
kini pekerjaan rumah telah selesai dikerjakan syasa dan sekarang saatnya berangkat mencari baju yang akan dia gunakan nanti di acara perpisahan.
syasa kini tengah bersiap siap untuk pergi. menunggu angkot lewat lewat, cukup lama syasa menunggu sampai sebuah angkot berwarna biru muncul, melihat ada angkot yang lewat syasa kemudian melambaikan tanggannya agar angkot berwarna biru itu berhenti.
setelah berhenti syasa kemudian masuk kedalam angkot terdapat beberapa penumpang yang mayoritasnya rata- rata ibu-ibu didalamnya.
setelah hampir lima belas menit akhirnya syasa sampai kesebuah butik yang cukup terkenal di daerah tempat tinggalnya di jakarta. syasa kemudian mendorong pintu kaca yang ada didepannya lalu berjalan masuk memilah milih baju.
setelah beberapa kali berputar mencari baju yang ia inginkan kini syasa tertuju pada satu kebaya berwarna baby pink memang serasi untuk kulit putih bersihnya itu tapi sebelum mencoba syasa terlebih dahulu melihat kertas yang menempel di kebaya itu yang berisi tentang total harga barang yang diinginkan syasa.
setelah membalikkan kertas harga syasa melihat nominal harga yang sangat mahal membuatnya menelan ludah setengah mati menarik nafas panjang menghembuskannya ke udara keluar dari butik itu dengan wajah lesu.
loh harus semangat sya butik di dunia ini bukan cuman butik mahal ini doang semangat💪💪 batin syasa menyemagati diri sendiri.
__ADS_1
akhirnya pilihan syasa selanjutnya jatuh ke butik sederhana yang menampilkan dekorasi bunga yang ada didepannya mungkin dekorasi ini untuk menarik pengunjung kali.
syasa mendorong pintu kaca yang ada didepannya lalu masuk mencari cari keberadaan baju yang akan menarik perhatiannya. setelah mencari cukup lama syasa mendapati kebaya berwarna cream dan harganya juga cocok di kantong syasa.
setelah mendapatkan baju yang akan dikenankannya nanti untuk acara perpisahan syasa langsung pulang kerumahnya.
diruang keluarga nampak maya sedang menonton tv tapi matanya bukannya malah tertuju ke tv melainkan tertuju ke majalah yang ada ditangannya membuka dari lembar sebelum menuju kelembar berikutnya.
"wow wow wow apa apain nih" maya menutup majalah yang tadi ia baca lalu fokus ke arah syasa. " ehk loh abis dari mana" mensedekapkan tangan didada menatap syasa arogan.
"loh abis belanja yh?". "dapet duit dari mana loh. atau jangan-jangan loh abis ngolong" kata nyolong sengaja dipertebal maya yang membuat bibirnya manyung.
"bukan urusan loh" berjalan menghampiri maya dan bersedakap dada didepannya " yang pasti gue ngak nyuri apalagi minta sama ibu loh" memutar badannya ppdan dengan senganja mengibaskan rambutnya lalu berjalan meninggalkan maya yang masih melihatnya sinis.
__ADS_1
"kurang ajar!!" teriak maya kepada syasa
"awas aja loh!" maya menggerutu dalam hati
setelah syasa masuk ke kamarnya tiba-tiba syasa merasa haus, kemudian meletakkan belanjaannya di atas kasur lalu menuju kedapur.
beberapa saat setelah syasa keluar maya kemudian masuk kedalam kamar syasa dengan mengendap- endap memegang sebuah gunting ditangannya.
"maafkan gue yah sya! hahahahhahaha" sambil memegang gunting tepat didepan wajahnya " ini akibat karna loh udah kurang ajar ama gue" maya mengambil baju syasa yang tergeletak di atas ranjang.
"ternyata selerah loh lumayan juga" membelai belai baju kebaya milik syasa dan menempelkannya ditubuhnya untuk sekedar memastikannya ditubuh langsingnya.
**********
__ADS_1