biarkan anak itu pergi kami membutuhkan mom aku benci dgn keadaan ini"ucap arga dgn dingin
"Mom tidak ingin mengirusi aku lagi padahal aku putri mom satu2 nya bertahan untuk kami, kami membutuhkan mom"ucap sina sambil menangis
"Mom boleh aku meminta sesuatu? "Tanya fikri tidak seperti biasanya anak itu selalu ceria tapi malam ini dia terlihat begitu sedih dan tertekan
"Ada apa? Apa pun untuk anak kesayangan mommy dan kalian semua adalah segalanya buat mommy tolong jangan menangis sayang jangan membenci atau menyalahkan siapa pun ini keputusan mom mempertahankan baby diperut mom kalian harus menyayangi nya hidup seseorang hanya ada ditangan alloh sayang jika pun nyawa taruhan nya bkn kah itu memang kewajiban mommy untuk tetap mempertahankan kalian"ucap santi memeluk ketiga anak nya
__ADS_1
Santi trus membujuk anak2 nya dgn lembut supaya mau menerima kehadiran sang adik sampai tiga anak nya pun menurut tapi tiba2 sang putra sulung marah rasa takut akan ibu nya terluka menyelimbuti hati nya dia sangat2 takut akan kehilangan sang ibu anak yang berumur 7 tahun dia sangat merasa tergantung pada sang ibu
"Mom klw mom memang mau dd oke iki akan turuti iki akan ikut papi dan pergi dari sini, iki gk mau liat mommy terluka atau pun kenapa2 iki gk sekuat itu mom iki akan telpon papi sekarang terserah mommy iki udah gk bisa ngomong apa pun"ucap fikri untuk pertama kali nya anak sulung nya begitu merasa terpuruk dan sedih itu jgha membuat santi begitu sedih
"Bukan gitu sayang mommy bisa jelaskan jangan begini mommy mohon"ucap santi mengejar sang anak yang sudah masuk kekamar nya tentu sikembar pun ikut mengunci diri dikamar masing2 santi pun begitu terpukul akan keputusan sang anak kembali ke kamar seseorang yang sedang menunggu nya duduk disofa
Celekrek
"Knp kamu melakukan ini? Seakan aku memang suami yang buruk sampai2 aku gk tau keadaan istriku"ucap sendy dgn sedih
"Apa yang kamu ketahui? "Tanya santi memejamkan mata bersandar disofa
__ADS_1
"Keadaan mu tidak memungkinkan mengandung anak kita tapi kamu tetap mempertahankan nya, apa kamu berniat membuat ku gila kamu tidak memikirkan anak2 akan terluka dgn keputusan mu"
"Dia ada karna kita dia tidak minta untuk dilahirkan dia pun bukan kesalahan yang harus aku cegah kehadiran nya dia adalah anugrah dan kebahagiaan kita dia bukti cinta kita, aku sama sekali tidak berniat melukai siapa pun aku hanya gk mau berbuat dosa bukan kan alloh sudah mempercai ku mengandung nya kenapa aku harus melukai nya aku tau kamu dan anak2 sangat takut dgn keadaan ku tapi bisakah kalian mengerti ibu mana yang mau membunuh anak nya jika pun ada itu bkn aku, aku memberikan fikri gijal ku karna aku tau hidupku hanya demi mereka disaat itu aku terjatuh dan terluka hanya mereka yang aku punya dan bukan kan anak ini jgha memiliki hak yang sama mengerti lah aku bukan wanita kejam yang hanya haus akan belayai tapi enggak untuk mengandung nya kalian harus tau aku hanya ingin anak kita semua nya baik2 saja itu saja tidak ada yang salah"ucap santi sambil menangis berlalu masuk ke kamar mandi sedang kan sendy duduk terpaku menatap wanita yang begitu tangguh
Tampa mereka sadari ketiga anak nya pun mendengar ucapan sang mommy dibalik pintuk mereka takut jika daddy nya akan marah setelah mengetahui keadaan sang mommy
*mommy terlalu baik dan sempurna*batin fikri
*mommy aku mencintai mu semoga aku bisa seperti mu*batin sina
*mom maafkan aku tapi setelah ini aku akan mendukung mu*batin arga
__ADS_1
Next