Sudah Tidak Upload

Sudah Tidak Upload
Baru saja kenal.


__ADS_3

"maaf tuan putri, saya menculikmu," bisik Arka di telinga tuan putri.


Setelah para pengawal itu tak terlihat lagi, Arka pun melepaskan tangannya yang menutupi mulut tuan putri.


"terimakasih kak.. Kakak sudah menolongku" Shina memegang kedua tangan Arka.


Shina sangat berterimakasih pada Arka


Kalau tidak ada Arka mungkin dia sudah di tangkap.


Ahh entahlah, lagian itu juga pengawalnya sendiri.


"ahh iyaa.. sama-sama,hehe" Arka tertawa kecil.


Sesaat kemudian Arka memandang tubuh Shina yang bisa dibilang sangat indah


Dibalut dengan Kimono ala putri kastil membuat pesonanya semakin memancar.


Arka pun melamun memandangi tubuh Shina.


Ini manusia kan? - Arka masih tidak percaya dengan apa yang dilihat dihadapannya.



Shina merasa canggung karena Arka hanya diam memandangnya.


"anuu.. Kak?" Shina pun mulai risih bercampur malu karena dipandangi Arka.


Apalagi yang mandang orangnya juga ganteng. Mana tahan.


"apa ada yang salah dengan diriku?"


Mendengar ucapan dari Shina membuat Arka sadar dari lamunannya.


"ahh tidak.. Maafkan saya tuan putri, karena saya sudah membuat anda resah karena saya"


Arka membungkukkan punggungnya meminta maaf dengan hormat.


"tidak apa-apa.. kakak melihatku terlalu dalam, kukira ada yang salah denganku"


Shina tersenyum menyipitkan matanya.


Duh senyumnya membuatnya semakin mempesona, dan sikapnya juga begitu lembut dalam bertutur kata membuatnya terlihat anggun.


"ahh iyaa.. Namaku Momochi Hakushina, salam kenal!" Shina memperkenalkan diri sambil membungkukkan punggungnya memberi hormat.


Terlihat sekali dia putri yang penuh sopan santun dan tak segan memberi hormat.


"nama saya Namisake Arka" Arka pun membalas hormat pada Shina.


"aku tidak pernah melihat kakak sebelumnya, apa kakak orang baru?"


"iyaa.. saya baru pindah kemarin"


Shina mengangguk ber oh ria mendengar ucapan dari Arka.


"kalau boleh tau, kenapa tuan putri bisa dikejar pengawal sendiri?"


Shina pun duduk menyampingi Arka lalu menjawab pertanyaan dari Arka.


"aku kabur dari kastil.. habisnya aku bosan di dalam kastil terus, aku ingin jalan-jalan hari ini, aku rindu suasana negri Saku.. "


Arka pun juga mulai duduk dan tepat di samping Shina.


"kakak.. kakak jangan terlalu formal gitu sama aku, aku jadi tidak enak" Shina memandang Arka dengan wajah seperti memohon.


"iyaa maaf, kamu itu seorang tuan putri jadi aku harus sedikit sopan."


"tidak apa kok, jangan terlalu dipikirkan soal kasta ku.." ucap Shina sambil menunduk.


" ahh baiklah.. Maaf kalau saya, ehh maksudnya maaf kalau aku bikin kamu tidak nyaman dengan ucapanku tadi."


"kakak kan baru pindah kesini.. Pasti belum sempat jalan-jalan kan?..


Bagaimana kalau kakak temani aku jalan-jalan, sepi juga kalau sendirian"


Arka terkejut mendengar ajakan Shina


Ia pun memandang wajah Shina, dengan cepat Shina membalas pandangannya.


"Yaaa kak~?" Shina pun semakin berharap. Gemesnya~~.


"Iyaa.. Aku akan temani tuan putri" Arka tak bisa menolak wajah memohonnya Shina, walaupun tidak terlalu jelas, tapi terlihat sekali dia sangat berharap.

__ADS_1


Senyumnya pun terbit di bibir mungilnya, wajahnya juga menjadi merona dan mulai terlihat merah-merah di pipinya Shina.


Ya walaupun tidak terlalu terlihat.


Shina pun berdiri.


Dan betapa terkejutnya dia, bahwa dia berada di atas atap rumah orang.


Rumah siapa juga tidak tahu.


Shina mulai sadar bahwa Arka yang membawanya.


Ia tidak bisa turun, karena atapnya sangat tinggi.


Bagaimana cara turunnya? - batinnya pun mulai kebingungan.


" kak, ini gimana turunnya?" tanya Shina sambil memandang ke bawah.


"loncat lah.." Arka pun tertawa kecil.


Arka sudah tau bahwa Shina tidak akan bisa loncat kebawah, apalagi tempatnya sangat tinggi.


"Mana bisaa~~" entah kenapa, Shina jadi merengek.


Arka yang mendengarnya pun tersenyum.


Lucunyaa~ - batin Arka.


"maaf yaa tuan putri"


Arka pun menggendong Shina, namun Shina tidak memberi reaksi apa-apa


Tangannya melingkar di leher Arka, Shina tepat berada di antara dada dan perut Arka.


