Sudah Tidak Upload

Sudah Tidak Upload
Sang pemimpin negeri Saku


__ADS_3

Setelah selesai menjalankan misi, Arka dan yang lainnya akhirnya pulang ke Negeri Saku dengan membawa kristal merah.


Kini mereka sudah berada di ruangan kepala negara untuk melapor. Tepat di depan mereka sudah ada seorang pria tampan yang sudah berusia 30 tahun.


Dia adalah Samikaze Alto, pemimpin Negeri Saku. Beliau adalah orang yang hebat, dia adalah lulusan kelas Legend tingkat 2, dengan julukan The predator. Ayahnya adalah seorang pahlawan Negeri Saku, lulusan kelas Legend tingkat 1 dengan title terbaik nomor 1 di seluruh Negara.


"Senang bisa bertemu anda tuan Alto!" Shura pun kemudian membungkukkan punggungnya memberi hormat.


Shura, Genta dan Cika pun ikut membungkukkan punggung.


Alto hanya tersenyum melihat mereka memberi hormat.


"Kalian memang putra putri Negeri Saku yang hebat ya!" ucap Alto.


Suaranya begitu lembut, orang ini sangat ramah... dia memiliki hati yang baik - batin Arka memuji.


"Wahh~~ terimakasih atas pujiannya~~" ucap Alto sangat senang.


Arka sangat terkejut, ternyata Alto si pemimpin Negeri Saku itu bisa membaca pikirannya.


"Ma-maaf tuan Alto!"


"Hee~ kenapa kamu meminta maaf? kamu sudah memujiku, aku sangat senang sekali!" ucap Alto.


"Oh iya... namamu Arka, anaknya Nishi ya?" tanya Alto pada Arka.


"Iyaa, saya baru beberapa hari yang lalu tinggal di Negeri Saku," ucap Arka.


"Baru tinggal beberapa hari tapi sudah mendapatkan istri ya, haha!" Alto ternyata tau banyak tentang Arka.


Arka pun bingung, darimana ia bisa tahu padahal pernikahannya tidak untuk umum, Hanya keluarga dan kerabat saja yang datang.


Seketika Shura dan Cika pun menatap kearah Arka.


Arka pun jadi kebingungan di tatap oleh Shura dan Cika.


"Ke-kenapa? apa ada yang salah?" tanya Arka bingung.


"Kau jahat sekali Arkaa!!... bagaimana mungkin aku kalah darimu, kau sudah menikah sedangkan aku masih jomblo huhuhu, senior macam apa aku ini huhuhu!" seketika Shura menangis lebay karena dirinya kalah dari Arka.


"Heyy~~ bagaimana rasanya malam pertama?~" Cika malah berpikir tentang hal yang negatif.


"Haahh?!!"Arka jadi bingung dengan pikiran rekan-rekannya itu.


Alto pun tertawa sangat keras.

__ADS_1


"Ahahaha... sudah-sudah, mari kita alihkan pembicaraan," ucap Alto.


Mereka pun akhirnya kembali diam dan menatap kearah sang pemimpin negeri.


"Aku sangat berterimakasih pada kalian yang sudah membawa pulang kristal ini, meskipun misi tingkat B tapi aku sangat senang kalian bisa menyelesaikannya, terutama untuk Arka. Meskipun ini misi pertamanya, tapi ternyata ia cukup baik dalam menjalankan misi," ucap Alto sangat bahagia.


"Maaf tuan, ada hal yang ingin saya sampaikan selama menjalankan misi," ucap Shura.


"apa itu?"


"Dalam buku undang-undang Negeri saku bahwa misi yang berhubungan dengan dewa adalah misi tingkat A keatas, sedangkan kami hanya melakukan misi tingkat B tapi kenapa kami malah berhadapan dengan dewa?," Shura pun menjelaskannya.


Alto pun terkejut mendengar penjelasan Shura.


"Sekuat apa mereka?" tanya Alto.


"Satunya lebih kuat dariku, dan satu lagi setara denganku," ucap Shura.


"Nampaknya kalian sudah berhasil melakukan misi tingkat A, dan ini juga sebagai kesalahan! kami tidak akan memberikan misi tingkat A keatas pada kelas Diamond kebawah... maaf atas kelalaianku," ucap Alto merasa bersalah.


"Tidak apa-apa tuan Alto, toh kami juga selamat semua" kata Shura.


