Sudah Menjadi Takdirku

Sudah Menjadi Takdirku
perubah papah


__ADS_3

makan malam, tampak semua orang sedang sibuk mengunyah makanan masing-masing termasuk adik tiri dan ibu tiri syasa. sedangkan syasa pandangannya kosong menatap makanan yang ada dipiringnya sambil sesekali memasukkan makanan kedalam mulutnya mengunyah lalu kembali memutar mutarkan sedoknya diatas piringnya.


"oh ia sya kamu daftar kuliah dimana? kok ngak pernah cerita sih sama papa" kata papa syasa yang telah selesai mengunyah makanan dalam mulutnya. sedangkan yang ditanya tak percaya mengenai apa yang didengarnya barusan.


syasa refleks melihat kearah papahnya mata syasa terbelalak dan mulutnya mengagah menampakkan makanan yang ada didalam mulutnya. bagaimana tidak! ini adalah suatu keajaiban bagi syasa.


syasa mencoba berfikir yang ada didepannya ini benar papahnya kan! jika memang papahnya apakah tadi ia tidak salah dengar, jika memang syasa tidak salah dengar berarti benerran dong. batin syasa.


"papah barusan tanya syasa?" memastikan kembali jika syasa tidak salah dengar sambil mengeryitkan dahinya tak percaya yang otomatis membuat alis sebelah kirinya naik.


" iaaa papah tanya kamu! emang ada yang salah?" menatap anaknya lekat. bukan tanpa alasan syasa bertanya seperti itu ke papahnya. syasa hanya heran kenapa papahnya ini tiba-tiba peduli kepadanya.


yayayayaya memang setau syasa papahnya ini tidak pernah benar-benar peduli kepadanya dari dia duduk dibangku sekolah dasar saja bukan ayahnya yang membiayainya melainkan ibunya yang selalu mentrasferkannya uang


kayak lagu yang lagi viral nih: syetan apa yang merasukimu hingga kau tega menghianitiku yang tulus mencintaimu😂😂


ehk maap maap bukan syetan yk tapi yang benner itu entah apa yang merasukimu wkwkwk😂😂


harap maklum yak😪


" enggak salah sih pah cuman heran ajah" balas syasa cuek menampilkan wajah tak bersahabatnya.

__ADS_1


melihat tingkah putrinya yang seperti itu Rahardian merasa kecewa dan bersalah karna memang selama ini dia tidak benar benar peduli tentang putrinya itu bahkan ia sering kali menutup telinga jika membahas mengenai syasa.


sedangkan disisi lain tampak ibu dan adik tiri syasa hanya saling pandang satu sama lain lalu mengangkat bahu mereka bersamaan dan melanjutkan makan mereka kembali.


" maafin papah yh sya!"


"makanan aku udah habis aku juga udah kenyang" syasa kemudian berdiri dari kursinya melihat papahnya sekilas menampakkan raut kebencian padanya "ngantuk!" syasa kemudian membawa piring kotornya ketempat pencucian piring. sedangkan rahardian hanya menatap kepergian putrinya itu.


maafkan papah nak, papah salah maafin papah, papah memang egois yang ngak pernah mau ngerti perasaan kamu dan ngak pernah ada buat kamu bahkan ketika sedang merasa terpuruk sekalipun maafin papah batin rahardian menatap kepergian putrinya.


syasa menjatuhkan dirinya keranjangnya memeluk guling menutup wajahnya menggunakan bantal.


dari kecil papah mamah syasa sudah berpisah pada saat syasa berusia 2 tahun dan pada saat syasa berumur 3 tahun papahnya menikah lagi dengan ibu tirinya. syasa tidak pernah mendapat perlakuan baik dari ibu tirinya syasa selalu dijadikan tempat pelampiasan ibu tirinya. suatu hari ketika syasa pulang bermain bersama anak seusiannya celana syasa terkena lumpur ibu tirinya yang melihat kotoran itu refleks langsung memukul kaki syasa tanpa ampun menggunakan hyhils. syasa hanya bisa menangis menahan rasa sakit pukulan itu yang mininggalkan bekas biru dikulitnya.


**********


"tok tok tok tok" suara ketukan dari luar pintu kamar syasa. tapi syasa tak juga beranjak dari kasurnya untuk membuka pintu


"tok tok tok" suara ketukan masih saja terdengar dari luar


"sya kamu belum tidurkan? papah mau bicara sama kamu sebentar" rahardian menempelkan telinganya di pintu kamar syasa agar bisa mendengar suara dari dalam. namun hening tak ada suara apapun dari dalam.

__ADS_1


sementara syasa hanya duduk diam menekuk lulutnya di sudut kamarnya mendengarkan suara ayahnya.


pasti kamu marah kan sama papah!. karna papah memang selama ini ngak pernah kasih kamu kasih sayang yang dibutuhkan seorang anak. maafkan papah nak karna keegoisan papah yang memisahkan kamu dengan ibumu. papah ingin menebus dosa-dosa papah, dan mulai sekarang papah akan selalu ada buat kamu disaat suka maupun duka. batin rahardian sambil nengusap pintu kamar putrinya


kini rahardian telah berjalan meninggalkan kamar syasa karna syasa tak juga kunjung membuka pintu kamarnya.


**********


dalam menjelang hari perpisahan kepalah sekolah memberikan surat undangan kepada seluruh wali dari siswa siswi agar mereka mendampingi anak-anaknya dalam acara pelepasan atau hari terakhir mereka di sekolah menengah atas dan memberikan doa kepada anak-anaknya agar mencapai cita-cita yang mereka inginkan.


tak terkecuali dengan syasa. syasa juga mendapat undangan untuk diberikannya kepada orang tuanya. sayangnya syasa tidak terlalu yakin kalau papahnya akan datang apalagi ibu tirinya itu.


mengigat setiap kali ia terima raport dia tidak pernah diwakili oleh orang tuannya syasa selalu menggambil raportnya sendiri diwali kelasnya sedangkan maya adik tiri syasa selalu diwakili mamahnya. syasa juga tidak akan terlalu berharap akan diperlakukan baik oleh ibu tirinya.


setelah pulang sekolah syasa hanya meletakkan undangan itu dimeja ruang keluarga lalu berlalu pergi menganti bajunya.


syasa berfikir untuk mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dahulu lalu setelah itu syasa akan mencari baju yang akan ia kenakan untuk hari perpisahannya dua hari lagi.


beberapa hari yang lalu papah memberikan syasa uang ratusan ribu. papah tidak mengatakan apapun untuk apa uang itu diberikan kepadannya sehingga membuat syasa heran akan perubahan sifat papahnya itu yang secara tiba-tiba. tapi syasa memang tidak menolaknya toh dia memang lagi butuh duit.


**********

__ADS_1


__ADS_2