
Aku yang sedari tadi sibuk membersihkan kantor Astar, dari kaca, lantai hingga toilet akhirnya selesai juga pekerjaan yang lumayan melelahkan ini.
Rencanaku setelah ini adalah ingin melihat di halaman kantor apakah perempuan yang bernama Alia itu ada atau cuma mrmbohongiku. Lalu kemudian aku juga ingin pergi ke hutan di pegunungan untuk menemui seorang kakek yang mungkin dia adalah guruku.
Tanpa disangka ketika aku keluar dari kantor aku melihat perempuan itu sedang duduk menungguku di kursi halaman.
Haha, aku membuat seorang gadis menungguku.
Ketika ia melihatku ia langsung melambaikan tangan dan tersenyum kearahku.
“Kyuu!!”.
Aku segera menghampirinya dengan sedikit tersenyum.
“Kamu bawa bekal?”. Aku mengiyakan ucapannya.
“Yaudah, temenin aku dulu yukk buat beli makanan”
“Kita mau makan dimana?”
“Tempat biasa lah!”.
Tempat biasa katanya, berarti aku dan dia sudah sering makan bersama.
Aku tidak tahu tempat biasa yang ia maksud, aku hanya perlu mengikutinya saja kan?, nanti juga bakal tau tempatnya.
“Atau kamu mau langsung kesana duluan?”
“tidak, aku temani kamu saja, kita kesana bareng!”
Ia pun tersenyum setelah mendengar ucapanku dan langsung menarik tanganku membawaku pergi bersamanya.
Apakah di dunia ini perempuan begitu agresif pada laki-laki?. Ahh, aku tak perduli aku ikuti saja lah.
Setelah ia selesai membeli makanan, kami pun pergi ke tempat yang ia maksud.
“Ahh, akhirnya sampai juga!”
Sampai?... Yang kulihat dihadapanku adalah tembok semen yang tebal. Apanya yang sudah sampai?.
Apa ini tempat yang kami kunjungi untuk makan bersama? Makan di samping tembok?.
“Kita makan disini?” tanyaku untuk meyakinkan.
“Kamu ngomong apa sih?, ya iyalah makan disini, ini kan tempat kita makan biasa!”
Ternyata benar, di samping tembok ini.
Namun ia tidak memberhentikan langkahnya menuju kearah tembok. Apa dia mau menabrak tembok?.
Dan ini pertama kalinya aku mengalami sebuah keajaiban. Perempuan itu bersamaku masuk kedalam tembok itu. Kami tembus tembok.
Dan tak disangka lagi dibalik tembok itu terdapat tempat yang begitu indah, tempat makan khusus berdua dan di kelilingi dengan pemandangan alam yang begitu asri dan indah.
Dunia fantasy memang sangat menakjubkan.
“Ayo, kita makan!” ajaknya.
Kami pun duduk berdua bersampingan.
Dia makan begitu lahap. Entah kenapa hatiku begitu senang melihatnya makan dengan lahap.
“Kamu tahu?, ini lah alasan aku selalu mengajakmu makan bersama, aku merasa nafsu makanku bertambah, aku makan sangat lahap jika ditemani olehmu!”.
Aku tak menjawab apapun, aku hanya mendengarkannya.
“dan juga, ketika aku melihatmu aku merasa sangat bersemangat”
Aku menjadi sangat bingung, karena aku tidak tahu apa-apa tentangnya, karena aku bukan Kyuu yang sebenarnya. Sebaiknya aku katakan saja lah kalau aku hilang ingatan.
“Anuu, Alia... Aku ingin mengatakan sesuatu!”
__ADS_1
Seketika aku melihat wajahnya bingung menatapku.
“Apaa?” ia pun mulai penasaran.
“Sebenarnya aku mengalami hilang ingatan, jadi bisakah kamu mengatakan hubungan aku dan kamu seperti apa?”
“Gara-gara sakit itu kamu jadi hilang ingatan?”.
Aku pun mengiyakan.
“Pantas saja kamu memanggilku Alia,padahal tidak pernah memanggil namaku”.
“Lalu biasanya aku manggil kamu apa?”
Ia pun tersenyum padaku dan berkata “Princess”
Aku sangat kaget, ternyata Kyuu ini bucin juga ya.
Princess, bukankah sangat geli ya?.
“P–princess?!”
“Heumm, jangan panggil aku dengan namaku”
“aku sangat senang, karena cuma kamu yang memanggilku princess hehe!”
Aku tak menyangka Kyuu memiliki selera yang sama denganku hehe.