Namun beberapa saat kemudian, rona merah mulai terlihat di pipi Shina. Malu ya?.


Pandangannya terlihat kosong.


Kapan loncatnya woy?.



Kini Arka sedang menemani Shina, perempuan yang baru saja dikenalnya.


Keduanya sangat asik mengobrol


Candaan-candaan lucu selalu berhasil membuat keduanya tertawa.


Banyak sekali tempat yang mereka kunjungi, seperti menyeberangi arus sungai yang ada bebatuannya.


Arka kembali menggendong Shina, karena ia tidak bisa melompat-lompat melewati bebatuan itu.


Karena ia memakai Kimono, jadi sangat sulit untuk bergerak bebas.


Sesekali orang yang mereka lewati memberikan hormat, mereka pun kembali memberi hormat dengan membungkukkan punggung.


Arka yang jalannya sangat cepat membuat Shina tertinggal dibelakang.


Shina mulai lelah mengejar Arka yang jalannya sangat cepat.


Ia pun memutuskan untuk berhenti, sebenarnya Shina tidak merasakan capek sama sekali


Ia hanya kesal tidak bisa mengejar lajunya jalan Arka.


Arka yang tak merasakan keberadaan Shina didekatnya pun mulai memandang kebelakang.


Benar saja, Shina sangat jauh tertinggal dibelakangnya.


Dan terlihat wajah Shina cemberut memandang Arka.


Arka pun terkekeh melihat Shina.


Dan kemudian Shina mulai berjalan mendekati Arka dengan cepat.


Dan tak disangka, Tangan Shina menggenggam erat tangan Arka, dan wajahnya pun masih kesal memandang Arka.


Arka tak kuasa memandang wajah kesalnya Shina.


Entah kenapa keduanya begitu sangat dekat hanya dalam hitungan jam.


Keduanya merasa nyaman saat bersama.


Mereka sama sekali tidak menahan diri.

__ADS_1


Entah ikatan apa yang membuat mereka sangat mesra begini.


Namun itulah yang diharapkan para jomblo. Maaf menyinggung Hehe.


Pada sebuah dataran tinggi, dibawah rindangnya pohon.


Keduanya duduk berdekatan sambil menikmati pemandangan negri Saku dari atas.


Terlihat bibir manis Shina terus saja tersenyum.


"Haahhh.. aku tidak pernah selepas ini" ungkap Shina.


Ia pun menghirup dan kemudian menghembuskan udara lewat mulutnya.


Shina adalah anak yang setiap harinya di kastil.


Ia tidak diperbolehkan keluar oleh ayahnya, karena takut terjadi apa-apa.


Shina merasa terkurung dan terpenjara.


Tentu saja, perempuan sesempurna Shina, ayah manapun pasti takut kehilangannya apalagi terluka.


"pasti sangat bosan ya, dikurung terus"


Ucap Arka sambil menikmati pemandangan yang sangat indah.


"Ya~~.. Begitulahh" Shina tersenyum.


"wahh.. berani sekali kau membawa kabur putriku"


Suara seorang lelaki dari belakang mereka.


Keduanya pun memandang kebelakang.


Betapa terkejutnya Shina,


Ternya itu adalah ayahnya.


Mereka pun berdiri menghadap ayahnya Shina.


Shina pun mulai takut, karena ayahnya pasti akan memarahinya.


Namun ayahnya malah memarahi Arka.


"kau siapa?.. Berani sekali kau mendekati anak saya.. "


Ayahnya Shina terus mengomelin Arka.


"kau tau?.. Bikin anak perempuan yang seperti Shina itu sangat sulit."


"Haa??" Arka pun bingung.


"ayahh... Jangan marahin kak Arka.. dia tidak salah, Shina yang kabur dari kastil


Shina bosen di kastil terus.. ayah selalu saja ngelarang." Shina pun membela Arka yang terus diceramahi ayahnya.


"yahh.. Ayah pernah bilang kan.. Kalau ada laki-laki yang Shina suka, Shina harus kasih tau ayah.. Sekarang Shina kasih tau, Shina suka sama kak Arka". Ucap Shina dengan tegas.


What???!!


Seketikaa Arka terkejut mendengar ucapan dari Shina.


Arka tidak akan tahu akan berakhir seperti ini.


Arka tak bisa berkata apa-apa, Arka ingin menolak ucapan Shina. Namun entah kenapa itu sulit di ucapkannya.


Arka menjadi mati kutu.


ayah Shina pun mendekati Arka.


Seketika wajah Arka memucat, wajar saja karena semua ini terjadi sangat tiba-tiba.


Ayah Shina pun memegang kedua pundak Arka.


"Jangan kecewakan anakku.. Mengerti?"


"iyaa tuan" tiba-tiba mulut Arka bergerak sendiri mengiyakan ucapan ayahnya Shina.


Duhh.. Apa yang telah ku katakan?.. Dasarr mulutt!! - batin Arka.


"kau akan ku nikahkan dengan anakku"


"Haaaaaaahh???!!!"

__ADS_1


Continued..


__ADS_2