
"jika aku mengingkari janjiku berarti namaku bukan syasa!" berteriak begitu lantangnya dihadapan semua orang tanpa rasa takut sedikitpun dalam dirinya.
"kalian semuanya disini menjadi saksi sumpahku!. apakah diantara kalian memiliki anak perempuan,saudara perempuan, keluarga perempuan! apakah ada diantara kalian?" semua para hadirin/ tamu yang tadinya berbisik bisik seketika menjadi diam akibat penuturan kata yang dikeluarkan syasa. "bagaimana perasaan kalian jika saudara, anak perempuan kalian diperlakukan sama sepertiku apakah kalian akan iklas? apakah kalian tidak sakit hati!! bagimana jika ternyata anak kalian melakukan hal yang sama denganku? bukankah semua orang didunia ini pernah melakukan kesalahan, bukankah orang didunia ini tidak pernah luput akan kesalahan. lantas tidak bisakah mereka berubah? bukankah taubat seorang pendosa akan selalu diterimah oleh sang pencipta? lalu kenapa kalian seakan-akan terlalu menghakimiku dengan segala dosa yang kuperbuat dimasa lalu? bukan hanya aku yang pernah melakukan kesalahan kalian semuanya yang ada disini pasti pernah melakukannya kan!" seluruh manusia yang ada dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh syasa mematung dan diam seribu bahasa. setelah selesai mengucapkan semua itu syasa kemudian berlari meninggalkan pesta itu dengan mengangkat kebaya yang ia kenakan menuju ketempat yang sepi sepi sangat sepi. menangis dan berteriak sekencang kencangnya tanpa takut ada orang yang akan melihatnya dan mendengarnya menangis dan berteriak
tak terasa karna terlalu banyak menangis mata syasa menjadi sembab,dan hidungnya pun tersumbat karna terlalu lama menangis. perasaannya sudah mulai lumayan karna berteriak begitu kencangnya, seakan-akan beban yang tadi ia rangkul telah dibuangnya dan dibawah oleh tiupan angin sepoi sepoi.
"woww lihat ini si pel**ur sudah pulang"
"heh gue bukan pel**ur yh" menunjuk orang yang telah mengatainya dengan sebutan pel**ur dengan penuh amarah.
"oh ia!.. kok gue ngak tau yh? bukannya loh itu emang pel**ur"
"heh tutup mulutmu! loh ngak tahu apapun tentang ini semua"
"massaaa, setau gue itu?.. gue udah tau semuanya deh! termasuk kejadian murahan loh itu!" dia tertawa dengan sangat arogan menertawai syasa yang terlihat begitu sedih dan bungkam, tanpa mengeluarkan sepatah kata pembalasan untuk adik tirinya.
syasa meninggalkan adik tirinya yang masih terus bicara, ia sadar beradu bacot dengan adik tirinya bukannya akan megurangi masalah justru malah akan menambah masalah baginya, apalagi disaat kondisi moodnya yang begitu kacau.
syasa kemudian mandi dan membersihkan dirinya setelah merasa cukup segar ia kemudian berbaring diranjangnya. membayangkan akan kehidupannya selanjutnya, apakah ia akan terus hidup menderita dibawah segala tekanan yang akan berlanjut? ataukah ia akan berakhir dengan menyedihkan saja, seperti bunuh diri misalnya.
"hahahahahahahhahahahaha ya kalli gue mau bunuh diri! emang gue sebego itu yh? pasti karna gue kebanyakkan nonton sinetron nih, jadi kebawa halu deh gue;)" karna sudah larut malam syasa mulai terlelap dalam mimpi indahnya. memimpikan akan seorang pangeran yang kelak akan datang menjemputnya dari neraka menuju ke surganya kelak yang akan membuatnya bahagia, yang dapat menerima segala kekurangan yang ia miliki.
**********
sekolah
"woiii!" boby datang dengan tiba-tiba dan sengaja mengagetkan syasa.
"apa-apaan sih loh, ngagetin ajah"
"lagian loh pagi-pagi udah ngelamun, ngelamunin apaansih? ngelamunin gue yak,)" boby duduk disamping syasa, mereka berdua sedang duduk diatas loteng sekolah.
