
Cika pun terheran menatap Arka yang sudah berdiri tegak dan segar.
Padahal tadi dia terluka parah, namun sekarang sudah sembuh total.
Aku belum begitu kenal padanya, seperti apa Arka ini... kenapa auranya begitu beda sekarang? - batin Cika.
Cika pun mengikat tubuh Genta dan Shura dengan akar miliknya, lalu menarik mereka mundur.
Yang ku tau, dia masih di kelas Clover! bagaimana aku bisa yakin dia bisa mengalahkan dua dewa yang kekuatannya setara dengan kak Shura - batin Cika.
Genta dan Shura pun sudah tertarik mundur.
"Kenapa kau menarik kami mundur?" tanya Genta pada Cika.
Seketika Genta melihat Arka yang sudah berdiri di hadapannya.
Betapa terkejutnya ia melihat Arka yang sudah sembuh dari lukanya.
"Sepertinya Arka mau menghadapi mereka sendirian, karena kalian sudah lelah, aku menarik kalian mundur," ucap Cika.
Aku saja susah untuk melawan 1 dari mereka, dan dia ingin menghadapinya sendirian? - batin Shura sangat tidak percaya pada Arka.
"Hey Arka... jangan memaksakan diri, kami masih bisa bertarung, kau tidak akan bisa mengalahkan mereka sendirian!" Ucap Genta.
Ya jelas saja Genta tak percaya Arka bisa mengalahkan mereka, karena Arka masih di kelas Clover, sedangkan ia sudah di kelas Diamond pun sulit untuk mengalahkan salah satu dari dua dewa itu.
Arka tak mendengarkan ucapan rekannya itu.
Arka kini berjalan maju ke depan Ken dan Sein.
__ADS_1
"Hey bocah, kau ingin menghadapi kami berdua?... entah apa yang merasukimu~" Sein meremehkan Arka.
"Aku tau lagu itu lagi viral, dasar dewa pemain tikt*k," ucap Arka mengejek.
"Haaahh??!!" Genta, Shura dan Cika pun kebingungan dengan percakapan mereka.
"Kau boleh menyerang kami duluan!" Sein tersenyum jahat, ia begitu percaya diri.
"Ohh~~ apa aku sedang diremehkan?" Arka tersenyum.
"Kami hanya ingin bermain-main denganmu~" ucap Ken.
"Baiklah, karena kalian terlalu sombong, aku akan tunjukan sesuatu pada kalian,"
Arka pun berkedip. Namun, tiba-tiba dua dewa itu tiba-tiba terjatuh setelah Arka mengedipkan mata. Nampak dua dewa itu memegang dada mereka.
Apa kalian tidak sadar? bahwa beberapa saat yang lalu kalian lupa bernapas? - batin Arka
Ini adalah kekuatan waktu milik Arka.
Lalu apa hubungannya dengan pernapasan?.
Di episode sebelumnya sudah di jelaskan, bahwa kekuatan waktu itu banyak macamnya.
Untuk kali ini, cara kerjanya adalah menunda waktu lawan, saat musuh terpancing dalam pembicaraan, kekuatan waktu pun bekerja. Mereka akan lupa bernapas, kekuatan waktu kali ini musuh harus bernapas secara manual, jika mereka lupa bernapas maka mereka akan mati karena tidak bernapas. waktu bernapas otomatis akan dihilangkan, jadi musuh harus ingat bernapas.
Karena Ken dan Sein lupa bernapas, dada mereka menjadi sakit.
Dan perlahan mereka pun akhirnya mati karena lupa bernapas.
__ADS_1
Apa yang terjadi? kenapa ke dua dewa itu tiba-tiba tewas? - batin Shura kebingungan.
Apa yang telah Arka lakukan? kenapa dewa itu bisa mati? - batin Cika.
Apa ini?, apa yang telah mereka lakukan? - batin Genta.
Jelas saja, karena mereka sama sekali tidak bertarung, tapi dua dewa itu tiba-tiba tewas.
"Apa yang terjadi, kenapa mereka tiba-tiba mati?" Arka berpura-pura tidak tahu.
"Jadi, bukan karena kau mereka mati?" Genta bertanya.
"Bukan, aku kan belum ngelakuin apa-apa?"
Arka berbohong pada rekan-rekannya karena ia tidak ingin terlihat hebat oleh teman-temannya itu.
Benar juga, mana mungkin Arka bisa mengalahkan mereka? Aku saja yang kelasnya lebih tinggi tidak bisa mengalahkan mereka - batin Shura mempercayai Arka.
Tidak mungkin dua dewa itu mati dengan sendirinya, pasti Arka yang melakukannya - batin Cika tidak percaya.
Ternyata hanya Cika yang tidak bisa dibohongi.
Selanjutnya..
Maaf ya baru update hehe..
Segini aja dulu ceritanya..
See you next time!!
__ADS_1