Sudah Tidak Upload

Sudah Tidak Upload
Chapter.3


__ADS_3

Tubuh Kyuu kini tergantung di pohon bersama ranting kayu yang melilit kakinya.


Ia juga mulai merasa sulit untuk bernapas, jika tidak segera lolos dari tempat itu maka ia akan kehabisan napas dan mati. Karena oksigen yang diterima sangat kecil, bahkan hampir tidak ada oksigen.


Apa yang harus ku lakukan, jika aku terus disini aku akan mati cepat atau lambat.


Kyuu pun mulai panik.


Tentu saja, orang yang dalam masa tegang ataupun masa sulit akan merasakan kepanikan yang sangat besar. Karena itu kita harus mengontrol kepanikan kita dan mulai untuk berpikir jernih.


Kyuu akhirnya mulai fokus dan berfikir.


Kakek tadi bilang padaku bahwa aku hanya perlu menghafal jalan untuk pulang kan, ia tidak bilang bahwa ia akan membuat jebakan agar aku kesulitan.


Pasti ada sesuatu dibalik semua ini.


Kyuu mulai menyaring kata-kata kakek tadi dan mulai memahaminya lebih dalam lagi.


Dan seketika Kyuu mendapatkan sebuah jawaban.


Benar, kakek tidak akan memberi jebakan jika jalan ini jalan yang benar.


Berarti arah yang benar, jalannya tidak akan diberi jebakan.


Ia pun mulai mencoba setiap arah agar menemukan sebuah jalan yang benar.


Dan resikonya adalah ia harus terkena jebakan disetiap arah yang ia coba.


Tapi hanya itu lah cara yang bisa ia lakukan, mencoba setiap arah dan menemukan jalan yang tidak ada jebakan.


Kyuu mulai fokus dan berusaha menahan napas sedikit lebih lama.


Karena jika ia tidak fokus, dia akan kehilangan arah, karena sekarang posisinya ia sedang dalam mata tertutup.


Dan beberapa menit kemudian akhirnya ia menemukan jalan yg tepat!.


Ia segera berjalan dan berusaha menghafal jalan untuk menuju pulang.


Sementara itu di gubuk.


Kakek sedang menyentuh topeng yang berbentuk seperti rubah berwarna putih dan ada sedikit goresan merahnya, yang tertempel di dinding rumahnya.


Lalu kemudian kakek memandang pada sebuah katana berwarna biru tua namun tak begitu gelap, yang ada pada sebuah kotak.


Jika dia berhasil menyelesaikan semua pelajaran dariku, maka aku akan memberikan kalian padanya.


Itulah kata hati sang kakek, ia akan memberikan topeng dan katana itu pada Kyuu jika berhasil menyelesaikan pelajarannya.


Beberapa menit kemudian, Kyuu berhasil pulang ke gubuk kakek dengan selamat.


Walaupun tubuhnya sedikit lelah dan lemas, badannya penuh dengan keringat, napasnya terengah-engah.


Ia berhasil menyelesaikan pelajaran pertama dari kakek.


Kakek tersenyum kearah Kyuu dan berkata “Mari kita lanjut dengan pelajaran ke dua!”.


Dengan semangat, Kyuu berdiri tegap dan memberikan hormat.


Melihat sikap Kyuu, kakek merasa aneh sampai mengernyitkan dahi.


Apa yang dia lakukan?, aku belum pernah melihat orang menggunakan gerakan seperti itu.


Apa maksud dari gerakan itu?.


Yahh, Kyuu melakukan hormat seperti yang ia lakukan pada dunia asalnya. Tentu saja kakek merasa sangat bingung.

__ADS_1


Namun si kakek tak terlalu memikirkannya.


Sekitar 1 jam kemudian.


Kakek dan Kyuu tiba di tempat pelajaran ke dua.


Di mana tempatnya adalah sebuah dana yang lumayan besar.


“Ini tempatnya” ucap kakek.


Kyuu pun melihat-lihat sekitar, dan memikirkan apa yang ada disekitar, takutnya nanti pelajarannya harus mengingat lagi.


“Apa yang harus aku lakukan, kek?” tanya Kyuu.


Kakek menunjuk pada sebuah danau.


“Kamu harus membelah air pada dasar air, artinya kamu harus menyelam dan menebas air didalam air hingga airnya terbelah”


Kyuu terkejut mendengar perkataan kakek.


