Suamiku Ternyata Seorang Idol (HunHan)

Suamiku Ternyata Seorang Idol (HunHan)
Ep 8


__ADS_3

Selesai pemotretan Sehun langsung pulang ke rumah orang tuanya Luhan karena istrinya di sana.


Begitu sampai di sana suasana begitu sepi tak seperti biasanya yang ramai dengan keributan antara Ren dan Luhan.


Minho yang baru saja keluar dari kamar melihat jika menantunya datang segera menghampirinya.


Dan di belakangnya ada seseorang lagi yang tak Sehun kenal.


"Kau datang nak?" Sapa Minho.


"Kenapa sepi sekali dimana Luhan?" Tanya Sehun.


Minho menghela nafas nya.


"Mereka ada di kamar Ren. Sehun tolong bujuklah mereka agar mau mengerti diriku!" Kata Minho memohon.


Mengerti maksud pak mertua Sehun menganggukan kepalanya. Kemudian beralih pada seseorang yang berada di samping Minho.


"Oh, perkenalkan dia kekasihku namanya Taemin." kata Minho sambil merangkul Taemin.


"Oh Sehun imnida, saya suami dari Luhan." Sehun membungkukkan badannya.


"Omo.. Bukankah kau member Exo?" Tanya Taemin terkejut.


"Iya Taemin ssi." Sehun tersenyum ramah.


"Minho ya, kenapa kau tak bilang jika menantumu seorang idol? Kau tahu aku sangat menyukai Exo, lagu lagu mereka sangat bagus!" Kata Taemin kegirangan.


"Terima kasih Taemin ssi." Kata Sehun senang karena ia berjumpa dengan fansnya.


"Aku juga tidak tahu jika kau menhidolakan mereka chagi!" Ucap Minho dengan panggilan sayangnya pada sang kekasih membuat Sehun ingin tertawa rasanya melihat 2 orang berusia kepala 4 seperti remaja labil ini.


"Kalau begitu saya menemui Luhan dulu Pa." Sehun undur diri sebelum Minho mencegahnya.


"Tunggu nak Sehun!" Titah Minho, Sehun otomatis berhenti dan kembali berbalik pada mertuanya.


"Tolong bujuk mereka ya!" Pinta Minho yang di jawab anggukan oleh Sehun.


Sehun membuka kamar Ren yang ternyata tak dikunci itu. Terlihat Ren yang duduk di jendela sedangkan Luhan duduk di meja belajar Ren.


"Lu..." Panggil Sehun membuat keduanya menoleh ke arah Sehun.


Luhan langsung menghampiri Sehun dan memeluknya yang tentu saja di balas oleh Sehun.


"Hunnie, Papa..." Lirih Luhan yang masih mampu di dengar oleh Luhan.


"Kita duduk dulu ya!" Sehun menggiring Luhan duduk di ranjang Ren, Sedangkan Ren masih setia duduk di jendela.


"Lu! Ren! Kalian sudah besar, Ren juga pasti akan menikah nantinya dan ayah kalian sendirian. Apa kalian tidak kasihan? Ayah kalian akan kesepian dan tak ada yang menjaganya bukan?" Luhan dan Ren mengangguk.


"Maka dari itu Ayah kalian menikah lagi karena ia tahu jika nanti Ren akan pergi menikah dan sibuk mengurus keluarganya sendiri begitu pula dengan Luhan. Jika ayah kalian menikah nanti ada yang mengurus dan menemaninya di masa tuanya nanti, mengerti?" Jelas Sehun yang menyadarkan kakak beradik itu.


"Ge, apa yang dikatakan Hyung benar. Kita yang egois di sini, aku akan meminta maaf pada Papa." Ren berjalan keluar kamar menemui ayahnya.


Luhan menatap Sehun yang di sambut anggukan dari Sehun. Luhan berdiri dan menyusul Ren ke bawah.

__ADS_1


"Hah... Kakak beradik sama saja kekanakannya." Gumam Sehun.


Minho terkejut karena tiba tiba kedua putranya memeluknya.


"Papa maafkan kami ya! Tidak seharusnya kami egois!" Kata Ren.


"Seharusnya kami memikirkan masa depan papa juga!" Sambung Luhan.


Minho menoleh ke atas tangga dimana Sehun masih berjalan menuruni tangga. Minho tersenyum ke arah Sehun karena berhasil membuju kedua putranya itu, Sehun hanya menganggukan kepalanya saja.


"Papa boleh menikah kok!" Kata Ren melepaskan pelukannya.


"Iya, biar kami yang menyiapkan pernikahan papa!" Sambung Luhan.


"Tak perlu, papa sudah menyiapkannya karena lusa kami akan menikah." Jelas Minho membuat ren dan Luhan terkejut.


"Yeah Papa, kenapa tidak bilang?" Tanya Luhan.


Minho menghampiri Taemin yang berdiri tak jauh darinya.


"Ya karena papa sudah merencanakannya, dan hari ini papa ingin memberitahunya saja. Hehehe..." Kata Minho diakhiri tawa kecil.