"Apa kalian berhasil mengalahkannya secara bersama-sama?" tanya Alto.


"Tidak, awalnya kami tidak bisa mengalahkan mereka bersama-sama, hingga akhirnya Arka terluka, tapi syukurnya Arka baik-baik saja, nah setelah itu Arka maju sendirian tapi tidak bertarung melawan mereka, Arka hanya mengobrol dengan mereka, entah kenapa mereka tiba-tiba mati dengan sendirinya" Shura menjelaskan.


"Hemmm... kalian boleh keluar dan bawa ini ke pusat permisian," ucap Alto sambil memberikan sebuah kertas. Kertas ini adalah surat tentang hasil misi yang dilakukan dan tingkat misi yang di lakukan.


"Kecuali Arka, kamu tetap disini dulu... ada yang ingin ku bicarakan," ucap Alto.


Shura, Genta dan Cika pun akhirnya pergi meninggalkan kantor kepala negara.


Kini hanya ada Arka dan Alto di dalam ruangan.


Alto pun menatap Arka dengan serius.


"Namisake Arka, coba kamu jelaskan apa yang telah kamu lakukan pada dewa itu? kamu mungkin bisa membohongi mereka, tapi kamu tidak bisa membohongiku! aku adalah Samikaze Alto pemimpin negeri Saku," entah kenapa Alto jadi sangat serius bertanya pada Arka.


"Baiklah tuan Alto, saya akan jelaskan semuanya pada anda"


Arka pun menjelaskan semuanya yang telah terjadi.


"Jadi kamu bertemu seorang iblis di saat kamu mati suri?" tanya Alto, dan Arka pun mengangguk.


"Dan iblis itu sekarang ada dalam dirimu memberimu kekuatan?" tanya Alto.

__ADS_1


"Lebih tepatnya iblis ini menyempurnakan kekuatanku, sehingga aku bisa menggunakan kekuatan waktu tingkat tinggi, aku belum menggunakan kekuatan iblis ini sama sekali," ucap Arka.


"Jadi, apakah kamu mau naik kelas Legend?" Alto pun memberikan sebuah penawaran yang cukup menggiurkan. Jelas saja, karena hanya kelas Legend lah yang bisa mengalahkan dua dewa sekaligus.


"Maaf tuan Alto, bukannya saya menolak... saya baru saja tinggal di negeri Saku dan baru saja sekolah di negeri Saku, rasanya saya tidak pantas di istimewa kan seperti ini, karena akan berdampak buruk pada diri saya sendiri," Arka pun menolak tawaran Alto dengan alasan yang jelas.


"Baiklah, aku mengerti maksudmu... kalau begitu kamu boleh keluar menyusul rekan-rekanmu tadi," ucap Alto mempersilahkan Arka pergi.


"Kalau begitu, saya pamit tuan Alto"


Alto pun pergi meninggalkan ruangan kepala negara.


******


Kini, Arka pun pulang ke rumahnya.


"Aku pulang!" Arka pun membuka pintu rumah.


Shina, sang istri pun sudah berada di depan pintu menyambut kedatangan Arka.


"Selamat datang~" sapa Shina sambil tersenyum manis.


Arka pun membalas senyuman Shina.


"Kamu capek?" tanya Shina.


"Yaa... lumayan lah, habisnya tadi aku diberi misi," ucap Arka.


"Yaudah... kamu mandi dulu sana, habis itu baru makan, aku sudah siapin makanan buat kamu," suruh Shina.


"Kamu sudah bisa masak?" tanya Arka.


Sebelumnya Shina tidak bisa masak, karena dia adalah anak yang sangat di manjakan oleh ayahnya.


"Aku sedang belajar memasak buat kamu, semoga aja enak... tapi tenang aja, aku sudah siapin masakan buatan pelayan kalau masakanku tidak enak," ucap Shina malu-malu.


Arka pun tersenyum menatap Shina.


"Ke-kenapa menatapku begitu?" wajah Shina pun memerah karena di tatap oleh Arka.


"Emmm!?... kalau masakanmu tidak enak, aku akan memakanmu~" ucap Arka menggoda Shina.


Wajah Shina pun semakin memerah.


"Semoga saja enakk!!!" Shina pun lari meninggalkan Arka dengan menutup mukanya yang sudah memerah karena malu.

__ADS_1


Selanjutnya...


Ngawur ae ceritaku ni😂😂


__ADS_2