"gilllaaaaa.. kepedean banget sih loh, emang lu itu penting banget yak sampe gue harus ngelamunin ellu?" syasa dengan nada sewotnya. " bob menurut loh.. apa gue itu ngak pantes yh buat bahagia? gue juga pengen bahagia gitu kayak anak-anak lainnya, yang bisa disanyangi oleh orang tuannya teman- teman dan orang- orang terdekatnya gitu".
__ADS_1
"jadi dari tadi loh cuman mikirin itu doang! gilla banget sih loh.."
"gue tau mungkin menurutloh berkhayal seperti itu emang gila, tapi gue ngedambain semua itu bob! loh taukan gimana gue jalanin kehidupan gue selama ini? kehidupan yang penuh dengan penderitaan dan tekanan yang memaksa gue harus nerima semua itu disaat usia gue boleh dikatakan masih rentan bangett" tanpa sadar syasa mulai mengeluarkan kristal bening dari kelopak matanya.
"hujan ngak akan turun kalau ngak mendungkan! dan setelah gelap pasti akan terang, seperti malam yang berganti siang. jadi loh tenang aja setelah kesedihan pasti ada kebahagiaan, loh itu kuat sya buktinya loh bisa hadepin segala masalah loh dengan kuat dan tegar sendirian" boby menyakinkan syasa dengan kata-katanya
"bukannya mendung tak selamannya akan turun hujan yah? diibaratkan setelah datang kesedihan tak selamannya menjanjikan akan datangnya kebahagiaan"
"loh salah sya! tuhan itu adil dia ngak akan pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan seseorang, dan loh itu termasuk orang yang kuat! makanya tuhan kasih loh cobaan" boby tersenyum berusaha menyakinkan syasa agar dia selalu kuat menerima cobaan yang akan datang.
"gue tau kok tentang itu, tapi tuhan keliru bon! gue bukan orang kuat,gue itu lemmah gue ngak mampu bob!" syasa menangis terisak-isak.
boby menyandarkan kepala syasa di pundaknya. "menangislah jika itu akan membuatmu merasa baik,gue akan selalu ada disamping loh kok.. loh bisa curhat sama gue kapanpun loh mau"
gue bakalan selalu ada buat loh kok sya, gue cinta sama loh dan gue ngak akan tega ngelihat loh sedih sendiri. gue sayang sama loh sya! gue janji bakalan selalu ngelindungin loh akan selalu ada buat loh, meskipun loh ngak cinta sama gue batin boby.
**********
boby adalah teman semasa kecil syasa, dia anak pindahan dari jakarta yang kemudia sekelas dengan syasa pada saat mereka duduk dibangku sekolah dasar. karna boby anak pindahan, anak anak sering membullynya untungnya ada syasa yang selalu membantunya, dari situlah persahabatan anatara keduanya terjalin hingga saat ini. saat ini mereka duduk di bangku Sekolah Menengah Atas Kelas Xll. syasa dijurusan Ips3 sedangkan boby berada di jurusan Ipa1. jika dikatakan mengenai prestasi boby selalu mendapatkan nilai yang memuaskan sedangkan syasa hanya disekolah dasar saja dia mendapatkan peringkat.
pada saat kedatangan boby syasa duduk dibangku kls 3 Sd. pada saat itu badan boby sangat kurus makanya anak-anak suka membully boby dan boby memang tidak bisa membela dirinya. setiap jam istirahat boby selalu dipalak oleh teman sekelasnya dan hanya bisa menangis, karna bosan melihat boby yang hanya bisa menangis tanpa melakukan perlawananan syasa mendekatinya.
syasa berdiri menaruh tangannya dipinggangnya dan kemudian berdiri di hadapan boby "heh bocah cengeng apaloh ngak bisa diem emangnya yang loh bisa cuman nangis doang yah trus ngelapur ke ibu loh! dasar anak mami".