Kakek ini mau membunuhku ya?, karena tadi gagal, ia menggunakan rencana ke dua.


Pikiran Kyuu mulai berprasangka buruk.


Tentu saja, karena pelajarannya sangat mematikan dan di luar kepala manusia normal.


Tapi ia mencoba mengerti, karena ini dunia fantasy, apapun bisa terjadi.


“ini tentang penggunaan *mana, kamu harus bisa fokus dan mengontrol mana mu pada satu titik tumpuan yaitu pada tangan dan katanamu” ucap kakek serius.


*mana adalah suatu energi atau sesuatu yang bisa menghasilkan sebuah kekuatan.


Pelajaran kali ini Kyuu harus menfokuskan mana yang ada pada dalam dirinya pada sebuah katana agar menghasilkan kekuatan untuk membelah air.


“Ini sangat sulit, kamu boleh istirahat jika tidak sanggup, jangan memaksakan diri”


Kyuu mulai turun ke dasar air.


Melihat Kyuu sudah mulai tenggelam, si kakek pun pergi meninggalkan Kyuu.


Tentu ini adalah pelajaran yang lebih sulit dari pelajaran pertama.


Kini Kyuu mulai fokus dan mengalirkan sebuah kekuatan pada tangannya.


Kyuu mulai mencoba menebas airnya.


Zrashhhhh!!!....,


Airnya masih belum terbelah.


Namun mana Kyuu sudah mulai terkuras.


Kyuu tak menyerah begitu saja, ia mencoba terus menerus hingga akhirnya ia lelah dan mencoba untuk beristirahat sejenak.


Kyuu duduk di pinggir danau.


“Benar kata kakek, ini sangat sulit, aku sudah mencobanya berkali-kali sambil menahan nafas di air, tapi masih belum bisa”


“aku akan coba lagi, mungkin fokusku masih kurang”


Hingga malam pun tiba.


Namun Kyuu masih belum bisa melakukannya.


Ia terus mencoba menebaskan katananya.

__ADS_1


Ini lebih sulit dari menebas batu besar.


Air adalah sesuatu yg sangat lembut sedangkan batu benda keras.


Ia kembali lagi beristirahat.


Dan mencoba memikirkan caranya.


Ia pun menemuka sebuah jawaban.


Yappss.. Perhitungan fisika!.


Tapi author tidak akan menjelaskannya ya.


Kyuu mulai masuk lagi kedalam air.


Setelah tiga kali gagal, dan pada tebasan keempat ia berhasil membuat air itu terbelah seakan akan ada sebuah kaca yang menghalangi air itu untuk bersatu.


Kyuu pun sangat senang karena berhasil.


Ia segera kembali ke gubuk kakek.


Kakek sudah menunggunya duduk pada sebuah meja tempat kakek biasa duduk.


“Kakek, aku berhasil menyelesaikannya!” ucap Kyuu dengan sangat bangga.


“duduklah!”


Kyuu pun duduk dihadapan si kakek.


“kamu telah selesai mempelajarinya, aku yakin kamu pasti bisa untuk membela diri”


“jangan lupa untuk terus berlatih, datanglah kesini untuk berlatih, aku tidak keberatan”


“terimakasih,kek... aku pasti akan mendengarkan ucapan kakek” ucap Kyuu.


Lalu si kakek memberikan Kyuu sebuah topeng dan katana.


“Ini hadiah untukmu, karena sudah berhasil menyelesaikannya”


Kyuu pun bingung.


“aku kan sudah pernah berhasil kek, bukannya aku sudah mendapatkan hadiah?”


“belum, hari ini aku memberikannya untukmu” jawab si kakek.


Kyuu pun mengambilnya.


“terimakasih, kek... aku pasti akan menjaganya!”.


Kakek tersenyum dan berkata, “Jangan pernah bosan untuk berlatih, dan jangan pernah untuk puas”.


“Baik, kek!”.


“Oke, kamu boleh pulang”.


Kyuu pun segera untuk pulang.


“Selamat malam,kek!”.


Pada saat diperjalanan.


*Besok adalah hari kompetisi Astar, aku harus mengikutinya!.


Aku tidak ingin menjadi OB seperti Kyuu yang sebenarnya.

__ADS_1


Dengan semangat, Kyuu menuju pulang ke rumah.


Terimakasih sudah mau mampir, jangan lupa klik suka,tinggalkan komentarmu,dan klik favorite ya*!!


__ADS_2