Suamiku Ternyata Seorang Idol (HunHan)

Suamiku Ternyata Seorang Idol (HunHan)
ep 2


__ADS_3

Matahari mulai memancarkan sinarnya, orang orang mulai sibuk memulai aktivitas mereka, kecuali makhluk imut yang masih bergelung di bawah selimut.


"hei, bangun sudah pagi! apa kau tak kuliah hari ini?"


Sehun yang sudah rapi membangunkan pendampingnya yang masih tidur itu.


"hari ini aku tidak ada kelas!" Luhan menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya.


"ck, terserah kau sajalah."


Sehun lebih memilih keluar kamar bersiap untuk sarapan dan pergi bekerja.


Luhan dengan malasnya bangun dari tidur nyamannya, karena semalam ia mengerjakan tugasnya yang akan dikumpulkan nanti siang.


berjalan ke kamar mandi, cuci muka, dan merapikan bed hairnya yang luar biasa amburadul. Setelah mengganti bajunya Luhan turun menuju ruang makan.


"kukira kau tidak akan bangun?" Sehun memakan ramyeonnya.


"kenapa kau makan makanan instan? itu tidak sehat tahu!" ocehan Luhan, Sehun berhenti makan lalu meletakan sumpitnya kembali.


"lalu aku harus makan apa? istriku saja tidak memasakkan ku."


"apa kau tidak bisa masak?" tanya Luhan heran.


"tentu saja tidak. aku terlalu sibuk untuk belajar memasak." jawab Sehun sekenanya.


"kenapa kau tidak bilang jika kau tidak bisa masak sedari dulu!"


"istriku saja yang tidak peka!" Kata Sehun santai sambil bersedekap tangan. kemudian mengambil sumpitnya lagi melanjutkan makannya, namun langsung direbut oleh Luhan.


"sudah kubilang jangan makan ini! kau duduk saja akan kumasakan dulu!"


Sehun menarik bibirnya keatas, duduk sambil memperhatikan Luhan yang sedang memasak untuknya.


"hei! dari pada kau menganggur lebih baik kau masak nasi saja sana!" perintah Luhan dengan menodongkan pisau yang ia gunakan untuk memotong sayur.


Sehun dibuat ngeri oleh istrinya itu, dan segera bangkit dari duduknya melaksanakan perintah Luhan.


"bagaiman caranya?"


What? memasak nasi saja tidak tau? batin Luhan miris.


"kau cuci berasnya setelah itu masukan ke dalam Cookrice jangan lupa tambahin air sesuai takaran! begitu saja tidak tahu."


Sehun melakukan apa yang barusan dikatakan oleh Luhan. sedangkan Luhan sedang menumis daging yang mengeluarkan bau yang begitu menggoda seleranya.


"wah, sepertinya enak." Sehun mengintip dari belakang kepala Luhan.


"apa kau mau mencicipinya?"


Sehun langsung mengangguk-anggukan kepalanya. Luhan mengambil sendok dan menyendok daging sapi tumisnya yang masih berada di wajan dan menyuapkannya pada Sehun.


"bagaimana rasanya?"


tanya Luhan penasaran.

__ADS_1


"Mashita,"


Sehun mengacungkan jempolnya pada Luhan, Luhan tersenyum bangga karena masakannya disukai oleh Sehun.


"tak kusangka masakanmu enak juga."


puji Sehun membuat Luhan bangga karena hasil kursusnya selama SMA tidak sia sia.


setelah menunggu selama 20 menit akhirnya masakan Luhan sedang selesai semua. masakan Luhan sudah tersaji rapi diatas mejamakan, mulai dari tumis daging sapi, sup lobak rumput laut, dan beberapa tumisan sayur.


Luhan mengambilkan nasi untuk Sehun dan dirinya. mereka makan dengan nikmatnya, terutama Sehun karena sudah lama ia tidak makan makanan rumahan.


"ini enak sekali. Rupanya istriku sudah cantik jago masak pula."


"yak! aku ini tampan bukan cantik!" wajah Luhan memerah karena malu atau marah ya. xixixixi....


"terserah kau sajalah." kesal Sehun, ia memuji istrinya yang memang benar cantik malah marah tak terima dengan kenyataan.


Sehun makan dengan lahapnya hingga lauk pauknya habis tak bersisa. Luhan yang porsi makannya sedikit hanya bisa melongo melihat nafsu makan suaminya yang luar biasa.


