
Aurel duduk termenung di samping sahabatnya itu ia tak tau harus melakukan apa cuma dengan berdoalah dia lakukan saat ini.
Tak lama iapun kembali di kejutkan dengan suara bising dari HP Vera dan setelah melihat siapa yang menelepon Vera ia sangat terkejut karena yang menelpon Vera ialah Mark ketua mafia black dragon dan mau tidak mau Aurel pun mengangkat telepon tersebut
"Halo kak, maaf ini sama Aurel" ucap Aurel
"Oh hai honey tumben-tumbenan hpny sweetie ada di kamu, Dia dimana sekarang?" tanya Mark
"Maafin Aurel kak, Aurel gagal jadi sahabat yang baik untuk Vera, hiks..hiks..hiks
"Kamu kenapa hey, sini cerita sama kaka, sweetie kenapa hum? ucap Mark dengan cemas
"Vera mengalami kecelakaan tadi siang kak, hiks...hiks
"apa? ke... kecelakaan?"
"Iya kak, aku juga gak tau penyebabnya apa setelah Vera sampai di rumah sakit dulu baru aku dengar kabar kecelakaan Vera kak" ucap Aurel dengan suara parau
"Oke, baiklah ayo kasih tau kk dimana kamu sekarang nanti kaka kesitu"
"Kami di internasional hospital kak"
"oke honey kaka siap-siap mau otw ke situ jaga diri baik-baik yah"
"siap kak"
( Dragon Black merupakan Mafia yang paling ditakuti oleh mafia-mafia lain di benua Asia)
flash back on
Mark berjalan menyusuri trotoar sambil menunduk sambil mendengarkan musik tanpa ia sadari ada cewek yang berlarian dan tanpa sengaja ia menabrak Mark sampai keduanya terjatuh di atas trotoar
__ADS_1
"ahhh" ucap Mark meringis kesakitan di dadanya
"Aduh ma aku tabrak tiang" ucap gadis tersebut
"eh eh enak aja bilangin gua tiang mata buta,katarak apa ngejulid sih? ucap Mark dengan songongnya
"Makanya kalau punya dada itu lembek dikit kek ini mah dada kaya tiang listrik lihat noh dahi gua ampe cenat-cenut gini lu kira ini gak sakit apa?
"Ini anak benar-benar yah, yang tabrak siapa yang nyolotnya siapa?
"Emang lu mau salahin gua gitu maksudnya? enak aja salahin gua, lu aja jalannya menunduk mulu mana bisa tau ada orang yang di depan lu''
"Terserah lo, gua malas debat sama cewe gila kaya lo"
"apa cewe cantik membahana seperti gua lu bilang gila? wah-wah minta ngajak gelud ini mah"
''hum terserah elo mau bilang apa, yang penting gua mau pulang sekarang"
"hufft untung lu gemasin kalau gak udah gua habisin dari tadi lu"
"udah gak usah ngedumel mulu cape tau kuping gua dengarin yang kata-kata yang gak berfaedah, lebih baik antarin gua ke rumah kek jadi lebih berfaedah gitu''
"naik" ucap Mark dingin
"apanya" ucap cewe itu dengan tampang polosnya
"Naik ke punggung gua, tadi minta di antarin, mau gua kasih tinggal disini?
"Enggak dong" setelah berdebat cukup panjang akhirnya Mark pun mengikuti permintaan cewe rese itu untuk mengantarnya ke apartemennya
"Makasih kak udah anterin aku mau masuk dulu?
__ADS_1
"Udah gak usah, lo masuk gih"
"Ayolah kak, aku tau kakak haus dan cape dari tadi gak baika menolak permintaan orang"
"hum baiklah kalau memaksa"
Mark pun mengikuti memasuki apartemen si gadis tersebut.
"Boleh nanya gak? tanya mark
"boleh kok'' sambil mengambil air es dalam kulkas untuk di berikan ke Mark
"Nama mu siapa, orang tua mu dimana?
"Namaku Vera kak, orang tuaku dan adikku udah meninggal aku sendirian" ucap Vera sendu
"Maaf aku tidak bermaksud untuk..."
"gak papa kok bukan salah kaka juga, kaka kan juga gak tau keluarga ku"
"kamu mau gak jadi adik angkat kaka? tanya mark dengan hati-hati
"aku mau kak" ucap Vera dengan mata berbinar
"benaran? kamu gak lagi ngeprank kaka kan?"
"aku jujur kak, makasih udah mau jadi kakaknya Vera Uda mau jadiin Vera keluarga"
"iya sweetie udah sekarang tidur, kaka juga mau pulang dulu masih banyak yang harus kk kerjakan, good night sweetie" ucap mark sambil mengecup kening adik angkatnya tersebut.
Setelah mengantar Mark sampai ke depan pintu apartemen Vera pun kembali masuk kedalam kamarnya sambil bergumam
__ADS_1
walaupun engkau seorang mafia besar tapi aku masih melihat aura kasih sayang serta perhatian yang tulus untukku...makasih kak udah mau jadikan aku adikmu