"Terima kasih sudah mau merestui kami" Taemin membungkukkan badannya.


"Dengan syarat jaga papa kami baik baik!" Kata Luhan di angguki oleh Ren.


"Oh iya, besok calon adik kalian akan datang jadi berperilaku baiklah dengannya!" Kata Minho.


"Ayo kita makan! Aku sudah masakan makan malam untuk kalian semua!" Kata Taemin.


Taemin sebenarnya orang Korea yang di jodohkan dengan wanita asal Jepang. Karena tak ada ikatan cinta setelah melahirkan anak pertama mereka istri Taemin kabur bersama pria lain yang merupakan kekasihnya. Taemin mengurus putranya yang bernama Han Yu seorang diri dan 10 tahun kemudian ia bertemu dengan Minho yang merupakan bosnya sendiri.


Taemin memang belok sedari SMA karena orang tuanya tak mau anaknya belok jadi ia di jodohkan dengan anak temannya.


Selesai makan malam Luhan berpamitan pulang bersama Sehun.


Sampai di apartemen Luhan langsung mandi setelah itu Sehun yang mandi. Selesai mandi Sehun melihat Luhan sedang sibuk di depan kaca rias.


"Lu..." panggil Sehun dan Luhan pun menoleh.


"Ada apa Hunnie?" Tanya Luhan sok imut.


"Kau berniat menggodaku tau bagaimana?" Tanya Sehun sambil menelan ludahnya kasar.


Luhan memiringkan kepalanya imut.


"Aku tidak sedang menggodamu kok." Kata Luhan.


"Lalu apa maksudmu dengan memakai piyamaku tanpa pakai celana?" Tanya Sehun.


"Oh.... Piyamaku kotor semua Hunnie, aku belum sempat mencuci kemarin jadi aku pakai piyamamu saja dan karena terlalu besar jadi aku pakai bajunya saja." Jelas Luhan.


"Ya Tuhan.. Aku tak mau tahu kau haru bertanggung jawab pada adikku ini Lu!" Kata Sehun sambil menunjuk handuknya yang terdapat gembungan itu.


Pipi Luhan memerah karena membayangkan adik Sehun yang begitu besar itu. Sehun menghampiri Luhan kemudian menggendongnya menuju ranjang. Luhan hanya pasrah karena sebenarnya ia juga menginginkannya.

__ADS_1


"Jangan bilang kamu juga ingin Lu?" Bisik Sehun.


Luhan tak menjawabnya justru ia malah malu sendiri. Sehun tersenyum dengan reaksi yang di berikan oleh Luhan.


Dan mereka melakukannya dengan panasnya, Sehun begitu semangatnya menggoyangkan pinggulnya membuat miliknya keluar masuk dengan cepat di lubang milik Luhan.


Luhan menikmati setiap sentuhan serta hunjaman yang diberikan Sehun pada lubangnya. Dengan semangat pula Sehun menyerukan nama Sehun dengan desahan erotis ya menambah semangat Sehun.


"Aaah.... Sehunnah..... Faster.... Aah... yeah.." Desah Luhan puas karena Sehun mengenai titik spot Luhan.


"More.... aaaaaahhh...." Desah Luhan lagi.


Dengan senang hati Sehun menurutinya.


"Aaaah..... Luuu... Mmmm...." Desah Sehun karena miliknya di jepit Luhan kuat.


CALL ME BABY..


IGEORINEUN WANJEON NALLIYA


CALL ME BABY


SARAMDEUL SAINEUN NAMIYA


CALL ME BAB...


Sehun mengambil ponselnya di atas nakas tanpa berhenti menggenjot Luhan. Sedangkan Luhan masih sibuk meremas bantal ke enakan karena hunjaman Sehun. Tanpa melihat siapa yang menelfon Sehun langsung mengangkatnya.


"Yeobosseyo?" kata Sehun.


"Hunnah! Besok pagi kita akan ada pemotretan di Busan jadi jangan sampai telat ya!" Kata si penelpon yang ternyata adalah Suho.


"Yeaaaahhh...... Mmmhh... Aakuuuu aaah.... mengertii Mmh.. Hyung... aah.." Kata Sehun de sela sela desahannya.


"Hun? Ada apa denganmu?" Tanya Suho bingung.


"Tidak apa.. Ahhnnn... sial.. apa Hyung." Kata Sehun karena lagi lagi Luhan menjepit miliknya kuat.


"Aah.. aaah.. Faster Huunnie.. Ahh.. ah.." Desah Luhan.


"Hun? Kau sedang apa sebenarnya?" Tanya Suho penasaran karena mendengar suara suara erotis.


"Aku keluar..!!" Jerit Luhan.


Sehun mempercepat genjotannya mengabaikan telvon dari Suho. Dan tak lama ia juga keluar begitu banyak di dalam lubang Luhan.


"Halo?" panggil Suho kemudian dimatika oleh Sehun. Luhan langsung tertidur lelap yang kemudian disusul Sehun tanpa melepaskan tautan mereka.


...#...


...#...


...#...


...Tbc...

__ADS_1


__ADS_2