
Hari menjelang pagi Vera pun terbangun untuk melanjutkan aktivitas seperti biasanya dan bergegas menuju tempat magangnya dan merupakan minggu terakhir baginya di tempat magang tersebut. Vera merasa senang sekaligus sedih karena tidak bisa lagi berdekatan dengan orang yang dia Kagumi setiap saat. Tidak menunggu lama ia pun bergegas ke kantor. Setibanya di kantor Vera langsung membuka dokumen magang dan mengerjakan laporan keuangan yang di berikan bosnya kepadanya tersebut
"huh apes benar hidupku selalu aja disuruh kerja beginan dia kira aku gak bosan apa? syukur saja dia itu bos kalau gak udah ku kirim ke kutub Utara sana, Oh Tuhan sedih sekali hidupku ini punya bos yang tidak mempunyai perasaan sama sekali huhuhu...."
Tanpa ia sadari Namjoon dari tadi memperhatikannya dan mendengar semua pembicaraannnya itu ingin sekali Namjoon tertawa melihat ekspresi Vera yang menggemaskan tapi dia tidak mau mengacaukan ngomelan Vera dan setia mendengarkan perkataan-perkataa yang keluar dari mulut gadis mungilnya tersebut
dan ia pun kembali mendengar kata-kata pedas yang keluar dari mulut sekretarisnya tersebut
"Seandainya aku yang menjadi bosnya disini udah aku pindahin menjadi office boy supaya dia bisa merasakan bagaimana capenya mengepel menyapu tapi apalah dayaku hanya seorang sekretaris saja eh tapi tunggu aku kan belum membuat laporan magang untuk kampus aduh ****** aku... benar-benar bos gak punya hati udah tau aku mau selesai magang Masih aja suruh aku buat laporan keuangan kantor ...sabar Ver kamu pasti bisa semangat"
Karena kaki mulai pegal Namjoon pura-pura masuk dan seolah-seolah tidak mendengarkan perkataan Vera tetapi dalam hatinya sudah memiliki rencana membuat gadis kecilnya itu kesal
"Tunggu saja pembalasan ku gadis kecil bisa-bisanya kamu seenaknya mengumpat diriku di tempat kerjaku" kata Namjoon dalam hati
Vera yang sedang mengumpat pun langsung terjungkal kaget karena melihat bosnya sudah di depan pintu dan hampir saja terjatuh tetapi Namjoon dengan cepat menangkap tubuh Vera sehingga badannya tidak sampai menyentuh lantai
"eh Bos aduh salah maksudnya selamat pagi pak bos" kata Vera dengan muka merah padam seperti kepiting rebus
__ADS_1
"pagi, kenapa dengan mukamu seperti itu" tanya Namjoon yay pura-pura tidak tau
"kepanasan akibat jatuh" kata Vera dengan otak ngeblanknya
"kepanasan akibat jatuh? sangkut pautnya dimana itu?"
mendengar hal itu Vera semakin malu dan merutuki kebodohannya tersebut
"Maksudnya begini pak bos kenapa muka ku memerah karena efek kaget melihat bapak seperti jelangkung datang tak di panggil pulang tak diantar hehehe" jawab Vera dengan polosnya
"Jadi kamu ngatain aku jelangkung?" tanya Namjoon
"Tapi tetap sajakan kamu ngatain aku sebagai jelangkung?"
"Aduh gini ni pak gak ngerti banget apa yang saya ucapin dari tadi maksudnya saya gak pernah ngatain bapak itu jelangkung itu karena efek kaget saja pak gimana sih bilangnya pintar" Jawab Vera
"Terserah kamu saja oh iya bukannya kamu sudah janji kalau jika di ruangan ini cuma kita berdua pakai bahasa seperti apa?
__ADS_1
"bahasa manusia lah pak masa pakai bahasa alien"
"Vera aku lagi nanya benaran bukan main-main otak kamu digunakan untuk apa sih?" tanya Namjoon dengan gregetnya
"kalau itu mah otakku 50 persen digunakan untuk ngehalu pak kenapa memangnya tapi tenang aja kok otakku masih bisa di pakai untuk kantor jadi bapak tidak perlu khawatirkan"
"Terserah kamu saja...oh iya jangan lupa buat laporan keuangan, jadwal meeting dan satu hal lagi jika di ruangan ini cuma ada aku, kamu, sama Riko kamu tetap menggunakan bahasa informal... mengerti!!!"
"iya pak,,,tapi boleh gak pak laporannya di alihkan ke pak Riko soalnya aku ada buat laporan juga"
"Tidak bisa soalnya Riko ada keluar daerah survei pekerjaan disana"jawab Namjoon dengan acuh sambil menuju bangku kerjanya
"Dasar bos nyebalin"
"Apa yang kamu katakan'
"Enggak kok pak aku cuma bilang aku akan selesaikan, bapak tenang aja"
__ADS_1
''Bagus...aku tunggu hasilnya" jawab Namjoon dengan senyum kemenangan
'huhhhhhh miris sekali hidupku' kata Vera dalam hati