"kau ini sedang kelaparan atau bagaimana?" tanya Luhan keheranan.


"makanlah yang banyak selagi ada yang memasakkan makanan yang enak untukmu. begitulah prinsipku"


"aneh" Luhan melanjutkan menghabiskan nasinya yang tinggal sedikit lagi di mangkuknya.


*


*


*


Luhan tidak tahu apa pekerjaan suaminya, baginya yang penting halal itu sudah cukup. 😄


Setelah mengumpulkan tugas ia mencari teman temannya yang ternyata sedang berkumpul di taman baca kampus.


"kalian sedang apa?" tanya Luhan penasaran karena teman temannya sedang fokus ke arah laptop dengan gaya Fangirlingan.


"Yak, sejak kapan kau datang?" tanya Xiumin.


"barusan, kalian saja yang sibuk dengan Exo kalian" kata Kyungsoo yang sibuk membaca buku, karena dia tak tertarik dengan apa yang mereka lihat.


Luhan duduk disebelah Kyung-soo, mengeluarkan Snack yang ia beli tadi di kantin. Luhan tak tau apa itu Exo hanya diam sambil memakan cemilannya.


"Kyung, memangnya apa itu Exo?" tanya Luhan.


"kau tidak tahu?" tanya Xiumin heboh.


"Exo adalah idol grub boyband korea yang sangat terkenal di Asia bahkan dunia. para membernya yang begitu tampan dengan karya karyanya yang luar biasa. aku bahkan berusaha ikut audisi agar bisa jadi seorang idol seperti mereka."


"tapi tak pernah lolos" celetuk Lay dengan cengirannya.


"Yak, kenapa kau berkata seperti itu!" kesal Tao pada sepupunya itu.


"memang benarkan?" kata Lay polos.

__ADS_1


"Hahahaha....." Luhan dan Xiumin tertawa terbahak bahak bahkan Kyung-soo yang kalem ikut tertawa.


"Cari makan yuk!" Ajak Luhan karena ia sudah mulai lapar.


" Ayo kita makan ayam goreng!" seru Lay bersemangat.


"let's go!"


mereka pergi ke tempat yang terkenal dengan ayam gorengnya yang enak.


Hari mulai sore Luhan berpamitan pada teman temannya. Dan saat akan pulang, Luhan lupa lagi dengan jalan pulang kerumahnya. Teringat dengan nomer ponsel suaminya, ia mencoba menghubunginya.


"halo!"


/" siapa ini?"/ tanya Sehun.


"ini aku Luhan!"


/"ada apa?"/ tanya Sehun diseberang sambungan.


"aku mau pulang, tapi lupa jalan pulang."


terdengar Sehun yang menghela nafas disana.


/"aku tak bisa pulang sekarang, kau cari taxi nanti kukirim alamat rumahku dan berikan saja ponselmu pada supirnya pasti dia tahu."/ jelas Sehun.


"baiklah". Luhan memutuskan panggilannya.


tak lama ada pesan masuk dari Sehun yang menampilkan alamat rumahnya.


Luhan memberhentikan taxi dan menunjukan alamat yang akan ia tuju. Lalu mobil berjalan menuju alamat yang ia tunjukan tadi, dan sampailah dia di apartemen Sehun.


*


*


*


Sudah malam tapi Sehun belum juga pulang. Sebagai istri yang baik Luhan menunggu suaminya pulang, dan sudah pukul 12 malam suaminya belum juga pulang.


Luhan sudah beberapa kali menghubungi Sehun menanyakan keberadaannya tapi tak ada pagilannya yang diangkat. karena lama menunggu Luhan ketiduran di sofa ruang tengah.


Sehun sampai dirumah pukul 2 pagi. ketika masuk Sehun disambut dengan pemandangan Luhan yang tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala.



Sehun mengambil ponselnya dan mengabadikannya ke dalam ponsel miliknya. Setelah berhasil mengabadikannya, Sehun memindahkan tubuh Luhan ke kamar. Lihat merasa nyaman dalam gendongan Sehun terbukti dengan Luhan yang memeluk leher Sehun dan menenggelamkan kepalanya di dadanya.


Setelah mandi Sehun menyusul Luhan ke alam mimpi.


#


#


#

__ADS_1


jangan lupa bantu semangati author dengan cara like, vote dan menambah kan ke favorit agar kamu tidak ketinggalan ceritanya.😘


annyeong 🤗


__ADS_2