Sudah Tidak Upload

Sudah Tidak Upload
Keputusan Arka.


__ADS_3

Shina yang ternyata dari awal sudah menyukai Arka


Ia telah jatuh hati pada pandangan pertamanya dan juga sikap Arka yang sangat baik padanya membuat semakin suka.


Pada saat mereka berada di atas dataran tinggi negri Saku


Yang mana dari sana sangat terlihat indahnya negri Saku.


Dibawah rindangnya pohon besar yang melindungi mereka dari sinar matahari.


Namun tak disangka, ayahnya Shina menemukan mereka sedang berduaan.


Posisi mereka pun duduk sangat dekat, bisa dibilang menempel.


Shina yang dipergoki oleh ayahnya malah mengatakan hal yang mengejutkan.


Dengan polosnya Shina mengatakan bahwa dia suka pada Arka, di depan Arka dan ayahnya.


Sangat tidak disangka, ayah Shina malah merestuinya dan ingin menikahkan putrinya itu dengan Arka.


Hal ini membuat Arka gundah, apa yang telah dilakukannya hari ini.


Apa yang telah ia perbuat, apakah ini nasib buruk ataukah nasib baik.


Dia belum siap menikah, namun ia juga tidak kuasa untuk menolak


Yaa begitulah Arka, dia orang yang tidak tegaan.


 


"aku pulang.."


Kini Arka pulang ke rumahnya.


Namun di sebuah sofa ruang tamu,


Terlihat Nita sangat kesal memandang kakaknya yang baru saja pulang itu.


Arka bingung, kenapa adiknya memasang muka seram begitu.


Arka tidak mengetahui apa sebabnya adiknya itu marah.


Arka pun mendekati adiknya itu, dan duduk di sampingnya.


Arka pun menarik pundak Nita sehingga Nita tersandar di dada Arka.


"kenapa mukanya kesal gitu liat kakak?" Arka pun bertanya.


Nita menongak memandang Arka.


"tadi kemana?.. kan sudah janji bakal pulang barengan.."


Arka pun baru sadar


Dia lupa menjemput adiknya, gara-gara bertemu Shina.


"maaf yaa~~.. tadi kakak di ajak teman jalan-jalan melihat negri Saku" Arka memohon minta maaf pada Nita.


"jadi.. Adikmu dilupain gitu aja" Nita pun memonyongkan bibirnya cemberut.


"maaf~~" Arka merengek memohon maaf pada adiknya.


"gak!!" Nita masih kesal dan tak memaafkan kesalahan kakaknya.


"maaf dek.. janji deh gak akan di ulangi lagi.."


Arka terus membujuk adiknya agar memaafkannya.


"es krim.. mungkin bisa di pertimbangkan.." Nita malah menginginkan eskrim.


"kakak gak tau dimana ada jual eskrim disini, kan kakak baru aja disini" keluh Arka atas permintaan adiknya.

__ADS_1


Nita kembali memandang kakaknya itu dengan tatapan seram.


Ya begitulah Nita, orangnya ngambekan.


Salah sedikit saja pasti ngambek, tapi hanya eskrim yang mengembalikan moodnya.


Arka tak kuasa melihat adiknya kesal padanya.


"huhh.. iya-iya kakak beliin"


Arka terpaksa menuruti kemauan adik perempuannya itu.


 


Dengan terpaksa, Arka pergi untuk membelikan adiknya eskrim.


Apes sekali Arka hari ini, dia ingin di nikahkan


Padahal dia belum siap. Dan adiknya juga marah padanya karena ia lupa menjemput adiknya.


Jelas saja, adiknya sangat ingin pulang bersama dirinya.


 


Di malam itu,


Pikiran Arka sangat kacau, memikirkan bahwa ia akan menikah


Tentu ia belum siap.


Dan apa yang harus ia katakan pada orang tuanya.


Ia baru saja pindah dari dunia Elf ke bumi, namun ia sudah dapat masalah begini.


Apa yang harus dilakukannya sekarang.


Ia ingin menolak, tapi tidak enak pada ayahnya Shina.