"nih duit loh udah gue ambilin jangan nangis lagi gue bisa budek karna dengar loh nangis mulu, loh itu laki' kok lu lembek banget sih!" syasa kemudian berlalu meninggalkan boby. sejak kls 1,2, sekolah dasar syasa selalu mendapatkan peringkat kedua tapi setelah kedatangan boby peringkatnya menurun menjadi peringkat tiga sedangkan boby berada diperingkat pertama. syasa tidak terlalu peduli dengan semua itu toh dia tidak pernah benar-benar mengiginkan semu itu.
sejak syasa membantu boby, boby selalu membawa bekal untuk kemudian diberikan kepada syasa karna boby tau syasa jarang sekali membawa uang jajan kesekolahan, syasa juga selalu melahap habis bekal yang diberikan boby tanpa menolak sedikpun, boby hanya tersenyum melihat syasa yang makan dengan begitu lahapnya.
**********
"oh iya sya gue bawain loh sesuatu loh.."
"apaan?" syasa yang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh boby
__ADS_1
"gue bawain loh bekal,gue tau loh ngak pernah benar benar sarapanka kalau loh pergi kesekolah" boby menjelaskan
"loh emang sahabat gue yang paling pengertian banget yah, masih ingat aja luh" syasa tersenyum menerima bekal yang disodorkan oleh boby untuknya. " kapan terakhir kaliloh bawain gue bekal?"
"saat kita tammat sd kali yh? hahahahahahahahahahahahhahaha mereka kemudian tertawa bersama mengigat sedikit sedikit memori tentang sekolah dasar.
syasa membuka kotak bekal yang diberikan boby ternyata isinya adalah nasih goreng "ini gue sendiri loh yang bikin" kata boby menyombongkan diri.
"emang loh bisa masak yah? weeeeee" syasa mengejek boby dengan menyulurkan lidahnya keluar
" yaelah lu kira gue apaan gue bisa masa kalli" boby tak mau kalah
"ternyata masakanloh enak juga" sambil menyodorkan beberapa suapan kemulutnya, karna makan terlalu lahap ada nasi yang tertinggal di bibir tipisnya itu. boby kemudia mengulurkan tangannya untuk mengambil sisa nasi yang berada di bibir syasa, kedua kemudian saling tatap-tatapan.
kenapa loh cantik banget sih sya, sampe-sampe buat jantung gue berdenyut sangat kencang gue takut ngak bisah nahan diri kalau dekat loh lama-lama kayak gini. dan lihat bibir loh itu seakan-akan bibir loh itu manggil gue sya batin boby.
tanpa sadar boby mulai mendekatkan wajahnya ke wajah syasa, sampai jarak wajah syasa dan boby hanya berjarak 3inci netra mereka saling bertemu dan bertatapan begitu lama. menyadari ada yang aneh dengan boby syasa segera memukul perut boby dengan sangat kencang sehingga membuat boby mengadu kesakitan.
"aduhhhh gila yah loh sya, sakit banget tau" kata boby sambil memengang perutnya yang masih sakit.
"makanya jangan kurang ajar" syasa dengan nada sewotnya
"gue kan cuman ingin lihat kecantikan loh dari dekat ajah" kata boby tak mau kalah
"ehkkkk bukannya apa apa yh.. ntar loh jatuh cinta lagi sama gue kan brabe"
kenapa sih sya, apa selama ini hubungan kita berdua hanya emang sebatas sahabat doang yh! apa loh ngak bisa ngerasain perasaan gue sama loh selama ini? gue cinta banget sama loh, cuman loh yang bisa buat gue nyaman, cuman loh yang bisa membuat hati gue karuan saat didekat loh sya, batin boby.
**********
Hai semuanya!😊
Terus setia membaca novel aku kali ini yah🙏
__ADS_1
like🖒 dan comment sebanyak banyaknya, maaf jika ada kesalahan kata, karna saya hanya manusia biasa jadi tidak akan pernah luput dari kesalahan, saya pribadi hanya penulis pemula jadi disini saya sangat membutuhkan sanggahan, tanggapan dan bimbingan dari kalian semua jadi saya mohon dengan sangat sangat kerjasamanya🙏😊