Suamiku Ternyata Seorang Idol (HunHan)

Suamiku Ternyata Seorang Idol (HunHan)
ep 1


__ADS_3

Sepulang dari gereja Luhan dan suaminya langsung ke apartemen milik sang suami. Luhan langsung merebahkan dirinya di atas ranjang karena ia begitu lelah. sedangkan sang sui memilih mandi dulu. Saat sudah selesai mandi ia melihat Luhan sudah tertidur dengan pulasnya.


"dasar jorok." gerutunya melihat Luhan yang belum mandi sudah tidur itu.


Paginya Luhan bangun dengan tergesa gesa karena ia ada kuis hari ini, ia tak ingin terlambat mengikuti kuis dan nilainya akan turun.


"mau kemana kau?" tanya sang suami yang ternyata sedang sarapan sendirian diruang makan.


"aku mau ke kampus, ada kuis hari ini dan aku tak ingin terlambat." kata Luhan sambil memasang sepatunya.


"ambilah rotimu, jangan biarkan perutmu kosong!" Luhan mengambil roti panggang buatan sang suami.


"terima kasih Sehun. aku berangkat dulu bye"


Luhan pergi meninggalkan suaminya yang bernama Sehun atau Oh Sehun geleng geleng kepala.


Drrrrrrtttt.....


"yeoboseyo," Sehun mengangkat panggilan dari seseorang.


"....."


"Baiklah aku akan segera kesana."


setelah memutuskan sambungan Sehun pergi ke kamar berganti pakaian lalu pergi bekerja.


*


*


*


Luhan baru saja keluar dari kelasnya setelah mengikuti kuis yang menurutnya begitu mudah itu.


" setelah ini kelas kosong, aku mau ngapain ya?" gumamnya sendiri.


"eh, Kau Luhan si mahasiswa pindahan itu kan?" tanya seseorang yang baru saja berpapasan dengan Luhan.


"ya?"


"perkenalkan namaku Do Kyung Soo, aku teman sekelasmu. Tadi saat kuis kau hebat ya bisa menjawab semua pertanyaan dari dosen." kata orang itu yang bernama Do Kyung Soo.



Luhan menatap Kyung Soo, pemuda bertubuh agak berisi tingginya tak jauh beda dengan Luhan dan memiliki mata yang lebar.


"ah, biasa saja. em... salam kenal Kyung. namaku Xi Luhan" Luhan memperkenalkan dirinya.


"bisakah kita berteman? sepertinya kau belum mendapatkan teman disini? apa aku benar?" tanya Kyung-soo yang tepat sasaran.


"kau benar, aku belum kenal dengan siapapun disini. kau orang pertama yang kukenal sekarang. jadi mulai sekarang kita berteman?"


"tentu." Kyung-soo mengangguk senang.


lalu mereka berdua pergi ke kantin mengisi kelas mereka yang kosong beberapa jam kedepan karena dosen mereka tak dapat hadir hari ini.


"Kyungie...."panggil seseorang dari kejauhan.


Kyung-soo melambaikan tangannya kepada temannya. Luhan yang memang tidak kenal ya diam saja. Lalu 3 orang pemuda menghampiri mereka berdua.


"hai Xiumin, perkenalkan teman baruku namanya Luhan"


"hai"👋😃 Sapa Luhan.

__ADS_1



"Hai juga, perkenalkan namaku Kim Min Seok tapi teman temanku suka memanggilku dengan nama Mandarin ku." Luhan hanya mangut mangut.



(Zitao)



(Lay)


"kalau aku Huang Zitao panggil saja aku Tao dan ini sepupuku Zhang Yixing panggil saja dia Lay. kami dari China." kata seseorang bertumbuh tinggi dan memiliki kantung mata seperti panda.


"benarkah? aku juga dari China, Beijing lebih tepatnya. senang bisa bertemu dengan orang yang kebangsaan sama" Luhan terlihat senang karena ia merasa tak sendiri sekarang, karena ia belum terlalu lancar berbahasa Korea, walau ibunya orang Korea tapi ia sudah lupa berbahasa Korea semenjak ibunya meninggal.


"kalian disini hanya kuliah atau bagaimana?" tanya Luhan menggunakan bahasa Mandarin.


"kami hanya kuliah disini sedangkan sepupuku, dia bersama keluarganya dan aku tinggal bersama mereka." jelas Tao yang menggunakan bahasa Mandarin juga.


Kyungsoo dan Xiumin hanya bengong karena tak mengerti apa yang mereka katakan.


"Hei...hei... kalian membicarakan apa hah? kami tak mengerti bahasa kalian!" oceh Xiumin kesal.


Luhan, Tao dan Lay hanya tertawa kecil membuat Xiumin tambah jengkel dibuatnya.


"Mianhae yo Xiuminah..." Tao mencubit pipi chubby Xiumin gemas.


"sakit Panda!" Xiumin sudah siap akan memukul Tao, tapi Tao sudah lebih dulu menghindar. yang lain hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua yang seperti Tom and Jerry.


