
dikamar syasa. "huh huh huh huhuu syalalalala huh huh huh huhuu nanna nannaaaa". suara nyanyian maya yang terlihat menikmati aktivitas mengunting- gunting kebaya syasa dengan rasa bersemangat.
maya masih sibuk mengerjakan aktivitas mengguntingnya, tiba-tiba syasa melihat maya menggunting kebayanya dari balik pintu. syasa dengan sigapnya menghampiri maya. maya yang tidak menyadari kedatangan syasapun kaget.
"maya..!!!" syasa melolot melihat kebaya yang ada ditangan maya kemudian merampas kebaya yang ada ditangan syasa.
"apa yang loh lakuin dengan kebaya gue!" syasa memegang beberapa robekan gunting dikebayanya. sedangkan yang ditanya hanya mengangkat bahu sambil memutar mutar gunting ditangannya, tak ada rasa bersalah sedikitpun diwajah maya.
"apa yang loh lakuin dengan kebaya gue hah!" bentak syasa.
"oh itu.... gue cuman bantuin loh doang kok!" jawab maya sambil membersihkan kuku telunjuk jarinya menggunkan kuku jempolnya
"loh ngak bisa make kebaya kayak gitu! yang cocok pake barang bagus itu cuma gue!!" melirik ke arah syasa lalu kembali fokus ke kukunya. "dan yah.." maya mulai fokus menatap syasa dengan tatapan penuh kebencian. "ini peringatan buat loh karna loh udah kurang ajar sama gue".
syasa mengepalkan tanganya, syasa ingin meninju saudara tirinya ini namun diurungkannya mengingat tak akan ada satu orangpun yang akan berpihak padanya.
"tega yh loh may" dengan suara yang agak mulai serak. "apasih salah gue sama loh may?" tanpa diminta air mata syasa mulai bercucuran dari kelopak matanya.
"salah lo itu... karna loh masih ada dirumah ini!!" maya lalu berjalan meninggalkan kamar syasa dan menyenggol tubuh syasa yang berdiri didepannya.
sementara syasa hanya duduk dibibir ranjangnya menagisi nasibnya selanjutnya.
***********
hari perpisahan tinggal 2 hari lagi sementara itu aku sudah tidak memiliki cukup banyak uang kalau mau beli kebaya lagi bagaimana ini? batin syasa samil mondar mandir dalam kamarnya yang telah melakukan banyak pose mulai dari berkacak pinggang, memukul mukul dahinya dan sebagainnya.
kring kring kring kring suara telfon
__ADS_1
"haduh siapasih yang nelfon? ngak tau apah mood gue lagi kacau!" decak syasa
kring kring kring suara telfon berdering kembali
karna handphonenya tidak berhenti berdering mautidak mau syasa harus menganggkatnya. syasa kemudian berjalan ke meja dekat kasurnya untuk mengambil handphonenya dilihatnya handphone itu tertera nama boby.
"ya hallo"
"hallo sya" suara boby dari seberang
"apaan bob" tanya syasa to the poin
"to the poin banget sih lo nanyanya sya! gue kan mau basa basi dulu hehe" kata boby sambil cengegesan di jendela kamarnya.
"udah ahk gue lagi malas tau ngak! kalau ngak ada yang penting gue matiin yh.." jawab syasa lesu.
"lah trus hubingannya sama gue apa?" jawab syasa acuh.
"gue mau minta tolong sama loh buat nemenin gue cari baju, gimana?"
"ngak ahk bob! gue lagi malas"
"yah sya plis.. plis banget sya.. tolongin gue dong yah plis banget" boby memohon ke syasa.
"yaudah iya iya" jawab syasa singkat
"ok entar gue jemput jam 3 sore dirumah loh yh" kata boby bersemangan kegirangan.
__ADS_1
"hemmm"
***********
rumah boby. boby sedang bersiap-siap untuk menjemput syasa, boby sangat bersemangat karna hari ini ia akan pergi bersama syasa hanya berdua dengannya menghabiskan waktu dengannya hah senangnya batin boby.
boby tengah mengendarai mobilnya menuju ke kediaman keluarga syasa. boby berhenti sekitar sepuluh meter sebelum rumah syasa, ya mereka memang seperti itu bukan apa-apa hanya sekadar berjaga-jaga saja mengingat syasa tidak akan diberi izin jika syasa pergi bersama seorang pria apalagi jika pria itu tajir, karna dalam fikiran ibu tirinya itu hanya putrinya maya seoranglah yang boleh memiliki pria seperti itu.
setelah menghentikan mobilnya boby mengirim pesan kepada syasa yang memberitahukan bahwa boby sudah ada ditempat biasa. setelah menerima pesan dari boby syasa pun segera menghampiri boby. setelah syasa masuk mobil bobypun melesatkan mobilnya dengan kecelatan sedang, hanya pembicaraan biasa saja yang mereka bicarakan sepanjang perjalan.
tak menunggu lama mereka sampai kesebuah butik yang berkesan sangat elegan. boby kemudian memarkirkan mobilnya lalu berlari kecil membukakan pintu mobil untuk syasa.
mereka kemudian berjalan beriringan memasuki butik tersebut. karna merasa kurang nyaman boby kemudian menarik tangan syasa dan mengalungkannya dilengannya.
"apa-apaan sih loh bob" kata syasa tak terima dan ingin melepaskan tangannya dari lengan boby namun segerah ditajan oleh boby.
"ngak papah dong sya.. cuman gandengan doang!" sambil mengedipkan matanya ke arah syasa. syasa yang melihat itu tersenyum geli dan segerah mencubit pinggang boby
"aauuu sakit sya" boby meringis kesakitan sampil memegang pingangnya yang dicubit syasa.
"kamu sih gennit banget" syasa dengan nada sewotnya sambil memanyungkan wajahnya.
"yeh gennit gennit ginnit gini tapi gennitnya cuman sama kamu doang loh" boby tersenyum lebar kearah syasa dan sekali lagi mengedipkan matanya kepada syasa. syasa yang melihat itu tersenyum lebar kearah boby.
"sya liat keatas kayak ada yang terbang-terbang" kata boby menunjuk keatas langit-langit butik sontak membuat syasa mendonga untuk melihatnya sedangkan boby melancarkan aksinya karna syasa melihat keatas boby menjentik leher syasa yang membuat syasa meringis kesakitan
boby lalu berlari meninggalkan syasa karna telah menjahili syasa sedangkan dibelakang syasa berteriak ke pada boby "boby kurang ajarrrr" lalu berlari mengejar boby. mereka berlari-larian saling mengejar satu sama lain seperti anak kecil saja, orang-orang yang ada dalam butik hanya geleng-geleng kepala melihat mereka berdua seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta wkwkwk.
__ADS_1
***********