Jelas saja, seorang anak bangsawan di tolak


Dan ia juga tidak tahu bahwa yang dikatakan ayah Shina bahwa ia harus menjaga anaknya dengan cara menikahinya.


Arka termenung duduk di tempat tidurnya.


Namun seseorang membuka pintu kamarnya


Dan dia adalah Nita adiknya.


"kak.. ada tuan putri Shina datang, dia ingin bertemu kakak" ucap Shina yang berdiri di depan pintu kamarnya.


Ada apa dia datang malam-malam begini, dan darimana dia tau rumahku - batin Arka bertanya-tanya.


Arka pun keluar untuk menemui Shina yang sudah menunggunya.


"sejak kapan kakak kenal dia?" Nita bertanya bertanya pada Arka melewatinya.


Namun Arka tak menjawabnya dan terus berjalan.


Arka menghampiri Shina yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"ada apa tuan putri?" tanpa basa basi Arka langsung bertanya.


"ada yang ingin ku bicarakan sama kakak.. tapi tidak disini, karena ada yang sedang menguping"


Shina mengetahui Nita sedang menguping di balik dinding.


 


Kini mereka berada di sebuah tempat yang sepi


Hanya ada mereka berdua saja disitu di temani kunang-kunang yang membuat di sekitar mereka menjadi terang.

__ADS_1


"apa yang ingin tuan putri bicarakan padaku?" tanya Arka penuh dengan rasa penasaran.


"maaf soal yang tadi siang.. aku jujur mengatakannya di depan ayah


Aku suka padamu kak. aku juga tidak bohong tentang perasaanku


Aku memang suka padamu.


Tapi.. ayah ingin kita menikah


Sebenarnya ini adalah keinginan ayahku,


jujur saja.. ayah ingin aku punya pendamping hidup.


Itu karena.. Ayah akan pergi meninggalkanku selamanya."


"apa maksudmu?" Arka sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan Shina.


"Ayah punya penyakit yang serius..


Umurnya tinggal menghitung hari saja..


Karena itu dia ingin melihat aku menikah..


Sebenarnya ayah telah menjodohkanku pada laki-laki pilihannya


Tapi aku tidak menyukai pilihan ayah..


Tapi ayah tidak akan membatalkan perjodohannya..


Kecuali aku menemukan seseorang yang aku sukai.


Dan entah kenapa, pertama kali aku melihat kakak.. ada sesuatu yang berbeda dari perasaanku..


Aku suka pada kakak," Shina pun menjelaskan semuanya dengan wajah yg sangat murung.


"begitu yaa.."


Arka pun ikut sedih mendengar penjelasan Shina.


"tapi.. gapapa kok, kalau kakak tidak mau menikah denganku..


Aku bisa menikah dengan pilihan ayah.. maaf ya, tadi aku hanya ingin mengatakannya pada ayah tentang perasaanku.."


Arka sangat mengerti tentang perasaan Shina, pasti dia ingin sekali melihat ayahnya tersenyum di akhir-akhir usianya.


Jika dia berada di posisi Shina, ia juga pasti akan menuruti semua keinginan ayahnya.


Tubuh Arka bergerak dengan sendirinya memeluk Shina.


Shina pun membalas pelukan Arka dengan melingkarkan tangannya di pinggang Arka.


Shina menutup mukanya di dada Arka.



Beberapa saat kemudian baju Arka basah yang di dekat muka Shina.


Ternyata Shina menangis di pelukan Arka.


Arka tidak tega menyudahi pelukannya


Arka pun mengelus-elus punggung Shina, berharap Shina sedikit tenang.


Arka menongakkan wajah Shina agar melihatnya.


Kedua telapak tangan Arka menyentuh pipi Shina yang sembab akibat menangis.


"jangan menangis.. Aku tidak ingin wajah cantik ini terlihat sedih.."


Ucap Arka sembari menghampus air mata yang tersisa dengan ibu jarinya.

__ADS_1


"tolong bantu aku bicarakan ini pada orang tuaku ya.." ucap Arka tersenyum.


Continued..


__ADS_2