
menyambut datangnya ujian seluruh kelas XII disibukkan dengan berbagai tugas akhir yang harus mereka selesaikan dengan cepat tak terkecuali dengan syasa, saat ini syasa tengah duduk diperpustakaan sambil mengotak atik leptopnya mencari segala informasi dari segala penjuru dunia karna tugasnya kali ini yaitu membuat malakah tentang Globalisasi Pramodern Dan Modern, yang nntinya akan dia presentasekan didepan kelasnya.
ini adalah tugas akhir dari mata pelajaran bahasa indonesia, sedangkan diruang laboratorium tampak boby juga sedang menyelesaikan tugas akhirnya yaitu meneliti mahkluk hidup yaitu katak yang nntinya informasi yang dia dapatkan mengenai katak akan ia presentasekan di depan guru dan teman temannya.
boby telah selesai meneliti dia lalu duduk dikursi dan mengandarkan kepalanya dikursi memikirkan apa yang saat ini dikerjakan oleh syasa,boby sangat merindukannya sudah beberapa minggu ini dia tidak bertemu dengan sysa karna kesibukan yang menyebabkan mereka berdua tidak bertemu. boby lalu berjalan menuju keatas loteng, loteng sekolah merupan tempat favorit syasa dan boby selain bisa melihat apa yang dilakukan oleh orang lain dari atas juga bisa membuat diri menjadi rileks karna tiupan angin sepoi-sepoi membuat tubuh menjadi rileks.
"syasa loh ada disini" boby kaget melihat syasa yang sedang duduk menikmati angin yang berembus.
syasa kemudian menoleh, dan mendapati kehadiran boby. tanpa diminta boby duduk disebelah syasa memperhatikan wanita yang ada disampingnya,rambut syasa berterbangan kesana kemari karna ditiup angin sehingga boby dapat merasakan aroma rambut syasa. tanpa diminta sysa menyandarkan kepalanya lembut ke bahu boby. tak ada percakapan diantara mereka berdua sampai akhirnya bobypun kemudian membuka suara.
"akhir-akhir ini tugas gue banyak banget sya, gue cukup lelah"
" sama bob gue juga makanya gue kesini deh!, disini tuh adem, tempat ini mampu membuat orang jadi rileks" menoleh kearah boby sambil tersenyum manis, boby juga membalas semyumnya.
"oh iy sya, nanti loh mau lanjut kemana?" tanya boby penasaran.
" emangnya kenapa? loh mau ngikutin gue lagi yah" syasa dengan nada sewotnya.
"enak aja loh!" boby tak terima dengan apa yang dikatakan syasa " ngapain juga gue harus ngikutin loh?"
"dari dulu juga lo ngikutin gue mulu nj**g"
"oh itu cuman kebetulan semata aja" boby berusaha menyakinkan syasa.
" prettt.. mana ada kebetulan doang!" dengan nada mengejaknya "dari banyak- banyaknya SMP dijakarta kenapa kita bisa satu sekolah terus dari banyak- banyaknya juga SMA dijakarta kenapa loh daftar disini juga, kalau bukan karna ngikutin gue coba" syasa mengangkat kepalanya dari bahu boby lalu memperhatikan lelaki itu dengan lekat, boby juga membalas tatapan syasa sehingga menyebabkan netra mereka bertemu.
"loh benner sya, selama ini gue emang gikutin loh! gue sayang sama loh sya, gue ngak mau jauh-jauh dari loh" kata boby dengan penuh perasaan kepada syasa, boby berharap syasa
__ADS_1
dapat membalas cintanya.
"sorry bob gue ngak bisa" syasa memalingkan wajahnya dari muka boby. "loh itu ngak pantes buat gue bob! loh itu baik, pintar, ganteng, loh pantes dapat wanita yang sempurna bob!"
"loh salah sya, gue sayang dan cinta sama loh itu tulus"
"maaf bob gue ngak bisa"
"karna masa lalu loh yh" syasa menoleh ke boby setelah menendangarkan kata terakhir yang di ucapkan boby.
"ia , loh benner bob"
boby menggenggam tangan syasa menatap wajah gadis berambut gelombang panjang itu penuh harap.
"gue ngak peduli akan masa lalu loh sya, gue ngak peduli sya, biar masa laluloh jadi masa lalu loh dan masa depan loh buat gue, gue mohon sya cuman loh satu-satunya wanita didunia ini yang bisa buat gue nyaman sya cuman loh doang sya"
syasa sedang bersama dengan paldi dan cilung mencari kura-kura di sungai, teman bergaul syasa memang rata-rata laki-laki. disaat itu umur syasa berusia 5 tahun, paldi mengajak syasa melakukan hubungan badan, karna syasa tidak tau apa arti sebenarnya melakukan hal seperti itu dia hanya mengiakannya saja sehingga syasa melakukan hal menjijikan itu dengan lelaki yang berusia 4 tahun lebih tua darinya, sedangkan cilung hanya melihat mereka berbuat zina karna dia sudah mengerti akan hal seperti itu. mereka melakukannya zina ditengah tengah rerumputan, paldi adalah orang pertama yang mengambil keperawanan syasa, tidak hanya sekali syasa melakakunnya setelah kejadian saat itu. kini paldi telah menikah dan telah hidup bahagia bersama keluarga kecilnya berbanding terbalik dengan syasa yang sampai saat ini masih merasa bersalah dan selalu di kucilkan dari kehidupan orang- orang yang berada didekatnnya hanya boby seorang dirilah yang benar- benar menjadi teman terbaiknya sampai saat ini.