*


*


*


"Luhan pabbo" gumamnya pada diri sendiri sambil memukul kepalanya.


Saat bus berhenti di salah satu halte Luhan turun dan menghubungi ayahnya untuk menjemputnya.


" kenapa tiba tiba kau meminta Papa menjemputmu? Dan lagi tadi kenapa kau ada disana? bukankah kampusmu bukan disana ya?" tanya Min Ho, Luhan bingung mau jawab apa. Jika ia bilang lupa alamat rumahnya nanti yang ada ayahnya menertawakannya dan itu membuatnya kesal.


"Ah, tadi aku habis jalan jalan bersama teman temanku. Dan aku mengantar mereka di halte dan menunggu bus."


Kata Luhan sok serius agar ayahnya tak curiga.


"oh, papa kira kau tersesat. Hahahaha....."


Tuh kan bener ayahnya pasti akan menertawakannya. Dan sekarang Luhan dibuat jengkel dengan ayahnya sendiri.


sampai di mansion ayahnya Luhan pergi ke kamarnya.


"loh, Ge? kenapa Gege disini?" tanya Ren yang baru saja keluar dari kamarnya.


"ya suka suka Gege dong. inikan rumah Papaku juga"


Ren diam karena benar juga kata kakaknya itu. Dengan masa bodoh Ren memilih pergi ke dapur mencari makanan.


Waktu menjelang malam keluarga Xi sedang menikmati makan malam bersama. Tapi Saat sedang makan mereka kedatangan tamu yang tak diundang.


"selamat malam, apa Luhan ada disini?" sapa sang tamu.


"Nak Sehun, mari masuk Luhan sedang makan." Min Ho menyuruh menantunya masuk.

__ADS_1


Luhan yang sedang makan terkejut dengan kedatangan Sehun.


"kenapa dia kesini?" tanya Luhan.


"ya tentu saja menjemputmu untuk pulanglah!" sahut Ren.


"aku? inikan rumahku, aku mau pulang kemana?" Ren sweatdrop karena sang kakak.


"Yak, Ge!"


"apa? kenapa kau berteriak ?" kesal Luhan.


"jangan bilang kau lupa jika dirimu sudah menikah ge!"


Luhan baru ingat jika dirinya sudah menikah kemarin. menepuk keningnya buru buru Luhan menghampiri Sehun dan ayahnya.


"maafkan aku." Luhan menundukkan kepalanya karena malu.


"Em... ayo kita pulang Sehun! aku sudah tidak betah disini karena ada perusuh kecil itu" Luhan menunjuk sang adik dengan dagunya.


sedangkan sang adik sudah melotot siap menyerang sang kakak tapi Luhan sudah pergi lebih dulu meninggalkan Sehun yang sedang berpamitan pada ayahnya.


setelah berpamitan Sehun kembali mengenakan topi dan maskernya dan menyusul Luhan yang sudah berada didalam mobil.


"kenapa kau tidak pulang ke apartemen?" tanya Sehun yang fokus menyetir mobil.


"Aku lupa jalan, aku juga baru 2 Minggu disini. Jadi aku minta jemput ayahku tadi." jelas Luhan kalem.


Sehun hanya menghela nafas tadi saat Sehun baru pulang tidak mendapati Luhan di apartemen saat hari sudah menjelang petang. Sehun mencari Luhan ke kampusnya tapi kampus sudah sepi tak ada orang. ingin menghubungi Luhan tapi tak memiliki nomer ponselnya. Dan untungnya dia berinisiatif pergi ke rumah orang tuanya.


"berikan ponselmu!"


"untuk apa?" Luhan mulai panik.


"tentu saja untuk mencatat nomer ponselku dan kau bisa menghubungiku jika kau sedang pergi jadi aku tidak akan kebingungan mencari mu"


Luhan hanya ber oh ria sambil memberikan ponselnya. Sehun mencatat nomer ponselnya lalu memberikan kembali pada Luhan.


"ayo tidur!"


"apa?" Luhan menatap horor pada Sehun. 'apa dia ingin meniduri ku?' batinnya parno.


"aku bilang tidur, memang apa yang kau pikirkan?" Sehun masuk ke kamarnya..


"oh tidak apa yang kupikirkan tadi"


Luhan menyusul Sehun di kamarnya.


"kita tidur bersama?" tanya Luhan pada Sehun yang sudah berbaring di ranjang.


"memangnya kau mau tidur dimana? di apartemen ku hanya ada satu kamar. lagipula kita kan sudah sah, apa masalahnya tidur bersama"


Luhan duduk ditepi ranjang sedangkan Sehun merubah posisinya membelakangi Luhan. mengangkat bahunya sebentar Luhan membaringkan tubuhnya di ranjang. mereka tidur dengan posisi punggung lawan punggung.


#


#


#


sekian dulu.


jangan lupa like ya😉

__ADS_1


__ADS_2