
Aurel terbangun dari tidurnya dan tak sengaja melihat ke arah sofa yang di tiduri oleh Jungkook dan membatin ''Gak nyangka kalau aku beneran menjadi istri tuan Jungkook,ini semua seperti mimpi" Aurel terpakau melihat Jungkook yang begitu tampan dan tanpa ia sadari kalau Jungkook menyadari kegiatannya tersebut
"Hei lihatlah air liur mu meleleh di samping bibirmu"ucap Jungkook
tanpa sadari Aurel pun langsung memegang sudut bibirnya tersebut dan ia langsung menyadari bahwa Jungkook telah menipunya
"Hahaha... apakah kamu terpakau dengan ketampanan ku?" ucap Jungkook
"eh ga gak ada Tu..an....Aku tidak terpakau sama sekali" ucap Aurel denga terbata-bata
"terus kenapa mukamu menjadi merah seperti kepiting rebus"ucap Jungkook masi terkekeh
'ais Aurel kenapa kamu jadi kayagini sih...aduh malu banget mau taruh dimana ini muka'
Melihat Aurel yang melamun Jungkook akirnya mendapatkan ide untuk menjahili Aurel....ia mulai mendekati Aurel dan seketika itu Aurel langsung tersadar dan kaget setelah mendapatkan helaan nafas halus dari jungkook sang suaminya tersebut
"A...pa yang tu tu...an ingin...kan?
maaf tuan aku mau ke kamar mandi" ucap Aurel terbata-bata
"Aku hanya inginkan dirimu" ucap Jungkook
"Tapi...tu...an saya belum siap untuk melakukan kewajiban itu" ucap Aurel
"hahaha.... iya-iya aku tau tapi aku punya persyaratan untuk kamu" ucap Jungkook
"persyaratan apa tuan"ucap Aurel dengan nada khawatir karena ia takut kalau Jungkook membuat persyaratan yang aneh
"kamu harus menjadi sekertaris pribadiku" ucap Jungkook
"Baiklah tuan,dengan senang hati saya menerimanya"ucap Aurel dengan lega
"oh iya...mulai sekarang jangan panggil dengan sebutan tuan, panggilan yang lain saja karena aku ini suami mu bukan tuanmu" ucap jungkook
__ADS_1
"Aku harus memanggil apa?" ucap
"kamu bisa memanggi aku suami,sayang,honey,dear, atau apalah" ucap Jungkook
"Bagaimana saya memanggil dengan sebutan kakak" ucap Aurel
"Terserah dirimu dan satu hal lagi tidak usah menggunakan bahasa formal jika kita diluar jam kantor nanti aku ini adalah suamimu bukan orang asing"
"Baiklah kak aku mengerti"
"Baguslah kalau mengerti dan ingat sebentar sore kita akan pulang ke rumah utama jadi kamu harus bersiap diri'
"Baiklah kak" ucap Aurel
setelah selesai berbicara dengan Jungkook, Aurel pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya....
"Huh syukurlah kak Jungkook belum meminta haknya...aku masih aman sekarang" Aurel pun kembali melakukan aktivitas mandinya tersebut....
Di perusahaan Namjoon grup
"selamat pagi juga" ucap Namjoon sambil tersenyum melihat ke Vera
Lima menit kemudian
"Apa agenda saya hari ini" ucap Namjoon kepada Asistennya
"Hari ini ada pertemuan dengan para pemegang saham"ucap Riko
"Baiklah kamu sama Vera harus ikut bersamaku" ucap Namjoon
"Maaf Tuan nona Vera udah memberitahu kepada saya kalau dia tidak bisa ikut" ucap Riko dengan nada rendah
"Saya gak mau tau pokoknya dia harus ikut bersama kita" ucap Namjoon dengan tegas
__ADS_1
Ia pun langsung menelpon ke ruangan Vera
"Sebentar kamu harus ikut bersama kami untu merekap keuntungan dari saham kita" ucap Namjoon
"Tapi...." belum menyelesaikan omongannya Namjoon langsung menyela pembicaraannya
"gak ada tapi-tapian"ucap Namjoon
"Baiklah Tuan" ucap Vera pasrah
'Aneh barun kali ini ia memanggilku dengan sebutan tua biasanya dia selalu memanggilku dengan sebutan pak boss ada apa dengannya' ucap Namjoon dalam hati
Setelah menutup telepon dari sang bosnya Vera menghela nafas panjang dan bergumam
'Bagaimana caranya untuk menghindari dia jika aku selalu berada di sampingnya... untuk sekarang ini badanku juga tidak terlalu sehat kepala ku juga pusing efek semalam...aku gak boleh menunjukkan kalau keadaanku ini kurang baik...aku harus melakukan sesuatu'
tak lama Vera pun kembali memakai make-up tipis untuk menutupi wajahnya yang pucat
Setelah 30 menit mereka telah sampai di gedung dan membicarakan pemegang saham terbesar di pegang oleh Namjoon yaitu 83% dari saham yang ada... setelah selesai pertemuan mereka pun bersiap untuk kembali ke kantor tetapi disaat memasuki lift Vera mulai merasakan kalau kepalanya terasa pusing dan ia perlahan jatuh di depan lift tersebut akan tetapi sebelum ia terjatuh sampai di lantai ia ditangkap ole Naamjoon yang sedang melihat kearah Vera Namjoon begitu khawatir dan panik ia langsung menggendong Vera melewati orang-orang yang melihat dan tidak memperdulikan apa yang orang lain bicarakan karena baginya keselamatan Veralan yang paling penting saat ini
''Rik siapkan mobil untuk antar Vera ke Rumah sakit pribadi" ucap Namjoon dengan panik
"Baik Tuan" ucap Riko
setibanya di RS Ia langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Vera
"Gimana keadaan Dia dok?" ucap Namjoon begitu khawatir
"Keadaannya tidak terlalu parah nona Vera mengalami penurunan kesehatan akibat kecapaian dan stres akibat beban kehidupannya'' ucap Dokter Rino yaitu dokter pribadi Namjoon
"Kenap dia belum sadar juga?" ucap Namjoon
"sekitar 1 jam kedepan dia akan sadar dan nona Vera butuh waktu istirahat selama 2 hari disini sampai keadaannya pulih" ucap Dokter Rino
__ADS_1
"baiklah dan berikan ruang VIP untuknya" ucap Namjoon dengan tegas
"Baiklah Tuan" ucap Rino