“Oh iya, hubungan kita itu adalah pasangan kekasih”
“Tapi, orangtuaku tidak menyukaimu, alasannya kamu adalah laki-laki yang tidak dapat membahagiakanku nantinya, karena kamu bukanlah orang *elite” (Elite kata lain dari orang kaya ataupun bagsawan)
“Aku tak peduli, aku sangat menyukaimu, sampai kapanpun”.
Kenapa jantungku berdetak kencang, tubuhku jadi panas setelah mendengarkan perkataannya?.
Apakah ini benar sebuah perasaan cinta?
“Maaf yaa, princess... aku melupakan kenangan itu, tapi aku merasakan sesuatu yang tidak beres pada jantungku”
Ia pun bersandar dibahuku.
“tak apa, aku tetap menyukaimu... biar aku saja yang mengingatnya, kita mulai dari awal lagi ya”
Walapun aku bukan Kyuu yang sebenarnya, tapi rasa cinta ini sangat nyata.
Dan tanpa sadar tanganku melengkung di pinggangnya, aku memeluknya yang bersandar di bahuku.
Setelah selesai ngebucin.
Aku memutuskan untuk berangkat ke hutan pegunungan.
Hutannya begitu sepi, yang terdengar hanyalah suara burung berkicauan dan suara ranting pohon yang terhembus angin.
Setelah memasuki begitu dalam, aku menemukan sebuah gubuk kecil, aku yakin itu adalah rumah si kakek.
Setelah aku mengetok pintunya dan ia membukakan pintunya.
Ia pun tampak mengenaliku
“Kakek?”
“ada apa?”
“Apa benar kakek adalah guruku?”
“kenapa kau bertanya seperti itu?, tentu saja aku adalah orang yang mengajari berbagai macam kekuatan alam dan lainnya”
“Aku sepertinya hilang ingatan, bisakah kakek memberitahuku tentang kekuatanku?”.
Kakek tampak sedikit berfikir.
__ADS_1
“sebenarnya kamu sangat mudah untuk menghapal setiap apa yang ku ajarkan, bahkan pelajaran tersulit pun kamu hadapi”
Berarti diriku ini sangat tanggap?..Sama sepertiku yang sebenarnya.
“lalu, bagaimana cara agar aku bisa mengingat semua yang telah kakek ajarkan?”.
Kakek menggelengkan kepala.
“tidak bisa diingat, jika kamu bersedia, kamu harus mengulang semuanya dari awal hari ini”.
Nampaknya hari ini akan melelahkan.
“Aku siapp kek!!”. Jawabku dengan berani.
Dan aku pun dibawa pada sebuah hutan yang begitu rimbun dan gelap karena cahaya sangat sulit masuk.
“ini adalah pelajaran pertama, ini sangat mudah untukmu”
“kamu hanya perlu mengingat jalan kita kesini tadi”
“dan tugasmu adalah kembali ketempat kakek dengan mata tertutup”
Ini sangat mudah katanya??.
Kakek pun mulai menutup mataku dengan kain hitam.
Dan kini aku tidak melihat apapun.
Kemudian kakek memutar-mutar tubuhku.
“aku sengaja memutarmu agar kamu lupa dimana jalannya”
“inikah pelajaran yang kakek maksud mudah itu?”
“jika kamu gagal di pelajaran pertama, kamu tidak akan mendapatkan pelajaran kedua”
“kamu harus bisa menyelesaikannya, karena kamu yang dulu sangat mudah untuk menyelesaikannya”
Gawat!... Aku bukanlah Kyuu yang sebenarnya, apakah aku bisa menyelesaikan ini?
“Oke, mulai!!”
Seketika aku sulit untuk bernafas.
“kek?” aku memanggil kakek, tapi tidak ada jawaban.
“Kakekk?!!” teriakku.
Ternyata si kakek sudah pergi.
Tidak ada angin, oksigen sangat kecil disini.
Aku sangat sulit untuk bernafas.
Jika aku tidak segera keluar dari sini, aku bisa mati disini!!.
Tapi aku lupa kemana arahnya!.
Aku tidak bisa melihat jalan.
Apa yang harus aku lakukan?!..
Disini sangat sulit untuk bernapas, membuatku sangat sulit untuk berfikir.
aku pun mengambil keputusan untuk melangkah, namun baru beberapa langkah, tiba-tiba kakiku terbelit sesuatu..
Ahhhhh!!!!....
Aku terkena jebakan!
Tunggu lanjutannya ya!:3
__ADS_1