
Setelah malam itu..
Keesokan harinya, Arka telah menyelesaikan kualifikasinya dan dia telah masuk kelas Clover peringkat ke 9. Pencapaian ini sudah melebihi batas, biasanya orang yang baru masuk kelas Clover paling tinggi adalah peringkat 20 ke bawah.
Dan Arka mampu masuk ke 10 besar. Tentu saja sedikit lagi ia akan masuk ke kelas Diamond.
Tak lepas dari itu, Arka telah berjanji akan menikahi Shina.
Ini semua demi ayah Shina yang sakit dan kematiannya sudah sangat dekat.
Arka meminta restu dari kedua orang tuanya,
Kedua orang tuanya selalu mendukung apapun yang akan ia lakukan.
Tentu saja mereka merestui pernikahannya.
Arka pun menikah dengan putri Shina.
Mengikat janji untuk saling bersama dalam suka maupun duka.
Saling menyayangi satu sama lain.
Setelah beberapa hari setelah pernikahan mereka.
Ayah Shina pun jatuh sakit, dan itu lah hari terakhirnya.
Ayahnya sangat bahagia karena telah melihat anaknya mempunyai pendamping.
Ia tidak perlu lagi khawatir untuk meninggalkan anak semata wayangnya.
Dan juga Arka telah berjanji untuk menjaga Shina sepenuh hati.
Tentu saja air mata Shina terjatuh dengan derasnya.
Melihat kematian ayah tercintanya. Shina sangat tidak rela ayahnya pergi
Namun apa daya, ini sudah takdir dan tak bisa dihindari.
Namun setelah beberapa hari ayah Shina meninggal,
Shina berniat untuk pergi meninggalkan Arka.
"tuan muda, tuan putri kabur meninggalkan kastil!!" ucap salah satu pengawal memberitahu Arka.
"istri bodoh itu, kemana perginya dia!!" Arka sangat kesal.
Ia pun pergi mencari Shina.
Ia juga menyuruh prajurit kastil untuk mencari putri Shina.
Di tempat lain..
Shina sedang berjalan di suatu tempat yang penuh dengan pepohonan yang rindang.
Maafkan aku, kak Arka.
Kamu berhak mendapatkan kebahagiaanmu.
Aku tahu kamu hanya kasihan padaku..
__ADS_1
Semua ini ku lakukan juga demi ayah
Sekarang ayah sudah meninggal
Tugasku sudah selesai.
Shina terus berjalan sambil tersenyum.
Namun senyum itu tidaklah indah.. Hanya senyum palsu.
Tiba-tiba, ada segerombolan penjahat yang mendekati Shina.
Mereka menatap tubuh Shina dengan nafsu yang sangat buas seperti harimau yang siap menerkam mangsanya.
"hey maniss.. sepertinya kamu kesepian, mau ikut dengan kami?.. kami akan membuatmu senang haha" salah satu penjahat itu menggoda.
"terserah kau saja" ucap Shina pelan dan datar.
"gadis yang penurut hahahaha"
Para penjahat itu pun tertawa penuh kemenangan.
Di tempat lain..
Arka terus mencari Shina
Wajahnya begitu cemas dan khawatir.
arrgghh!!.. apa yang ada dalam pikiran anak itu, kenapa dia kabur dari kastil - batin Arka.
Arka sangat kesal bercampur khawatir.
Namun tak sengaja Arka melihat segerombolan penjahat membawa seorang gadis.
Dan gadis itu adalah Shina.
Arka melihat Shina yang dibawa mereka sangat pasrah, ia tak menolak sama sekali.
Betapa sakit hatinya ia melihat istrinya itu di sentuh oleh orang lain.
Pada saat itu pula, Arka menunjukkan wujud keduanya.
Yaa.. Wujud Elf, karena ibunya adalah seorang Elf
Ia juga mewarisi kekuatan Elf.
Daun telinga Arka berubah menjadi lancip. Begitulah salah satu ciri-ciri Elf.
Arka pun menyerang para penjahat itu dengan kekuatannya.
Entah dari mana datangnya, benda tajam seperti pisau muncul di sekitarnya
Dan kemudian menusuk seluruh penjahat itu.
Seluruh penjahat itu terjatuh tak sadarkan diri.
Shina terkejut melihat para penjahat itu terjatuh dan terluka.
Shina pun melihat Arka yang kini mulai mendekatinya.
__ADS_1
Kak Arkaa? - batin Shina.
Tangan Arka kini memegang pundak Shina
"bodoh!!.. apa yang kamu lakukan, kenapa kabur dari kastil.." Arka pun memarahi Shina.
Jelas saja, Arka sangat mengkhawatirkan Shina.
Shina tak bisa menahan air matanya.
Air matanya terjatuh, Shina menangis dengan kencangnya.
Melihat Shina menangis membuat hati Arka terpukul.
Bodohnya.. kenapa malah memarahinya - batin Arka.
Arka pun memeluk Shina dengan kencangnya.
"maaf.." hanya kata maaf yang bisa di ucapkan Arka.
Tangis Shina semakin menjadi di pelukan Arka.
Begitu banyak beban yang ada dalam pikiran Shina, membuat Shina tidak bisa berpikir dengan jernih. Ia kabur dari kastil, karena ia merasa tidak punya siapa-siapa lagi.
"aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi.. ayahku satu-satunya yang ku punya kini sudah pergi.." ucap Shina masih menangis.
"kak Arka.. Terimakasih, kaka mau membantuku untuk mengabulkan permintaan ayah..
Sekarang kakak tidak usah perdulikan aku, aku tidak mau menyusahkanmu lagi" sambung Shina.
Mhh..
Arka mencium bibir Shina, Arka memainkannya dengan lembut.
Shina tidak menolak sama sekali, Arka terus menjajahi bibir Shina.
Arka pun menyudahi ciumannya.
Lalu kemudian menyatukan kening dan hidungnya pada Shina.
Arka menyapu air mata Shina dengan ibu jarinya.
"ini adalah ciuman pertamaku.." ucap Arka.
Seketika rona merah seperti tomat hadir di pipi Shina. Imutnyaa.
"a-a-aku juga.." ucap Shina.
"Shinaa.. Jangan pergi dariku yaa?~" ucap Arka memohon.
Shina pun memeluk Arka sangat erat.
"apa kakak mencintaiku?" tanya Shina.
Cupp
Arka mencium kening Shina.
"kamu itu istriku.. Ya jelas saja aku mencintaimu"
__ADS_1
Continued..