**********
setelah lulus SMA nnti mungkin kita ngak akan ketemu lagi bob, gue mau pergi jauh, jauh sangat jauh dari loh, gue mau ngelupain loh, gue ngak bergantung trus sama loh, gue mau lupain semua masa lalu gue, gue mau mulai kehidupan baru gue tapi bukan dikota ini, gue akan cari kota yang dimana orang disana ngak tau tentang masa lalu gue, batin syasa.
**********
ujian nasional telah usai beberapa siswa siswi kemudian berlarian kearah mading untuk melihat hasil ujian mereka, nampak boby tengah gembira karna telah melihat nilainya, boby berada pada urutan teratas nilai ujian nasional di SMA ini sedangkan syasa berada di tengah- tengah. syasa kemudian mendekati boby dan menyalaminya untuk memberinya selamat atas pencapainnya.
"selamat yh bob"
__ADS_1
"makasih sya" karna sangat bahagia boby refleks memeluk tubuh syasa yang tingginya memang cocok untuk tubuh boby sekitar 172cm sedangkan syasa 162cm, mereka berpelukan cukup lama.
ini mungkin pelukan terakhir kita bob, karna setelah ini kita akan berpisah batin syasa
mereka berdua kemudian berjalan beriringan menaiki tangga menuju ke atas loteng tempat biasa yang mereka kunjungi tak ada pembicaraan diantara mereka berdua sampai mereka sampai ketempat tujuan.
"gue dipercayai oleh kepala sekolah menjadi korlap acara perpisah sya" boby duduk di pinggir tembok menikmati pemandangan dari atas loteng menikmati angin yang bertiupan kesana kemari seakan akan angin itu menghibur orang-orang yang sedang merasa sedih, ia boby memang saat ini merasa sedih bukan karna ditunjuk kepala sekolah menjadi korlap namun lebih tepatnya sebentar lagi ia akan berpisah dengan syasa karna keduanya akan mencari kehidupan masing-masing untuk mencapai cita-cita yang mereka inginkan.
"wah bagus dong" syasa kemudian berjalan menghampiri boby yang tengah duduk dipinggir tembok lalu duduk disamping boby membiarkan kedua kakinya lurus kebawah.
" apa setelah acara perpisahan nanti kita akan benar-benar berpisah sya?" boby menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya kembali sebelum melanjutkan kata-katanya. "setelah kita melalui semua masalah bersama, kita kenal udah lama sya, kita udah sahabat udah hampir 9 tahun sya, kita udah kenal satu sama lain, loh udah tau sifat baik buruk gue dan begitupun gue. ngak ada yang kita sembunyiin, gue udah terbiasa bersama loh"
menghentikan kata-katanya dan melirik kearah syasa lalu menyandarkan kepalanya kepundak syasa sehingga boby dapat merakan aroma wangi shampo rambut syasa. boby kemudian menarik nafasnya panjang menutup matanya agar dia dapat fokus mencium aroma rambut syasa.
"ini memang sudah takdir kita bob! setiap pertemuan selalu ada perpisahan, kita dipertemukan di sekolah dasar dulu dan kita akan dipisahkan di SMA ini bob" syasa memandang lurus kepohon yang ada didepannya melihat beberapa burung yang sibuk dengan urusan mereka sendiri.
" kita seperti burung itu" syasa menunjuk kearah burung didepannya
"saat burung itu masih kecil orang tuannya akan membimbingnya dan mencarikannya makanan, sedangkan jika nnti burung itu sudah bisa terbang orangtuanya akan membiarkannya mencari makanannya sendiri dan bertahan hidup sendiri, mencari pasangan hidupnya sendiri dan membuat rumah sendiri" melirik kearah boby sebentar yang masih memejamkan matanya dibahu syasa dan melanjutkan kembali kata-katanya
" kita udah dewasa bob, dan sudah saatnya kita tentukan hidup kita sendiri, berpisah untuk memulai dan mencari kehidupan yang kita inginkan. kita tidak boleh bersama-sama terus seperti ini bob, kita berdua memiliki jalan dan garis takdir yang berbeda dan mungkin sudah saatnya kita dipisahkan"
syasa kemudia menyandarkan kepalanya ke kepala boby yang masih menyandarkan kepalanya di bahu syasa. syasa memejamkan matanya menikmati angin yang meniup tubuhnya dan membiarkan rambutnya diterbangkan angin kesana kemari.
boby membayangkan saat- saat mereka duduk dibangku smp dulu dimana syasa dan boby memang satu kelas dan syasa suka sekali berkelahi, syasa berkelahi bukan tanpa sebab tapi karna syasa diganggu oleh anak- anak nakal yang telah mencuri pulpen syasa, karena syasa tidak terima pulpennya dicuri syasa menghajar anak yang telah mencuri pulpennya sampai anak itu menangis meminta maaf kepadanya, sedangkan boby hanya memertawai mereka dan mengejek mereka yang telah menjahili syasa. dalam otak terdalam boby syasa merupakan preman sekolah hahahahh bagimana tidak lengan baju syasa selalu ia lipat seperti preman-preman kaki limaπππ
**********
__ADS_1